ABK Fandi Curiga Kardus Sabu Berisi Bom, Terungkap di Rapat DPR

Mar 2, 2026 - 04:34
 0  6
ABK Fandi Curiga Kardus Sabu Berisi Bom, Terungkap di Rapat DPR

Jakarta, CNN Indonesia – Dalam rapat di Komisi III DPR, Nirwana, ibu dari Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) Sea Dragon yang kini menghadapi tuntutan hukuman mati, mengungkapkan kisah mengejutkan tentang kecurigaan anaknya terhadap kardus-kardus yang dia bantu angkut ke kapal.

Ad
Ad

Fandi sempat meyakini kardus-kardus tersebut bukan berisi narkoba, melainkan bom. Kisah tersebut disampaikan Nirwana saat audiensi di DPR pada Kamis (26/2), didampingi suami, tim kuasa hukum, serta advokat senior Hotman Paris Hutapea.

"Ini tak betul lagi, masa kapalnya bawa ini, kotak-kotak, ini tak betul lagi. Mana tahu isinya bom," ujar Nirwana menirukan ucapan Fandi saat itu.

Kronologi Fandi Jadi ABK dan Awal Kecurigaan

Nirwana bercerita secara detail bagaimana Fandi awalnya melamar sebagai ABK di sebuah kapal kargo di Thailand. Namun, setelah menunggu selama tiga hari, kapten kapal mengabari adanya perubahan kapal dari kargo menjadi tanker yang membawa minyak.

Beberapa hari setelah keberangkatan, Nirwana mendengar kabar penangkapan Fandi saat penggerebekan kapal tanker di Karimun yang diduga membawa narkoba. Namun, menurut Nirwana, Fandi sama sekali tidak mengetahui jika kapal yang dinaikinya mengangkut sabu.

"Fandi sempat bertanya kepada teman sesama ABK saat diminta kapten mengangkat kardus-kardus ke kapal," kata Nirwana. Dia menirukan percakapan anaknya:

"Begitu saya angkat, saya udah enggak enak. Saya bilang sama kawan, kok ini barangnya, tapi kita mau bawa minyak. Kalian enggak curiga?"
"Kenapa, Ndi?"
"Ini tak betul lagi, masa kapalnya bawa kotak-kotak."

Pengakuan Kapten Kapal dalam Persidangan

Menurut Hotman Paris yang hadir dalam rapat tersebut, cerita Fandi ini ternyata juga diakui oleh kapten kapal dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam.

"Dalam persidangan, ucapan anak ibu diakui si kapten. Ditanya di sidang, si kapten maupun wakilnya mengakui memang si anak ini bertanya, ini apa?" ujar Hotman.

Namun, kapten kapal menjawab bahwa kardus tersebut berisi emas dan uang. Hotman menyatakan bahwa pengakuan itu diragukan karena dengan nilai sabu mencapai Rp4 triliun, sangat tidak mungkin kapten tidak mengetahui muatan sebenarnya.

"Bagaimana mungkin Rp4 triliun, dia tidak tahu dipercaya oleh si pemilik kapal?" tegas Hotman.

Implikasi Kasus dan Tuntutan Hukuman Mati

Kisah ini menambah kompleksitas kasus Fandi yang kini tengah menghadapi tuntutan hukuman mati atas dugaan penyelundupan narkoba. Berbagai pihak mempertanyakan apakah Fandi benar-benar mengetahui muatan narkoba tersebut atau hanya menjadi korban dalam jaringan besar penyelundupan.

  • Fandi awalnya melamar menjadi ABK kapal kargo, bukan tanker narkoba
  • Perubahan kapal menjadi tanker minyak terjadi tanpa sepengetahuan ABK
  • Fandi sempat curiga kardus yang diangkat bukan barang biasa
  • Kapten kapal mengaku muatan kardus berisi emas dan uang dalam sidang
  • Nilai sabu mencapai Rp4 triliun, menimbulkan pertanyaan tentang kesadaran kapten

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan kecurigaan Fandi bahwa kardus sabu yang diangkutnya mungkin berisi bom, bukan narkoba, memberikan gambaran betapa rumitnya posisi ABK dalam kasus ini. Fandi tampak sebagai sosok yang dibawa dalam situasi yang tidak sepenuhnya ia pahami, yang menimbulkan simpati sekaligus pertanyaan tentang keadilan penegakan hukum.

Kisah ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai tanggung jawab kapten kapal dan pemilik kapal dalam kasus penyelundupan narkoba. Jika benar kapten mengetahui muatan, maka pertanggungjawaban hukum harus ditegakkan secara adil, bukan hanya menjerat ABK yang mungkin tidak memiliki pilihan lain.

Ke depan, publik dan penegak hukum perlu mengawal kasus ini dengan ketat, memastikan tidak ada penyalahgunaan proses hukum dan perlindungan hak asasi manusia bisa dijunjung tinggi. Kasus ini juga menjadi cermin pentingnya edukasi dan perlindungan bagi pekerja migran dan ABK agar tidak menjadi korban kejahatan terorganisir.

Simak terus perkembangan terbaru kasus ini di media terpercaya untuk mendapatkan informasi terkini dan analisis mendalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad