Tips Guru Besar FKUI Agar GERD Tidak Kambuh Saat Mudik Lebaran 2026
Setiap menjelang mudik Lebaran, masyarakat dengan riwayat penyakit lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag perlu lebih waspada agar kondisi kesehatannya tidak memburuk. Perjalanan jauh, pola makan yang tidak teratur, serta stres akibat kemacetan menjadi faktor utama yang dapat memicu kambuhnya keluhan lambung selama mudik.
Persiapan Penting Agar GERD Tidak Kambuh Saat Mudik
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus dokter di Primaya Hospital Kelapa Gading, memberikan sejumlah tips penting bagi para pemudik yang memiliki riwayat penyakit lambung.
Menurut Prof. Ari, pemudik sebaiknya tidak melakukan perjalanan dalam kondisi perut kosong karena hal ini dapat meningkatkan produksi asam lambung yang memicu GERD kambuh. "Kalau mau tetap mudik ya di malam hari artinya tidak kondisi puasa. Soalnya kalau di siang hari, energi terkuras," ujarnya dalam temu media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Membawa Makanan dan Obat Pribadi
Selain waktu perjalanan, kualitas makanan yang dikonsumsi juga sangat berpengaruh. Prof. Ari menyarankan agar pemudik membawa bekal makanan dari rumah agar terjamin kebersihan dan kandungan nutrisinya, dibandingkan membeli makanan di perjalanan yang belum tentu aman bagi lambung.
Selain itu, pemudik disarankan membawa obat-obatan pribadi, khususnya obat yang dapat menetralkan asam lambung sebagai antisipasi jika gejala kambuh terjadi. Hal ini penting agar keluhan lambung dapat segera diatasi dan tidak bertambah parah.
Strategi Mengurangi Stres Selama Perjalanan
Perjalanan mudik yang panjang dan macet sering memicu stres, yang juga dapat memperburuk kondisi lambung. Prof. Ari menyarankan agar pemudik menyiapkan aktivitas pengalih seperti menggunakan gadget, mendengarkan musik, atau menonton hiburan untuk mengurangi rasa stres selama perjalanan.
"Dan kemudian mesti siap, pasti kondisi macet. Gadget-nya atau powerbank sehingga ada aktivitas dan stresnya berkurang," tambahnya.
Risiko Kambuh Setelah Lebaran
Selain saat perjalanan, risiko kambuh penyakit lambung juga meningkat setelah Lebaran. Banyak orang yang sebelumnya menjaga pola makan menjadi 'balas dendam' dengan mengonsumsi makanan berlebihan yang mengandung cokelat, keju, dan santan. Makanan-makanan ini dikenal dapat memicu gangguan lambung seperti GERD dan maag.
Akibatnya, rumah sakit di berbagai daerah kerap mengalami lonjakan kunjungan pasien dengan keluhan lambung pada minggu pertama setelah Lebaran, terutama karena masyarakat masih berada di kampung halaman dan tidak segera melakukan penanganan medis yang tepat.
Pahami Gejala dan Faktor Risiko GERD
GERD umumnya ditandai dengan gejala seperti:
- Sensasi terbakar di dada atau heartburn
- Nyeri dada
- Rasa pahit di mulut
Kondisi ini dapat menjadi lebih parah pada orang dengan faktor risiko tertentu, seperti usia di atas 40 tahun, kebiasaan merokok, dan obesitas dengan indeks massa tubuh lebih dari 30.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, tips yang disampaikan oleh Prof. Ari Fahrial Syam sangat krusial untuk diikuti, terutama karena mudik Lebaran adalah momen dengan risiko kesehatan tinggi bagi penderita penyakit lambung. Perjalanan panjang dan perubahan pola makan selama Lebaran merupakan pemicu utama kambuhnya GERD.
Namun, yang sering luput dari perhatian adalah pentingnya manajemen stres selama perjalanan. Stres dapat memperparah produksi asam lambung dan menurunkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, strategi untuk mengurangi stres seperti membawa hiburan dan menyiapkan bekal makanan bukan hanya soal kenyamanan, melainkan sebuah kebutuhan medis.
Ke depan, masyarakat dengan penyakit lambung harus semakin sadar dan proaktif dalam mengelola kondisi kesehatannya selama mudik. Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan juga sebaiknya meningkatkan edukasi dan fasilitas pendukung agar mudik tetap aman bagi semua kalangan, termasuk penderita penyakit kronis seperti GERD.
Dengan persiapan matang dan kesadaran tinggi, mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar tanpa mengorbankan kesehatan lambung. Tetap ikuti informasi kesehatan terbaru agar perjalanan dan momen Lebaran Anda tetap menyenangkan dan sehat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0