Qodo Kumpulkan Dana $70 Juta untuk Verifikasi Kode di Era AI Coding

Mar 31, 2026 - 01:00
 0  6
Qodo Kumpulkan Dana $70 Juta untuk Verifikasi Kode di Era AI Coding

Di tengah ledakan penggunaan alat pengkodean berbasis AI yang menghasilkan miliaran baris kode setiap bulan, muncul tantangan baru: bagaimana memastikan perangkat lunak tersebut berfungsi sesuai yang diharapkan. Qodo, sebuah startup yang fokus membangun agen AI untuk review kode, pengujian, dan tata kelola, menaruh taruhan besar bahwa verifikasi kode akan menjadi fase krusial dalam pengembangan perangkat lunak ke depan.

Ad
Ad

Berbasis di New York, startup ini baru saja berhasil menggalang dana Seri B sebesar $70 juta yang dipimpin oleh Qumra Capital, dengan total pendanaan mencapai $120 juta. Investor lain yang turut bergabung dalam pendanaan ini antara lain Maor Ventures, Phoenix Venture Partners, S Ventures, Square Peg, Susa Ventures, TLV Partners, Vine Ventures, serta tokoh teknologi seperti Peter Welinder (OpenAI) dan Clara Shih (Meta).

Peran Qodo dalam Meningkatkan Kepercayaan Kode AI

Qodo berambisi menjadi lapisan penting untuk meningkatkan kepercayaan terhadap kode yang dihasilkan AI, terutama di perusahaan-perusahaan yang semakin cepat mengadopsi alat seperti OpenClaw dan Claude Code. Banyak perusahaan menyadari bahwa percepatan produksi kode tidak selalu berbanding lurus dengan keandalan dan keamanan perangkat lunak.

Berbeda dengan kebanyakan alat review AI yang hanya fokus pada perubahan kode, Qodo menilai dampak perubahan tersebut terhadap keseluruhan sistem. Mereka mempertimbangkan standar organisasi, konteks historis, serta tingkat toleransi risiko untuk membantu perusahaan mengelola kode AI dengan lebih percaya diri.

Latar Belakang dan Inovasi Pendiri Qodo

Pendiri Qodo, Itamar Friedman, yang sebelumnya mendirikan Visualead dan memimpin bisnis penglihatan mesin di Alibaba, terinspirasi oleh pengalamannya di Mellanox dan Visualead untuk membangun startup ini pada 2022, tepat sebelum peluncuran ChatGPT. Di Mellanox, ia mengerjakan otomatisasi verifikasi perangkat keras menggunakan machine learning dan memahami bahwa "menghasilkan sistem dan memverifikasi sistem memerlukan pendekatan yang sangat berbeda".

Pengalaman di Alibaba Damo Academy juga membuka matanya bahwa AI mulai berkembang menjadi sistem yang mampu bernalar dengan bahasa manusia. Menjelang kemunculan GPT-3.5, ia yakin AI akan menghasilkan sebagian besar konten dunia, terutama kode, dan hal itu mengukuhkan pandangannya bahwa sistem verifikasi kode harus berbeda dengan sistem pembuat kode.

Tantangan Kepercayaan dan Praktik Penggunaan Kode AI

Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa 95% pengembang tidak sepenuhnya percaya pada kode yang dihasilkan AI, namun hanya 48% yang secara konsisten meninjaunya sebelum commit, menandai kesenjangan antara kesadaran dan praktik nyata.

Menurut Friedman, "Perusahaan pembuat kode AI umumnya fokus pada model bahasa besar (LLM). Namun, untuk kualitas dan tata kelola kode, LLM saja tidak cukup. Kualitas itu subjektif dan bergantung pada standar organisasi, keputusan masa lalu, dan pengetahuan internal. LLM tidak bisa memahami konteks tersebut secara utuh."

Ia menjelaskan bahwa perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic berkontribusi dalam membentuk narasi AI, termasuk bidang review kode, namun mereka lebih fokus pada fitur dibandingkan solusi menyeluruh. Banyak startup lain di bidang ini masih dalam tahap awal dan belum banyak diadopsi secara luas oleh perusahaan besar.

Keunggulan dan Peluncuran Produk Terbaru Qodo

Qodo menonjolkan performa sebagai pembeda di pasar yang ramai. Startup ini baru-baru ini meraih posisi peringkat pertama dalam Martian’s Code Review Bench dengan skor 64,3%, lebih dari 10 poin di atas pesaing terdekat dan 25 poin melampaui Claude Code Review. Benchmark ini menegaskan kemampuannya dalam menemukan bug logika rumit dan masalah lintas berkas tanpa membanjiri pengembang dengan peringatan palsu.

Dalam sebulan terakhir, Qodo meluncurkan Qodo 2.0, sistem review kode multi-agen yang kini memimpin benchmark terkini, serta memperkenalkan alat yang dapat belajar dan menyesuaikan definisi kualitas kode berdasarkan standar tiap organisasi.

Perusahaan ini sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar seperti Nvidia, Walmart, Red Hat, Intuit, dan Texas Instruments, serta perusahaan berkembang pesat seperti Monday.com dan JFrog.

"Setiap tahun memiliki momen penting — dari Copilot, ChatGPT, hingga otomatisasi tugas penuh," kata Friedman. "Kini kita memasuki fase baru: beralih dari AI tanpa konteks ('stateless AI') ke sistem dengan konteks ('stateful systems') — dari kecerdasan ke 'kebijaksanaan buatan'. Itulah yang dibangun Qodo."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pendanaan besar yang berhasil diraih Qodo menandai betapa pentingnya verifikasi kode dalam era AI yang semakin masif. Banyak perusahaan telah mengandalkan AI untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak, namun tanpa mekanisme verifikasi yang kuat, risiko keamanan dan ketidakandalan produk menjadi ancaman serius.

Keunggulan Qodo dalam menyesuaikan penilaian kode dengan konteks organisasi dan sejarah perusahaan menjadi nilai jual yang sangat strategis, karena tidak semua kode bisa dinilai secara objektif dengan parameter yang sama. Pendekatan ini bisa menjadi standar baru dalam tata kelola kode berbasis AI.

Ke depan, penting bagi pelaku industri untuk mengawasi bagaimana Qodo mengembangkan teknologi stateful AI ini dan bagaimana perusahaan lain merespons kebutuhan verifikasi yang semakin kompleks. Ini bukan hanya tentang mempercepat produksi kode, tetapi memastikan kode tersebut benar-benar dapat diandalkan dan aman untuk digunakan dalam sistem kritikal.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi artikel asli di TechCrunch.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad