China Puji Negara Afrika yang Blokir Penerbangan Presiden Taiwan, Ini Faktanya

Apr 23, 2026 - 13:35
 0  5
China Puji Negara Afrika yang Blokir Penerbangan Presiden Taiwan, Ini Faktanya

China memberikan pujian kepada tiga negara Afrika yang mencabut izin terbang pesawat Presiden Taiwan, Lai Ching-te, sehingga memaksa pembatalan kunjungan resmi ke Eswatini. Kejadian ini memicu ketegangan diplomatik dan sorotan internasional terkait hubungan rumit antara Beijing dan Taipei.

Ad
Ad

Presiden Taiwan Batal Kunjungan Eswatini Akibat Pencabutan Izin Terbang

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, awalnya dijadwalkan melakukan kunjungan ke Eswatini pada 22-26 April 2026. Eswatini merupakan satu-satunya negara di Afrika yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun, rencana kunjungan tersebut batal setelah tiga negara, yakni Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar, mencabut izin penerbangan pesawat kepresidenan Taiwan secara tiba-tiba.

Seorang pejabat Taiwan mengungkapkan bahwa pencabutan izin ini terjadi akibat tekanan kuat dari otoritas Cina, termasuk tekanan ekonomi. Langkah ini sangat berdampak pada upaya diplomasi Taiwan di Afrika, yang selama ini sudah terdesak karena sejumlah negara mulai mengalihkan dukungan ke Beijing.

China Puji Negara yang Blokir, Namun Bantah Tekanan Ekonomi

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, Beijing menyatakan sangat mengapresiasi sikap ketiga negara tersebut yang disebutnya tetap mendukung prinsip satu Cina. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tindakan negara-negara Afrika ini sejalan dengan norma dasar hubungan internasional.

"Negara-negara terkait mempertahankan dukungan terhadap prinsip satu Cina, sepenuhnya sejalan dengan norma dasar hubungan internasional, Cina menyatakan apresiasi yang tinggi," ujar Kementerian Luar Negeri China.

Meski memberikan pujian, Beijing membantah adanya tekanan ekonomi terhadap Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar. Namun, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China mengutip filsuf kuno Mencius, menyiratkan bahwa perjuangan Beijing dianggap adil dan mendapat dukungan luas.

Reaksi Taiwan dan Eswatini atas Insiden Blokir Penerbangan

Seychelles dan Madagaskar menjelaskan bahwa keputusan mereka berdasarkan tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat. Namun, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam keputusan tersebut sebagai "penghambaan kepada Cina" yang melanggar hak kedaulatan Taiwan.

"Republik Cina adalah negara berdaulat dengan hak untuk terlibat dengan dunia, hak yang tidak bisa disangkal dan tidak ada negara yang berwenang untuk menghalanginya," tegas kementerian tersebut.

Sementara itu, Eswatini menyatakan penyesalan atas batalnya kunjungan Presiden Lai. Juru bicara pemerintah Eswatini menegaskan bahwa insiden ini tidak akan mengubah status hubungan bilateral jangka panjang antara Eswatini dan Taiwan.

Reaksi Internasional dan Dampak Politik

Insiden ini terjadi saat pemimpin oposisi Taiwan, Cheng Li-wun dari Partai Kuomintang (KMT), baru saja bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing. Partai oposisi menekankan pentingnya agar China menahan diri dan memberi Taiwan ruang diplomatik yang lebih luas.

Anggota parlemen senior KMT, Lai Shyh-bao, mengkritik tekanan Beijing yang dinilai tidak tepat, terutama setelah pertemuan Cheng-Xi. Sementara itu, anggota parlemen Amerika Serikat juga menyuarakan keprihatinan mereka.

"Ini bukan diplomasi, ini adalah tekanan ekonomi yang bertujuan mengisolasi mitra demokratis," tulis Komite Khusus Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk China di platform X.

Situasi ini menambah kerumitan hubungan Taiwan-China dan menyoroti bagaimana Beijing terus menggunakan tekanan ekonomi dan diplomatik untuk melemahkan posisi Taiwan di panggung internasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah China memuji sekaligus membantah tekanan terhadap tiga negara Afrika ini adalah strategi diplomatik yang sengaja dimainkan Beijing untuk menunjukkan pengaruhnya tanpa harus mengakui secara terbuka intervensi keras. Ini mencerminkan pola yang sudah lama digunakan China dalam mengisolasi Taiwan secara diplomatik dengan cara yang halus namun efektif.

Selain itu, insiden ini memberikan gambaran jelas bahwa Taiwan menghadapi tantangan besar mempertahankan hubungan internasionalnya, terutama dengan negara-negara kecil yang rentan terhadap tekanan ekonomi dari China. Eswatini, sebagai salah satu sekutu terakhir Taiwan di Afrika, menjadi sangat strategis dan berpotensi menjadi titik kritis dalam persaingan geopolitik di kawasan.

Ke depan, pembaca perlu mengawasi bagaimana respons Taiwan serta komunitas internasional, khususnya negara-negara demokrasi seperti AS, dalam memberikan dukungan politik dan ekonomi agar Taiwan tidak semakin terisolasi. Langkah-langkah diplomatik dan sanksi terhadap praktik tekanan semacam ini juga patut diperhatikan sebagai bagian dari dinamika geopolitik Asia Timur dan Afrika.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, simak laporan lengkapnya di detikNews dan sumber berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad