Dua Eks PM Israel Bentuk Koalisi Baru untuk Gulingkan Netanyahu Jelang Pemilu

Apr 27, 2026 - 11:53
 0  3
Dua Eks PM Israel Bentuk Koalisi Baru untuk Gulingkan Netanyahu Jelang Pemilu

Jakarta, CNN Indonesia – Dua mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi membentuk koalisi baru yang dinamai Together untuk menghadapi pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026. Langkah ini menjadi strategi utama untuk menggulingkan kekuasaan Perdana Menteri saat ini, Benjamin Netanyahu.

Ad
Ad

Koalisi Together: Upaya Bersama Menantang Netanyahu

Bennett, yang dikenal sebagai tokoh berhaluan kanan, dan Lapid, pemimpin partai tengah Yesh Atid, mengumumkan penggabungan partai mereka dalam sebuah konferensi pers bersama pada Minggu (26/4). Dalam kesempatan itu, Lapid menegaskan pentingnya perubahan arah bagi masa depan Israel.

"Kita berdiri di sini bersama demi anak-anak kita. Negara Israel harus mengubah arah,"

Bennett menambahkan, partai baru ini akan dipimpin olehnya dan bertujuan mengakhiri dominasi Netanyahu setelah lebih dari 30 tahun berkuasa.

"Sudah saatnya berpisah dengan Netanyahu dan membuka babak baru bagi Israel,"

Reaksi Netanyahu dan Dinamika Politik Israel

Menanggapi koalisi ini, Netanyahu tidak menunjukkan kekhawatiran berarti. Ia mengunggah foto Bennett dan Lapid bersama Mansour Abbas, ketua partai Arab Ra'am, yang pernah berkoalisi pada tahun 2021.

"Mereka pernah melakukannya sekali, mereka akan melakukannya lagi,"

Netanyahu mengindikasikan kemungkinan terulangnya koalisi serupa yang pernah terbentuk namun runtuh kurang dari 18 bulan karena perbedaan pandangan, terutama terkait masalah Palestina. Bennett dan Lapid sendiri pernah menjadi bagian pemerintahan Netanyahu pada 2013 sebelum kemudian berpisah dan membentuk koalisi baru pada 2021.

Latar Belakang Politik dan Tantangan Netanyahu

Sejak masa jabatan pertamanya di era 1990-an, Netanyahu menjadi sosok yang kontroversial dan tangguh di kancah politik Israel dan internasional. Pada pemilu 2022, ia berhasil membentuk pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel, yang tetap solid meskipun menghadapi berbagai masalah.

Namun, posisi Netanyahu mulai goyah setelah serangan mendadak Hamas pada Oktober 2023 yang memicu agresi keras Israel ke wilayah Palestina. Hal ini memengaruhi persepsi publik dan mendasari pembentukan koalisi baru oleh Bennett dan Lapid.

Survei dan Prediksi Pemilu 2026

Menurut jajak pendapat yang dirilis Times of Israel pada 19 Maret 2026, partai Likud pimpinan Netanyahu diprediksi memperoleh 28 kursi dari 120 kursi Knesset, turun dari 34 kursi sebelumnya. Namun, koalisi sayap kanan yang dipimpin Likud diperkirakan hanya mengamankan 51 kursi, kurang dari mayoritas.

Sementara itu, survei N12 News Israel menunjukkan bahwa partai Yair Lapid diprediksi turun drastis dari 24 kursi menjadi hanya tujuh kursi, dan koalisi Netanyahu diprediksi menguasai 50 kursi. Di sisi lain, koalisi Bennett-Lapid yang berpotensi menggabungkan beberapa faksi kecil diperkirakan bisa merebut 60 kursi, membuka peluang penggulingan Netanyahu.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kemunculan koalisi Together yang dipimpin oleh dua mantan PM ini merupakan indikasi nyata bahwa dinamika politik Israel sedang memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian. Penggabungan kekuatan Bennett dan Lapid mencerminkan keinginan kuat untuk mengakhiri era Netanyahu yang telah mendominasi lebih dari tiga dekade.

Namun, tantangan terbesar tetap pada kesolidan koalisi ini, mengingat perbedaan pandangan yang sempat menyebabkan keretakan di masa lalu, terutama terkait isu Palestina yang sangat sensitif dan menjadi pemicu konflik internal. Jika koalisi ini berhasil mengatasi perbedaan tersebut, maka mereka bisa menjadi kekuatan penyeimbang yang mampu merubah peta politik Israel.

Ke depan, publik dan pengamat harus mengawasi dengan seksama bagaimana strategi kampanye dan negosiasi koalisi ini, serta reaksi dari Netanyahu dan partainya yang selama ini dikenal sangat tangguh dan berpengalaman. Pemilu 2026 bisa menjadi titik balik yang menentukan arah masa depan Israel, khususnya dalam konteks hubungan Israel-Palestina dan politik domestik yang semakin kompleks.

Untuk perkembangan terbaru dan analisis mendalam seputar politik Israel, terus ikuti berita dari sumber terpercaya seperti CNN Indonesia dan media internasional lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad