5 Alasan Ilmiah Kenapa Senin Terasa Berat Menurut Psikolog

Mar 30, 2026 - 10:00
 0  4
5 Alasan Ilmiah Kenapa Senin Terasa Berat Menurut Psikolog

Banyak orang mengeluhkan betapa beratnya hari Senin. Rasa lelah, malas, dan bahkan stres tiba-tiba muncul saat memulai minggu baru. Namun, perasaan ini bukan sekadar mitos atau kebiasaan semata. Menurut para psikolog, ada faktor ilmiah dan psikologis yang menjelaskan kenapa Senin terasa sangat berbeda dan lebih berat dibanding hari-hari lainnya.

Ad
Ad

Pola Tidur Berubah Drastis Saat Akhir Pekan

Salah satu alasan utama terkait dengan ritme sirkadian tubuh. Tubuh manusia beroperasi berdasarkan jam biologis alami yang mengatur siklus tidur dan bangun. Namun, pada akhir pekan, banyak orang mengubah pola tidurnya, seperti tidur lebih larut dan bangun lebih siang.

Menurut neuropsikolog Sanam Hafeez, perubahan ini dapat mengacaukan ritme alami tubuh. Akibatnya, walaupun tidur cukup di Minggu malam, tubuh tetap merasa lelah saat Senin datang. Kondisi ini dapat memicu mood negatif, mudah tersinggung, dan sulit menikmati aktivitas di hari Senin.

Psikoterapis Meg Gitlin menambahkan, akhir pekan yang seharusnya untuk istirahat justru sering diisi dengan aktivitas berlebihan seperti begadang, konsumsi makanan dan minuman tidak terkontrol, yang semakin memperburuk kualitas tidur.

Rasa Bebas Tiba-Tiba Hilang

Akhir pekan identik dengan kebebasan: bangun tanpa alarm, bersantai, dan melakukan hobi. Namun begitu Senin tiba, suasana berubah drastis menjadi jadwal ketat, target kerja, dan tanggung jawab.

"Pergeseran emosi yang besar ini dapat membuat hari Senin menjadi terasa buruk dan sulit bagi sebagian orang,"
ujar Hafeez. Secara psikologis, beralih dari waktu pribadi ke waktu kerja memang menimbulkan stres yang signifikan.

Tidak Nyaman dengan Pekerjaan

Salah satu faktor psikologis yang sangat berpengaruh adalah ketidakpuasan terhadap pekerjaan. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, tuntutan atasan yang tinggi, atau hubungan kurang harmonis dengan rekan kerja bisa memicu kecemasan sejak Minggu malam.

Perasaan cemas dan tidak nyaman inilah yang membuat banyak orang merasa sulit semangat menghadapi minggu baru.

Minim Persiapan untuk Pekan Baru

Banyak yang tidak mempersiapkan dirinya secara mental dan praktis untuk menghadapi pekan baru. Mulai dari pekerjaan yang menumpuk, jadwal yang belum diatur, hingga tidak menyiapkan kebutuhan kerja sehari sebelumnya.

Ketidaksiapan ini menimbulkan perasaan negatif dan membuat Senin terasa lebih berat. Beberapa orang bahkan sengaja menghindari persiapan karena aktivitas tersebut dirasa tidak menyenangkan.

Sudah Jadi "Budaya" Membenci Senin

Faktor sosial juga berperan besar. Di banyak komunitas, mengeluh tentang Senin sudah menjadi kebiasaan bahkan bagian dari budaya bersama. Narasi negatif terhadap Senin yang terus diulang membuat orang menginternalisasi bahwa hari itu memang harus dibenci.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena Senin yang terasa berat bukan hanya masalah individu, melainkan juga cerminan dari pola kerja dan budaya masyarakat modern. Perubahan pola tidur di akhir pekan dan tekanan pekerjaan yang tidak sehat menjadi akar masalah yang perlu perhatian lebih dari perusahaan dan individu.

Selain itu, budaya membenci Senin yang sudah mengakar perlu dilawan dengan pendekatan psikologis yang lebih positif. Misalnya, dengan membangun rutinitas persiapan pekan kerja pada Minggu malam dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental karyawan.

Ke depan, pembaca disarankan untuk mulai mengenali dan mengubah kebiasaan tidur serta mindset terhadap hari Senin agar produktivitas dan kebahagiaan meningkat. Selalu ikuti perkembangan dan tips seputar kesehatan mental dan gaya hidup di platform terpercaya seperti CNBC Indonesia.

Referensi:

  1. Sanam Hafeez, Neuropsikolog
  2. Meg Gitlin, Psikoterapis
  3. HuffPost (2026)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad