PAPDI Tegaskan Campak Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mar 31, 2026 - 16:21
 0  3
PAPDI Tegaskan Campak Bukan Penyakit Baru, Ini Penjelasan Lengkapnya

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit baru. Penyakit ini telah dikenal sejak lama dan berbeda dengan penyakit-penyakit viral baru seperti Covid-19. Penegasan ini disampaikan oleh Dr. dr. Adityo Susilo, Sp PD, K-PTI, FINASIM, dalam forum dan konferensi pers bertema "Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi" pada Selasa, 31 Maret 2026.

Ad
Ad

Penyebab dan Karakteristik Campak

Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus, yang juga dikenal sebagai rubeola. Virus ini berbeda dengan virus penyebab rubella (campak Jerman), yang sering kali membingungkan masyarakat karena kemiripan gejala berupa ruam kulit. Dr. Adityo menjelaskan bahwa meskipun keduanya sama-sama menimbulkan ruam, karakteristik dan dampaknya sangat berbeda.

"Campak ini bukan penyakit baru. Sudah ada sejak lama dan terus dipantau di seluruh dunia," ujar Dr. Adityo.

Salah satu tanda khas campak yang membedakannya dari rubella adalah bercak koplik, yaitu bercak putih kebiruan yang muncul di bagian dalam pipi. Gejala utama campak yang dikenal dengan istilah "tiga C" meliputi:

  • Batuk (cough)
  • Pilek (coryza)
  • Mata merah (conjunctivitis)

Sementara itu, rubella cenderung memiliki gejala lebih ringan, namun dapat berisiko serius terutama bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada janin.

Perbedaan Dampak dan Komplikasi

Walaupun campak tidak bersifat teratogenik (tidak menyebabkan kelainan pada janin), penyakit ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Komplikasi tersebut meliputi infeksi paru, diare berat, dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Dr. Adityo mengingatkan agar masyarakat memahami perbedaan antara campak dan rubella agar tidak salah mengenali gejala dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. "Kalau kita bisa membedakan dengan benar, maka deteksi dan penanganannya juga bisa lebih tepat," ujarnya.

Pentingnya Vaksinasi untuk Perlindungan Optimal

Dalam upaya mengendalikan penyakit campak yang masih sangat menular, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Rumah Vaksinasi Pusat aktif menyelenggarakan vaksinasi massal campak gratis khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan. Vaksinasi ini merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak dari risiko campak, terutama menjelang momen-momen dengan mobilitas tinggi seperti libur panjang Hari Raya Idulfitri.

Vaksin campak atau vaksin MR (Measles-Rubella) sangat dianjurkan agar segera dilengkapi pada anak yang masih sehat sebagai upaya perlindungan optimal. Menurut laporan Republika, peningkatan kasus campak akhir-akhir ini menjadi perhatian serius di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penegasan PAPDI bahwa campak bukan penyakit baru sangat penting untuk mengurangi kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat. Banyak orang mengaitkan kemunculan kasus campak dengan wabah baru, padahal penyakit ini sudah lama ada dan bisa dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyoroti perlunya edukasi kesehatan yang lebih masif dan berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya tahu tentang penyakit, tetapi juga mampu membedakan antara campak, rubella, dan penyakit viral lain seperti Covid-19.

Selain itu, fokus pada vaksinasi massal harus terus ditingkatkan, terutama pada anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan. Lonjakan kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir mengindikasikan masih ada celah imunisasi yang harus diisi kembali. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kelompok dewasa, mengingat konferensi PAPDI menyoroti campak pada orang dewasa yang sering kali terlambat terdiagnosis dan berisiko komplikasi serius.

Ke depan, masyarakat harus terus diajak sadar pentingnya imunisasi dan deteksi dini gejala campak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Pemerintah dan organisasi kesehatan juga harus memperkuat sistem pengawasan dan edukasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Dengan langkah tepat, wabah campak yang masih berlangsung dapat dikendalikan sehingga tidak menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad