Plastik Mahal Imbas Perang, Pemerintah Cari Pemasok Baru untuk Stabilkan Pasar

Apr 2, 2026 - 12:30
 0  4
Plastik Mahal Imbas Perang, Pemerintah Cari Pemasok Baru untuk Stabilkan Pasar

Harga plastik yang melonjak tajam di Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari dampak konflik global, khususnya perang di Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku utama, yakni nafta. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjelaskan bahwa Indonesia sangat bergantung pada impor bahan baku plastik dari kawasan tersebut, sekitar 60 persen kebutuhan nafta berasal dari Timur Tengah.

Ad
Ad

"Ini bagian dari dampak dari perang ya. Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah nafta. Nafta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

Ketergantungan Impor dan Dampaknya pada Industri Plastik

Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik membuat negara ikut terdampak saat terjadi gangguan produksi dan distribusi di Timur Tengah. Gangguan tersebut menyebabkan harga plastik di pasar domestik melonjak signifikan, yang kemudian dirasakan langsung oleh pelaku industri dan pedagang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor plastik dan produk plastik di Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun (kurs Rp17 ribu per dolar AS), menandakan ketergantungan masih sangat tinggi. Selain itu, penutupan Selat Hormuz dan meningkatnya biaya logistik serta energi akibat konflik memperparah kondisi pasokan global.

Pemerintah Cari Alternatif Pemasok Baru

Untuk meredam dampak kenaikan harga dan menjaga ketersediaan bahan baku, pemerintah mulai melakukan upaya strategis dengan mencari alternatif pemasok dari negara lain. Budi menyebut Indonesia sudah melakukan pendekatan ke negara-negara seperti Afrika, India, dan Amerika.

"Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika. Memang ini butuh waktu ya, karena kan tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain," tutur Mendag.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pelaku industri serta perwakilan Indonesia di luar negeri untuk membuka akses kepada supplier baru. Langkah ini penting karena gangguan pasokan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami negara-negara lain seperti Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.

Dampak Kenaikan Harga Plastik pada Industri dan Konsumen

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman, memaparkan bahwa kenaikan harga bahan baku, energi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi tekanan besar bagi industri plastik nasional.

"Dampaknya sangat luar biasa. Kenaikan nilai tukar dan energi sangat berat buat industri karena banyak yang harus beli dalam dolar AS," ujar Adhi.

Industri hulu plastik di dalam negeri terpaksa menurunkan produksi hingga sekitar sepertiga kapasitasnya akibat kelangkaan bahan baku. Harga plastik di tingkat pedagang bahkan dilaporkan naik hingga 100 persen karena stok terbatas dan permintaan tetap tinggi.

  • Kenaikan harga plastik mencapai sekitar Rp6.000 per pak
  • Harga naik dari Rp17 ribu menjadi Rp23 ribu per pak sebelum Lebaran
  • Biaya operasional pelaku usaha meningkat tajam
  • Margin keuntungan pelaku usaha kecil dan menengah tergerus

Keluhan serupa juga disampaikan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau pasar. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga plastik dirasakan hampir oleh seluruh pedagang dan sifatnya melonjak, bukan sekadar naik biasa.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, situasi kenaikan harga plastik ini merupakan warning signal bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku dari satu kawasan geopolitik yang rentan konflik. Ketergantungan yang tinggi pada bahan baku dari Timur Tengah membuat industri nasional sangat rentan terhadap gejolak global yang tidak dapat diprediksi.

Upaya pemerintah mencari pemasok alternatif dari Afrika, India, dan Amerika merupakan langkah yang tepat, namun prosesnya tidak bisa instan dan memerlukan waktu adaptasi. Selama periode transisi ini, industri dan konsumen harus bersiap menghadapi fluktuasi harga yang mungkin masih terus berlanjut.

Ke depan, pemerintah dan pelaku industri perlu mempercepat pengembangan bahan baku plastik substitusi dan teknologi produksi dalam negeri yang lebih mandiri. Ini bisa menjadi solusi jangka panjang agar ketahanan industri plastik nasional tidak lagi tergantung pada dinamika geopolitik dunia.

Untuk berita terbaru dan perkembangan situasi pasokan bahan baku plastik, terus pantau update dari sumber resmi seperti CNN Indonesia dan laporan resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad