Ekonom AS: UEA Salah Gabung Sekutu AS-Israel, Dubai Bisa Hancur Jika Ikut Perang

Mar 30, 2026 - 12:10
 0  3
Ekonom AS: UEA Salah Gabung Sekutu AS-Israel, Dubai Bisa Hancur Jika Ikut Perang

Ekonom Amerika Serikat (AS) terkemuka, Jeffrey Sachs, memberikan peringatan keras terhadap Uni Emirat Arab (UEA) atas keputusan mereka menjadi sekutu AS dan Israel dalam konflik yang semakin memanas di kawasan Teluk. Menurut Sachs, langkah UEA bergabung dalam aliansi ini berpotensi membawa kehancuran terutama bagi kota-kota seperti Dubai dan Abu Dhabi yang selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata dan bisnis global.

Ad
Ad

Bahaya Langsung bagi Dubai dan Abu Dhabi

Dalam wawancara dengan Asia News International (ANI), Sachs menegaskan bahwa Dubai dan Abu Dhabi tidak dirancang sebagai zona militer atau pertahanan rudal yang kuat. Kedua kota ini merupakan destinasi wisata dan pusat keuangan dunia yang menampung banyak orang kaya dan wisatawan internasional.

"Dubai dan Abu Dhabi dapat hancur jika UEA terlibat dalam perang. Ini adalah daerah resor, bukan daerah pertahanan rudal yang diperkuat," ujar Sachs pada Senin, 30 Maret 2026.

Sachs mengingatkan bahwa dengan memasuki konflik militer, UEA justru akan menggagalkan tujuan utama kota-kota tersebut sebagai tempat rekreasi dan investasi. "Uni Emirat Arab terjebak dalam kekacauan yang absurd dengan mata terbuka, dan mereka terus memperparah kesalahan mereka," tambahnya.

Kesepakatan Abraham dan Risiko Ketergantungan

Menurut Sachs, keputusan negara-negara Teluk termasuk UEA untuk menjalin kemitraan dengan AS melalui Kesepakatan Abraham merupakan undangan menuju bencana. Kesepakatan ini justru membuat negara-negara Teluk semakin bergantung pada perlindungan militer AS, yang menurut mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger, bisa menjadi "persahabatan yang fatal."

  • Kesepakatan Abraham mempererat hubungan diplomatik dan militer antara UEA, Israel, dan AS.
  • Aliansi ini menempatkan UEA sebagai pihak dalam konflik yang berpotensi meluas di kawasan Timur Tengah.
  • Ketergantungan pada AS dinilai dapat membatasi kebijakan luar negeri independen UEA.

Konflik yang Semakin Memanas di Kawasan Teluk

Ketegangan antara AS-Israel dan Iran semakin meningkat, dan UEA yang terlibat sebagai sekutu AS berisiko menjadi sasaran balasan jika perang pecah. Sachs mengingatkan bahwa ikutnya UEA dalam perang bisa membawa kehancuran fisik dan ekonomi terutama bagi kota-kota yang selama ini berkembang sebagai pusat pariwisata dan bisnis.

Situasi ini juga mendapat perhatian luas karena UEA selama ini dikenal sebagai negara dengan stabilitas dan kemajuan ekonomi yang pesat di kawasan Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan Jeffrey Sachs membuka mata publik terkait risiko geopolitik yang dihadapi UEA akibat aliansi strategis dengan AS dan Israel. Langkah UEA ini tidak hanya berimplikasi pada keamanan nasional tapi juga masa depan ekonomi dan citra internasional negara tersebut. Dengan potensi konflik yang membentang luas di kawasan Teluk, UEA harus mempertimbangkan kembali strategi diplomatik dan militer agar tidak terjebak dalam perang yang membawa kerugian besar.

Selain itu, aliansi yang disebut "persahabatan fatal" oleh Kissinger ini memperlihatkan bagaimana ketergantungan militer pada kekuatan besar seperti AS bisa menjerumuskan negara kecil menjadi korban geopolitik. UEA dan negara Teluk lain perlu memperkuat diplomasi independen dan mengupayakan solusi damai agar kawasan tetap stabil dan aman.

Ke depan, publik dan pengamat internasional harus terus memantau perkembangan hubungan UEA dengan AS dan Israel serta dinamika konflik di Teluk karena dampaknya dapat meluas tidak hanya pada sektorkeuangan dan pariwisata, tetapi juga pada kestabilan regional yang lebih luas.

Untuk informasi lebih mendalam dan update terbaru, Anda bisa membaca artikel aslinya di SINDOnews dan mengikuti berita dari media terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad