Praktik Instan dalam Partai Politik Dinilai Merusak Demokrasi Internal

Mar 29, 2026 - 07:20
 0  6
Praktik Instan dalam Partai Politik Dinilai Merusak Demokrasi Internal

Praktik instan dalam pemilihan ketua umum partai politik berpotensi merusak demokrasi internal dan tata kelola partai secara keseluruhan. Hal ini disampaikan oleh Titi Anggraini, Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Independensi Partai Politik, Penguatan Soliditas Internal dan Mitigasi Intervensi Eksternal di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ad
Ad

Ketua Umum Partai Harus Berasal dari Kader

Titi menegaskan bahwa ketua umum partai politik seharusnya merupakan hasil proses kaderisasi yang berjalan secara konsisten dan demokratis. Menurutnya, proses pemilihan pimpinan partai tidak boleh dilakukan secara instan atau tanpa melibatkan suara pengurus dan anggota partai secara menyeluruh.

“Ketua umum partai politik seharusnya benar-benar merupakan hasil dari mekanisme kaderisasi. Proses pengambilan keputusan di partai juga harus demokratis, mendengar aspirasi pengurus dan anggota,”

Lebih lanjut, Titi mengkritisi praktik munculnya pemimpin instan yang langsung diangkat menjadi ketua umum padahal baru bergabung dalam waktu singkat.

“Tidak seharusnya seseorang yang baru bergabung, bahkan dalam hitungan hari, tiba-tiba bisa menjadi ketua umum. Partai tetap harus dikelola oleh kader yang berproses di dalamnya,”

Bahaya Rekrutmen Instan bagi Kesehatan Partai

Pengamat politik Adi Prayitno juga mengingatkan bahwa partai politik yang sehat harus menjaga proses rekrutmen dan kaderisasi yang transparan dan berkelanjutan. Menurutnya, merekrut tokoh secara instan tanpa rekam jejak yang jelas untuk menjadi ketua umum adalah langkah tidak sehat yang bisa menghancurkan soliditas partai.

“Partai yang kuat dan kokoh tidak boleh dengan alasan apa pun, merekrut tokoh yang tidak jelas latar belakangnya, lalu secara tiba-tiba menjadi ketua umum. Itu jelas tidak sehat,”

Adi menambahkan bahwa independensi partai dari intervensi eksternal sangat penting untuk menjaga kekuatan dan stabilitas internal partai.

“Jika ingin partai kuat, stabil, dan berkelanjutan, maka kuncinya ada pada rekrutmen yang baik dan kaderisasi yang konsisten, tanpa intervensi dari pihak mana pun,”

Implikasi Praktik Instan Terhadap Demokrasi Internal

Praktik instan dalam pemilihan pimpinan partai tidak hanya berpotensi merusak demokrasi internal, tetapi juga mengganggu proses kaderisasi yang merupakan fondasi penting dalam tata kelola partai yang sehat. Kaderisasi yang baik memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan alami dan memperkuat soliditas internal partai. Tanpa mekanisme ini, partai bisa menjadi rentan terhadap kepentingan sesaat dan intervensi eksternal yang melemahkan independensi dan kredibilitasnya.

  • Menghilangkan proses kaderisasi melemahkan kualitas kepemimpinan partai.
  • Rekrutmen instan dapat mengundang intervensi kepentingan tertentu yang merusak demokrasi internal.
  • Ketua umum yang bukan kader bisa kehilangan legitimasi di mata anggota dan pengurus partai.
  • Partai berisiko kehilangan kepercayaan publik dan stabilitas jangka panjang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena pemilihan ketua umum secara instan tanpa melalui proses kaderisasi yang sehat bukan hanya soal tata kelola internal, tetapi juga mencerminkan tantangan besar bagi demokrasi politik di Indonesia. Langkah-langkah instan yang mengabaikan mekanisme partai yang demokratis berpotensi menimbulkan krisis kepemimpinan dan fragmentasi internal. Hal ini bisa memperlemah peran partai sebagai pilar demokrasi dan memperburuk citra politik di mata masyarakat.

Lebih jauh, intervensi eksternal yang memungkinkan munculnya pemimpin instan harus diwaspadai sebagai ancaman serius bagi kemandirian partai politik. Jika tidak ditangani, praktik seperti ini bisa menimbulkan domino effect yang merusak sistem politik secara luas. Oleh karena itu, publik dan pengurus partai harus mendesak transparansi dan konsistensi dalam proses kaderisasi agar demokrasi partai tetap sehat dan berfungsi sebagai penopang demokrasi nasional.

Untuk informasi lebih lanjut dan konteks seputar demokrasi partai dan kaderisasi, Anda dapat membaca sumber asli berita ini di VIVA.co.id.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad