KNKT Sebut Faktor Manusia dan Perawatan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Kendaraan Niaga

Apr 18, 2026 - 01:10
 0  3
KNKT Sebut Faktor Manusia dan Perawatan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Kendaraan Niaga

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap bahwa dua faktor utama yang menyebabkan maraknya kecelakaan kendaraan niaga di Indonesia adalah faktor manusia dan lalainya perawatan kendaraan operasional. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan niaga di berbagai wilayah Tanah Air.

Ad
Ad

Faktor Manusia Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Kendaraan Niaga

Menurut Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan, dari hasil investigasi yang dilakukan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan kendaraan niaga. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga memiliki pengaruh signifikan terhadap keselamatan berkendara.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh,”

Penjelasan tersebut mengindikasikan bahwa perilaku pengemudi, termasuk kesalahan dalam mengemudi dan pengabaian aturan keselamatan, menjadi masalah krusial yang harus segera diatasi.

Pentingnya Edukasi dan Pelatihan Berkala untuk Pengemudi

Menanggapi hal tersebut, Pieter Andre, Training Division Head HMSI, menegaskan bahwa pengemudi kendaraan niaga memegang tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan. Oleh karena itu, HMSI rutin mengadakan edukasi dan pelatihan keselamatan berkendara yang berkelanjutan bagi para driver.

“Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,”

Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan skill mengemudi, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya keselamatan dan tanggung jawab di jalan raya.

Peran Produsen dan Perusahaan dalam Perawatan Kendaraan

KNKT juga menyoroti perlunya ketegasan dari produsen dan perusahaan kendaraan niaga dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan secara berkala. Perawatan yang baik menjamin kendaraan selalu dalam kondisi laik jalan sehingga bisa mengurangi risiko kegagalan teknis yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Bayu Permana, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, menambahkan bahwa proses perekrutan pengemudi harus dilakukan secara selektif dan ketat untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kesalahan manusia.

“Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,”

Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis dari perusahaan untuk meningkatkan keselamatan melalui penguatan standar perawatan dan kompetensi teknis.

Kolaborasi Kunci Kurangi Angka Kecelakaan Kendaraan Niaga

Keberhasilan dalam menekan angka kecelakaan kendaraan niaga di Indonesia membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), regulator, dan operator transportasi. Sinergi ini penting untuk menyelaraskan regulasi, standar operasional, dan edukasi keselamatan.

Kolaborasi tersebut dapat mencakup:

  • Peningkatan pelatihan dan sertifikasi pengemudi
  • Penerapan standar perawatan kendaraan yang ketat
  • Penerapan teknologi keselamatan modern pada kendaraan niaga
  • Pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran keselamatan

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan KNKT ini menegaskan bahwa solusi menekan kecelakaan kendaraan niaga tidak hanya terletak pada satu aspek saja, melainkan harus menyeluruh dan terpadu. Faktor manusia, khususnya perilaku pengemudi, menjadi titik awal yang paling krusial. Tanpa pengemudi yang kompeten dan sadar keselamatan, upaya teknis seperti perawatan kendaraan tidak akan maksimal memberikan dampak positif.

Selanjutnya, peran perusahaan dan produsen kendaraan harus lebih proaktif dalam mengimplementasikan program perawatan yang ketat dan edukasi berkelanjutan. Hal ini bukan hanya tanggung jawab individual pengemudi, tetapi juga tanggung jawab korporasi dan pemerintah yang harus mengawasi pelaksanaannya.

Ke depan, kita perlu memperhatikan pengembangan teknologi keselamatan seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada kendaraan niaga serta penerapan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan lapangan. Masyarakat dan industri harus sama-sama mendorong budaya keselamatan yang holistik agar angka kecelakaan bisa ditekan secara signifikan.

Untuk informasi lebih detail, Anda dapat membaca langsung sumber lengkapnya di ANTARA News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad