SDA Jaktim Keruk 400 Kubik Lumpur di Phb Sangkuriang untuk Cegah Banjir

Apr 1, 2026 - 14:10
 0  2
SDA Jaktim Keruk 400 Kubik Lumpur di Phb Sangkuriang untuk Cegah Banjir

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur (SDA Jaktim) melalui Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Cakung melakukan pengerukan besar-besaran sedimen lumpur dan sampah di Saluran Penghubung (Phb) Sangkuriang, sebagai langkah strategis mencegah potensi banjir di musim hujan.

Ad
Ad

Kepala Satpel SDA Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono, menyampaikan bahwa petugas berhasil mengangkat sekitar 400 meter kubik lumpur dan sampah dari saluran yang berlokasi di Jalan Al Falah, RT 01/02, Kelurahan Ujung Menteng. Proses pengerukan ini dilakukan guna mengantisipasi genangan air yang selama ini mengancam permukiman warga sekitar.

Pentingnya Pengerukan untuk Mengatasi Endapan Lumpur

Dian menjelaskan bahwa saluran tersebut sebelumnya mengalami penumpukan lumpur dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter, yang menyebabkan hambatan aliran air. Kondisi ini berisiko menimbulkan genangan bahkan banjir jika tidak segera ditangani.

"Kami membersihkan total sepanjang 80 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter," ujar Dian. Untuk pengerjaan ini, 11 petugas turun langsung ke dalam gorong-gorong menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, linggis, garpu, ember, dan karung plastik.

Proses pengerukan manual ini menunjukkan keseriusan pihak SDA Jaktim dalam mengembalikan fungsi optimal saluran air.

Pengelolaan Lumpur Hasil Pengerukan

Tidak semua lumpur yang dikeruk langsung dibuang begitu saja. Sebagian lumpur dimanfaatkan untuk pembuatan tanggul guna memperkuat bantaran saluran, sedangkan sisanya dibawa dan dibuang ke bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) sisi timur.

Pengerukan ini dimulai pada 25 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 10 April 2026. Meski menghadapi beberapa kendala di lapangan, pengerjaan terus berlangsung dengan semangat tinggi.

Kendala Pengerukan dan Imbauan Kepada Warga

Menurut Dian, salah satu hambatan utama adalah keberadaan bangunan yang berdiri di atas saluran air. Hal ini menyulitkan akses petugas sehingga memperlambat proses pengerukan dan dapat mengurangi efektivitas normalisasi saluran.

"Kami minta warga untuk tidak mengokupasi area saluran atau mendirikan bangunan di atasnya. Kalau sudah banjir, nanti kita semua yang merasakan dampaknya," tegas Dian.

Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga area saluran air agar tetap bersih dan bebas dari bangunan ilegal.

Manfaat Pengerukan untuk Lingkungan dan Warga

Dengan kapasitas aliran air yang kembali normal, diharapkan risiko genangan dan banjir dapat berkurang signifikan, terutama saat curah hujan tinggi. Selain itu, pengerukan ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitar Phb Sangkuriang.

  • Mempercepat aliran air agar tidak tergenang
  • Mengurangi risiko banjir di permukiman warga
  • Mengoptimalkan fungsi saluran air utama
  • Meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar

Upaya serupa juga dilakukan di berbagai titik lain di Jakarta Timur untuk mengantisipasi banjir. Untuk informasi lebih detail, Anda dapat membaca berita asli di ANTARA News.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengerukan lumpur di Phb Sangkuriang bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah krusial dalam mitigasi bencana banjir di Jakarta Timur yang rentan terdampak musim hujan. Penumpukan sedimentasi yang cukup tebal selama ini menjadi salah satu faktor utama terhambatnya aliran air, sehingga pengerukan ini bisa menjadi game-changer untuk menurunkan frekuensi banjir lokal.

Namun, kendala utama berupa bangunan ilegal di atas saluran air menunjukkan tantangan serius yang tidak hanya teknis, tetapi juga sosial dan regulasi. Penegakan aturan terkait penggunaan lahan saluran air harus diperkuat agar upaya normalisasi saluran dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Ke depan, penting bagi pemerintah daerah bersama masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap zona hijau saluran air. Jika tidak, risiko banjir yang merugikan masyarakat luas akan terus berulang meskipun sudah ada intervensi teknis seperti pengerukan ini.

Untuk itu, pembaca disarankan terus memantau update dari pihak berwenang terkait program pengendalian banjir di Jakarta Timur agar dapat berperan aktif menjaga lingkungan dan mempersiapkan diri menghadapi musim hujan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad