Kejati Sulsel Gelar JMS di Sekolah Ciputra, Dorong Kesadaran Hukum Pelajar
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) kembali melanjutkan program edukasi hukum dengan menggelar Jumat Menyapa Sekolah (JMS) di Sekolah Ciputra Makassar. Kegiatan ini digelar oleh seksi penerangan hukum sebagai upaya mendorong kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan pelajar.
Program JMS dan Tujuannya
Melalui program JMS, Kejati Sulsel mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan hukum secara langsung kepada siswa. Program ini bertujuan membekali pelajar dengan wawasan tentang hukum, sehingga dapat membentuk generasi muda yang sadar dan taat hukum.
Kegiatan ini juga menjadi forum interaktif, di mana para pelajar dapat bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai isu hukum yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Pelaksanaan di Sekolah Ciputra Makassar
Dalam pelaksanaan JMS di Sekolah Ciputra, tim dari seksi penerangan hukum Kejati Sulsel memberikan materi yang mudah dipahami, dengan pendekatan yang menarik agar siswa lebih antusias mengikuti kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup:
- Prinsip-prinsip dasar hukum di Indonesia
- Pentingnya kepatuhan terhadap hukum
- Peran pelajar dalam mencegah tindak kejahatan
- Contoh kasus hukum yang relevan bagi pelajar
Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan mengajukan pertanyaan yang kemudian dijawab langsung oleh penyuluh dari Kejati Sulsel.
Manfaat Program untuk Pelajar dan Masyarakat
Program JMS ini penting untuk membangun budaya hukum sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, pelajar dapat menjadi agen perubahan positif yang mendukung penegakan hukum di masyarakat.
Kejati Sulsel berharap program ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan serupa, sehingga kesadaran hukum dapat tersebar luas di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif Kejati Sulsel melalui program JMS ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi hukum di kalangan generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan informasi, pelajar rentan terpapar berbagai pengaruh negatif yang dapat menggiring pada pelanggaran hukum.
Maka dari itu, pendekatan edukasi hukum secara langsung dan interaktif seperti ini sangat diperlukan agar para siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami implikasi nyata dari hukum dalam kehidupan mereka. Ke depan, kita perlu mengawasi bagaimana program ini dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam sistem pendidikan formal untuk dampak yang lebih luas dan berdampak jangka panjang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, silakan kunjungi situs resmi Kejaksaan Kejati Sulsel.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0