Mojtaba Khamenei Wanti-wanti Perang Psikologis Musuh, Ajak Warga Iran Bersatu
Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, baru-baru ini mengeluarkan pesan serius yang mengingatkan masyarakat Iran akan bahaya perang psikologis atau psywar yang dilancarkan oleh musuh negara. Pesan ini menyoroti bagaimana operasi media dan propaganda lawan berpotensi menimbulkan perpecahan serta melemahkan semangat dan keamanan publik di Iran.
Ancaman Perang Psikologis dari Musuh Iran
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu Agency pada Jumat, 24 April 2026, Mojtaba menegaskan bahwa upaya musuh untuk memecah belah dan melemahkan kohesi sosial merupakan taktik sengaja yang harus diwaspadai. Ia menyatakan bahwa persatuan warga Iran yang luar biasa selama ini justru menjadi penghalang utama bagi musuh untuk mencapai tujuan mereka.
"Persatuan yang luar biasa di antara warga Iran menyebabkan perpecahan di antara pihak-pihak yang bermusuhan," tegas Mojtaba Khamenei.
Ia mendesak seluruh elemen masyarakat agar tetap waspada terhadap segala upaya yang mencoba mengeksploitasi kelengahan dan menjatuhkan moral bangsa. Menurutnya, memperkuat kohesi sosial dan nasional akan semakin melemahkan posisi musuh yang ingin menghancurkan stabilitas Iran.
Konflik Berkepanjangan dan Narasi Perlawanan
Pesan Mojtaba Khamenei ini bukan kali pertama disuarakan oleh pejabat tinggi Iran, terutama saat ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat. Kedua negara ini kerap disebut sebagai musuh utama Iran dalam narasi resmi Teheran.
Ketegangan memuncak setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, ayah Mojtaba. Balasan Iran pun dilakukan secara cepat dan keras, termasuk serangan terhadap target militer Israel dan AS di kawasan Teluk.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperketat pengawasan dan pembatasan akses kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel, sebagai langkah strategis menekan pengaruh kedua negara di wilayah Timur Tengah.
Seruan Persatuan Nasional dalam Situasi Krisis
Dalam konteks ini, seruan Mojtaba untuk memperkuat persatuan nasional dianggap sangat penting. Ia mengingatkan bahwa perpecahan internal akan menjadi celah bagi musuh untuk mendominasi dan melemahkan Iran dari dalam.
- Memperkuat solidaritas sosial dan politik di kalangan warga Iran.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap propaganda dan operasi media lawan.
- Mendorong dukungan penuh terhadap upaya pertahanan nasional dan keamanan publik.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perang bukan hanya soal senjata fisik, tetapi juga pertempuran ideologi dan psikologis yang dapat berdampak serius terhadap stabilitas negara.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pesan Mojtaba Khamenei mencerminkan kondisi geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait dinamika konflik Iran dengan AS dan Israel. Perang psikologis yang disebutkan bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari strategi hybrid warfare yang menggabungkan serangan media, disinformasi, dan tekanan psikologis untuk melemahkan musuh tanpa harus bertempur langsung.
Seruan persatuan ini penting karena ketegangan internal bisa menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh kekuatan asing. Dalam konteks ini, masyarakat Iran perlu memahami bahwa selain ancaman militer, perang informasi dan psikologis harus dihadapi dengan sikap kritis dan solidaritas tinggi.
Ke depan, dinamika hubungan Iran dengan AS dan Israel kemungkinan akan terus bergejolak, terutama dengan posisi strategis Iran di Timur Tengah. Pemantauan dan pemahaman terhadap perkembangan perang psikologis ini menjadi kunci agar publik tidak terjebak dalam propaganda yang bisa memecah belah bangsa.
Untuk informasi lebih lengkap, lihat artikel asli di CNN Indonesia dan berita terkait dari BBC Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0