Iran Tuduh AS dan Israel Lakukan Genosida lewat Serangan ke Sekolah 2026
Iran secara tegas menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan genosida melalui serangan yang menargetkan secara sengaja sekolah dan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Iran. Tuduhan ini muncul menyusul gelombang serangan besar yang terjadi selama sebulan terakhir, yang menyebabkan ribuan korban, terutama anak-anak dan guru di dalam sekolah.
Menurut pernyataan resmi yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, lebih dari 600 sekolah dan fasilitas pendidikan di seluruh Iran menjadi sasaran serangan AS dan Israel sejak akhir Februari 2026. Salah satu insiden paling tragis adalah pemboman Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab, Hormozgan, pada 5 Maret 2026 yang menewaskan lebih dari 160 anak dan menjadi simbol kekejaman dalam konflik ini.
Tuduhan Genosida dan Kejahatan Perang
Dalam unggahan di platform X pada 1 April 2026, Baqaei menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar kejahatan perang biasa, melainkan bagian dari pola perang ilegal yang sistematis dan brutal terhadap bangsa Iran. Ia menyebut istilah kejahatan perang tidak cukup untuk menggambarkan skala kekejaman yang terjadi.
"Ini bukan tindakan kekejaman yang terisolasi – ini adalah bagian dari pola perang ilegal yang sistematis dan brutal terhadap Iran," tulis Baqaei. "Kejahatan ini sama dengan genosida, mengingat retorika permusuhan yang jelas dari pejabat AS dan Israel terhadap bangsa Iran."
Serangan ini dimulai pada 28 Februari 2026 dengan serangan besar-besaran di pusat-pusat kota, termasuk pemboman sekolah dasar Shajareh Tayyebeh yang menewaskan 175 orang, dengan lebih dari 160 anak-anak menjadi korban jiwa.
Reaksi dan Penyelidikan AS
Awalnya, pejabat AS dan Israel saling memberikan bantahan dan penjelasan yang bertentangan terkait serangan ini. Bahkan Presiden AS saat itu, Donald Trump, menyatakan serangan tersebut dilakukan oleh Iran, sebuah klaim yang kemudian dipertanyakan oleh banyak pihak.
Namun, Pentagon akhirnya membuka penyelidikan resmi. Laporan awal mengungkapkan bahwa serangan tersebut dilakukan berdasarkan "data penargetan yang sudah usang" yang salah mengklasifikasikan sekolah Shajareh Tayyebeh sebagai bagian dari kompleks militer terdekat. Kesalahan ini menyebabkan serangan langsung ke fasilitas pendidikan sipil.
Pada hari yang sama dengan serangan di Minab, sebuah sekolah dan aula olahraga di kota Lamerd, wilayah selatan Iran, juga menjadi sasaran serangan yang menewaskan 21 orang.
Dampak Serangan dan Situasi di Iran
Serangan yang menargetkan fasilitas pendidikan ini menimbulkan duka mendalam dan kemarahan luas di Iran dan komunitas internasional. Tidak hanya mengakibatkan korban jiwa yang besar, serangan ini juga merusak infrastruktur pendidikan yang sangat penting bagi masa depan generasi muda Iran.
- Lebih dari 600 fasilitas pendidikan rusak atau hancur.
- Ratusan anak-anak dan guru meninggal dunia dalam serangan.
- Kerusakan jangka panjang pada sistem pendidikan di berbagai wilayah.
- Ketegangan diplomatik yang semakin memanas antara Iran, AS, dan Israel.
Menurut laporan SINDOnews, serangan ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Iran dan aliansi AS-Israel yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, tuduhan genosida yang dilontarkan Iran bukan hanya pernyataan emosional semata, melainkan sebuah kritik tajam terhadap strategi militer yang berpotensi melanggar hukum internasional. Penargetan fasilitas pendidikan menunjukkan langkah yang dinilai kontroversial dan berisiko memperburuk citra AS dan Israel di mata dunia.
Lebih jauh, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan fasilitas pendidikan selama konflik bersenjata, sebuah prinsip yang diatur dalam berbagai konvensi internasional. Jika benar terjadi kesalahan penargetan, hal ini memperlihatkan kegagalan serius dalam mekanisme intelijen dan kontrol militer AS-Israel.
Ke depan, dunia internasional wajib mengawasi perkembangan lebih lanjut dari konflik ini, terutama bagaimana kedua belah pihak bertanggung jawab atas dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. Isu genosida yang diangkat Iran dapat menjadi titik fokus diplomasi dan tekanan global untuk mengakhiri serangan yang telah menimbulkan korban sipil besar.
Dengan eskalasi konflik yang terus berlangsung, penting bagi masyarakat global untuk tetap mengikuti perkembangan dan mendesak penyelesaian damai yang menghormati hak asasi dan kedaulatan setiap negara.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0