Kedekatan Palestina-Spanyol Terungkap: Dari Pengakuan Negara hingga Dukungan di Piala Dunia 2026

Jul 14, 2026 - 15:41
 0  2
Kedekatan Palestina-Spanyol Terungkap: Dari Pengakuan Negara hingga Dukungan di Piala Dunia 2026

Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya soal persaingan di lapangan hijau, tetapi juga mencerminkan kedekatan emosional dan politik antarnegara yang mendukung timnas masing-masing. Salah satu hubungan yang menarik perhatian adalah antara Palestina dan Spanyol. Warga Palestina di Gaza memberikan dukungan kuat kepada timnas Spanyol, yang dikenal sebagai La Roja, terutama saat Spanyol memasuki babak semifinal.

Ad
Ad

Dukungan Warga Gaza kepada Spanyol di Piala Dunia

Spanyol dijadwalkan bertanding melawan timnas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB. Sejak fase grup, dukungan warga Gaza terhadap Spanyol sudah sangat terasa. Pada pertandingan melawan Arab Saudi, misalnya, para penggemar sepak bola di Gaza ramai-ramai memberikan sorakan untuk Spanyol.

Di sebuah kafe kecil di Kota Gaza, warga berkumpul di sekitar layar proyektor sederhana untuk menyaksikan pertandingan penting tersebut. Sorakan gembira pecah ketika Lamine Yamal, pemain muda berusia 18 tahun, membuka skor untuk Spanyol di menit ke-10. Yamal bahkan pernah mengibarkan bendera Palestina saat merayakan kemenangan klubnya, yang semakin menguatkan ikatan emosional ini.

Pengakuan Negara Palestina oleh Spanyol

Dukungan warga Palestina terhadap Spanyol bukan semata karena prestasi di lapangan. Ada dimensi politik dan kemanusiaan yang mendasari, terutama sikap Spanyol terhadap konflik Israel-Palestina. Selama perang di Gaza yang menewaskan hampir 73.000 warga Palestina, Spanyol menunjukkan sikap yang mendukung kemerdekaan Palestina.

Sebuah studi oleh Elcano Royal Institute pada Mei 2024 mengungkap bahwa 78% warga Spanyol mendukung pengakuan negara Palestina yang berdaulat. Ini menjadi pandangan mayoritas lintas partai politik di Spanyol. Meski begitu, masyarakat Spanyol mampu membedakan konflik jangka panjang dengan peristiwa terbaru di Gaza; sekitar 48% menilai kedua belah pihak, Israel dan Palestina, sama-sama bertanggung jawab atas konflik yang berlanjut, sementara sisanya menganggap Israel sebagai pihak yang memulai situasi ini.

Presiden Spanyol Pedro Sánchez secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap negara Palestina pada Mei 2024 di Majelis Rendah Parlemen, menegaskan bahwa pengakuan ini bukan hanya soal keadilan historis, tapi juga kebutuhan mendesak untuk perdamaian.

"Pengakuan terhadap Negara Palestina bukan hanya masalah keadilan historis terhadap aspirasi sah rakyat Palestina. Ini juga merupakan kebutuhan mendesak jika kita semua ingin mencapai perdamaian," ujar Pedro Sánchez.

Presiden Sánchez menegaskan bahwa negara Palestina harus bertahan dengan wilayah Tepi Barat dan Gaza yang dihubungkan oleh koridor, serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, di bawah pemerintahan sah Otoritas Nasional Palestina.

Sejarah dan Hubungan Panjang Spanyol-Palestina

Hubungan Spanyol dan Palestina bukanlah sesuatu yang baru. Menurut laporan CNN Indonesia dan catatan dari media Prancis Le Monde, kedekatan ini berakar dari sejarah panjang. Raja Franco memiliki hubungan dengan para pemimpin militer Afrika dan Arab pada masa protektorat Franco-Spanyol di Maroko (1912-1956).

Selain itu, ada rasa nostalgia di kalangan Arab terhadap masa kejayaan Al-Andalus, wilayah Iberia yang pernah berada di bawah kekuasaan Islam antara tahun 711 hingga 1492. Ketidaksukaan rezim Franco terhadap Inggris dan Prancis juga selaras dengan sentimen di Afrika dan Timur Tengah.

Monarki Arab pun menjadi mitra penting bagi Spanyol, menyediakan sumber daya vital seperti minyak dan makanan, serta mendukung Spanyol agar diterima dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1955. Mereka juga berperan sebagai perantara dalam memperbaiki hubungan Spanyol dengan Amerika Serikat dan mengakhiri isolasi Spanyol pasca perang saudara.

Sejak kunjungan Raja Abdullah I dari Yordania pada 1949, hubungan lama ini terus terjaga hingga kini dan menjadi landasan bagi dukungan dan pengakuan Spanyol terhadap Palestina.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kedekatan antara Palestina dan Spanyol yang terwujud melalui dukungan di Piala Dunia dan pengakuan negara bukan hanya simbolis, melainkan sebuah statement politik dan kemanusiaan yang kuat. Dalam konteks konflik Israel-Palestina yang terus berlanjut, sikap Spanyol ini menjadi contoh bagaimana olahraga bisa menjadi medium diplomasi lunak yang menghubungkan rakyat dan negara.

Lebih jauh, pengakuan resmi negara Palestina oleh Spanyol membuka peluang diplomatik bagi negara-negara Eropa lain untuk mengikuti langkah serupa. Ini dapat memperkuat tekanan internasional agar solusi damai dan pengakuan hak-hak Palestina menjadi prioritas global.

Ke depan, sangat penting untuk mengamati bagaimana dukungan emosional ini berdampak pada kebijakan luar negeri Spanyol dan hubungan dengan negara-negara lain di Timur Tengah. Piala Dunia 2026 pun menjadi panggung yang menghadirkan bukan hanya pertandingan olahraga, tapi juga narasi politik yang mendalam.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkap di CNN Indonesia dan berita terkait di Le Monde.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad