Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Setelah Israel Serang Lebanon, Ketegangan Memuncak

Apr 10, 2026 - 07:30
 0  4
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Setelah Israel Serang Lebanon, Ketegangan Memuncak

Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah gencatan senjata yang disepakati dengan Amerika Serikat (AS) dinilai telah dilanggar, terutama terkait serangan Israel ke Lebanon yang memicu kemarahan Tehran. Keputusan ini menjadi babak baru dalam ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Penutupan Selat Hormuz dan Pelanggaran Gencatan Senjata

Menurut laporan dari media Iran Fars News, penutupan Selat Hormuz dilakukan sebagai respons langsung atas serangan Israel ke Lebanon yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS. Israel pada Rabu (8/4) meluncurkan serangan besar-besaran yang menewaskan 254 orang dan melukai lebih dari 1000 lainnya di Lebanon, tindakan yang dipandang Iran sebagai pelanggaran serius.

"Israel melanggar gencatan senjata dengan membombardir Lebanon," tulis Fars News.

Iran menganggap bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup penghentian semua serangan ke Lebanon, sedangkan Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut. Ketidaksepahaman ini memicu ketegangan yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Jalur Alternatif Selat Hormuz Sebagai Antisipasi

Sebelum resmi menutup kembali jalur pelayaran strategis tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat mengumumkan jalur alternatif bagi kapal tanker untuk menghindari gangguan di Selat Hormuz. Menurut laporan Fars News, kapal dapat melewati utara Pulau Larak di Laut Oman untuk memasuki wilayah Teluk Persia, sedangkan jalur keluar melewati selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

Lokasi Pulau Larak yang dekat dengan daratan utama Iran memang sudah lama menjadi jalur alternatif kapal saat konflik AS-Iran berlangsung. IRGC mengindikasikan kemungkinan adanya ranjau anti kapal di jalur utama Selat Hormuz, sehingga jalur alternatif ini diberikan untuk menjaga keselamatan pelayaran.

"Mengingat kemungkinan adanya berbagai ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz, kami memberitahukan kepada semua kapal yang bermaksud melewati Selat Hormuz untuk mengikuti jalur alternatif," ujar IRGC disertai peta navigasi dan zona bahaya.

Peta navigasi yang dilampirkan menunjukkan rute kapal masuk harus melewati ruang sempit antara Pulau Larak dan Pulau Qeshm, sedangkan kapal keluar harus menghindari zona bahaya dengan mengitari sisi selatan kedua pulau tersebut.

Gencatan Senjata AS-Iran dan Dampaknya pada Selat Hormuz

Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata dengan Iran pada 7 April 2026. Pada 8 April, beberapa kapal berbendera Yunani dan Liberia berhasil melewati Selat Hormuz tanpa gangguan, menurut catatan Wall Street Journal. Namun, Iran menyampaikan niatnya untuk membatasi lalu lintas kapal menjadi hanya 12 kapal per hari dan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas.

Namun, serangan Israel ke Lebanon yang terjadi segera setelahnya membuat status Selat Hormuz kembali tidak pasti, memperburuk situasi kawasan. Penutupan jalur vital ini berpotensi mengganggu perdagangan minyak dunia mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama ekspor minyak dari Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penutupan Selat Hormuz oleh Iran bukan hanya reaksi atas pelanggaran gencatan senjata, tetapi juga sinyal kuat bahwa ketegangan antara Iran, Israel, dan AS masih sangat rentan dan berpotensi meluas. Langkah Iran ini bisa memicu krisis energi global mengingat peran strategis Selat Hormuz dalam arus minyak dunia. Selain itu, keputusan Iran membatasi jumlah kapal yang melintas serta mengenakan biaya dapat menjadi alat tekanan geopolitik.

Ketidakjelasan status gencatan senjata ini juga menunjukkan bahwa perjanjian yang dibuat masih rapuh dan mudah dipicu kembali oleh konflik di wilayah terkait, seperti Lebanon. Hal ini mengindikasikan bahwa diplomasi yang sedang berjalan membutuhkan penguatan dan pengawasan lebih ketat agar insiden serupa tidak terulang.

Kedepannya, penting bagi komunitas internasional untuk memantau situasi di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya, serta mendorong dialog yang konstruktif antara pihak-pihak yang terlibat agar stabilitas kawasan dapat terjaga. Gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz akan berdampak langsung pada ekonomi global, terutama harga minyak dan keamanan pelayaran internasional.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, pembaca dapat melihat langsung berita sumber di CNN Indonesia serta mengikuti laporan dari media internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad