Konflik Saudi vs Houthi Memanas Saat Perang AS-Iran Kembali Berkobar

Jul 14, 2026 - 22:30
 0  2
Konflik Saudi vs Houthi Memanas Saat Perang AS-Iran Kembali Berkobar

Arab Saudi dan milisi Houthi di Yaman kembali terlibat konflik sengit dengan saling melancarkan serangan udara di tengah memburuknya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana pertikaian regional yang sudah lama berlangsung kembali memanas seiring dengan eskalasi perang besar yang melibatkan kekuatan global.

Ad
Ad

Latarnya Serangan Udara Saudi dan Houthi

Milisi Houthi, yang merupakan sekutu Iran dan menguasai sebagian besar wilayah Yaman termasuk ibu kota Sanaa, menembakkan rudal ke wilayah Arab Saudi setelah menuduh Riyadh melakukan pengeboman terhadap landasan pacu Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7). Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa mereka menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi sebagai balasan atas serangan tersebut.

"Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan rudal balistik dan drone," ujar Saree dalam pernyataan videonya yang dikutip AFP.

Serangan ini menjadi yang pertama dilakukan Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata informal pada Maret 2022 usai serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi. Kelompok itu menilai serangan terbaru Saudi sebagai "agresi terang-terangan" yang mengakhiri masa de-eskalasi dan mengancam maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Saudi sampai pengepungan Bandara Sanaa dicabut.

Konflik Berkepanjangan di Yaman dan Peran Saudi serta Iran

Perang Yaman yang sudah berlangsung sejak 2015 melibatkan koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintahan resmi Yaman di Aden, sementara Houthi yang didukung Iran menguasai wilayah utara dan ibu kota Sanaa. Intervensi Saudi dimulai setelah Houthi merebut Sanaa dan menggulingkan pemerintah yang diakui internasional.

Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah, dengan pengungsian massal, kerusakan infrastruktur, dan kelaparan yang melanda negara termiskin di Semenanjung Arab tersebut. PBB menyebutnya sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Memanasnya Ketegangan Akibat Penerbangan Maskapai Iran ke Sanaa

Bentrokan terbaru dipicu oleh kedatangan pesawat Mahan Air, maskapai Iran yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang mendarat di Sanaa untuk menjemput delegasi Houthi menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Penerbangan langsung dari Iran ke Sanaa sudah terblokir selama lebih dari satu dekade oleh Saudi karena kekhawatiran pengiriman senjata dan penasihat militer.

Peristiwa ini dianggap tidak biasa dan memicu ketegangan baru. Menurut pejabat AS yang dikutip Reuters, Mahan Air sudah masuk dalam daftar sanksi AS karena hubungan dengan IRGC.

Houthi mengklaim jet tempur Saudi berusaha menghalangi pendaratan pesawat tersebut namun gagal. Setelah Saudi membombardir Bandara Sanaa saat pesawat itu kembali, jet itu terpaksa mendarat di Al Hudaydah. Pejabat AS menuduh pesawat tersebut membawa senjata, komponen rudal, dan tenaga ahli militer untuk Houthi.

Reaksi Balasan dan Dampaknya

  • Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Abha di wilayah barat daya Arab Saudi sebagai balasan.
  • Kelompok militan memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak melintasi wilayah udara Arab Saudi sampai blokade Bandara Sanaa dicabut.
  • Kondisi ini menandai berakhirnya periode de-eskalasi dan membuka kemungkinan terjadinya pertikaian militer yang lebih luas di kawasan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, eskalasi konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi ini bukan hanya sekadar pertikaian bilateral, melainkan juga cerminan dari ketegangan geopolitik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Insiden penerbangan Mahan Air yang berafiliasi dengan IRGC ke Sanaa menjadi pemicu langsung, tapi akar permasalahan terletak pada perebutan pengaruh di Timur Tengah dan dukungan militer berlapis antar pihak.

Konflik ini berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman yang sudah kritis dan berisiko menarik negara-negara lain ke dalam pertikaian regional yang lebih besar. Selain itu, serangan dan blokade udara dapat mengganggu operasi penerbangan sipil serta memperpanjang penderitaan warga sipil.

Pemantauan ketat akan perkembangan konflik ini penting dilakukan karena akan sangat menentukan stabilitas kawasan dan hubungan diplomatik antara kekuatan besar dunia. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini mengenai situasi ini, pembaca dapat merujuk pada laporan resmi seperti dari CNN Indonesia dan media internasional terpercaya.

Ke depan, langkah diplomasi yang lebih intensif dan upaya perdamaian menjadi kunci jika ingin menghindari perluasan peperangan yang berdampak luas pada keamanan global dan kehidupan masyarakat di kawasan Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad