Rupiah Melemah Nyaris Rp17.400 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

May 4, 2026 - 22:21
 0  5
Rupiah Melemah Nyaris Rp17.400 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (4/5) sore, ditutup di level Rp17.394 per dolar AS. Pelemahan ini mencapai 0,33 persen atau setara dengan 57 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.353 per dolar AS, menjadikan posisi rupiah saat ini sebagai yang terlemah sepanjang sejarah.

Ad
Ad

Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia

Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang kawasan Asia yang juga melemah terhadap dolar AS. Contohnya, peso Filipina turun 0,20 persen dan dolar Singapura melemah 0,13 persen. Namun, tidak semua mata uang Asia bergerak dalam tren negatif. Yuan China justru menguat 0,16 persen, ringgit Malaysia naik 0,36 persen, serta yen Jepang, won Korea Selatan, dan dolar Hong Kong masing-masing terapresiasi tipis di kisaran 0,04 persen.

Faktor Global Tekan Rupiah

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Hal ini dipicu oleh dinamika geopolitik global serta sentimen eksternal yang menguat. Salah satu yang memicu penguatan dolar AS adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pembebasan kapal yang terjebak di Selat Hormuz, sebuah jalur strategis dunia yang sedang memanas akibat konflik regional.

"Indeks dolar AS menguat di Senin (4/5). Ini dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait upaya membebaskan kapal di Selat Hormuz, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Dari Dalam Negeri: Neraca Perdagangan dan Aktivitas Manufaktur

Selain faktor global, situasi domestik juga turut membebani rupiah. Walaupun neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mencatat surplus sebesar US$3,32 miliar, angka tersebut belum cukup untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global. Ditambah lagi, kontraksi aktivitas manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) April 2026 yang berada di level 49,1, menunjukkan perlambatan sektor industri yang berpotensi menekan perekonomian.

Perkiraan Pergerakan Rupiah Berikutnya

Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah dalam perdagangan berikutnya. Ia memprediksi rentang nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.390 hingga Rp17.440 per dolar AS pada sesi perdagangan mendatang.

  • Rupiah melemah 0,33% ke Rp17.394 per dolar AS
  • Indeks dolar AS menguat akibat ketegangan geopolitik global
  • Surplus neraca perdagangan Maret 2026 sebesar US$3,32 miliar belum cukup menopang rupiah
  • PMI April 2026 di level 49,1 menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur
  • Prediksi nilai tukar rupiah bergerak di Rp17.390–Rp17.440 per dolar AS

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan rupiah yang menyentuh rekor terendah ini menunjukkan adanya kombinasi tekanan kuat dari faktor eksternal dan domestik yang belum teratasi. Indeks dolar AS yang menguat di tengah ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, menciptakan sentimen risiko yang mendorong investor beralih ke aset-aset berdenominasi dolar. Hal ini menyebabkan rupiah dan banyak mata uang Asia lainnya tertekan.

Dari sisi domestik, surplus neraca perdagangan yang sejatinya menjadi katalis positif rupiah belum mampu menahan pelemahan karena adanya perlambatan aktivitas manufaktur yang memberikan sinyal negatif bagi prospek ekonomi jangka pendek. Jika tren ini berlanjut, rupiah berpotensi melemah lebih dalam, yang akan berdampak pada kenaikan biaya impor dan tekanan inflasi.

Ke depan, pelaku pasar sebaiknya mewaspadai perkembangan geopolitik global dan data ekonomi domestik terbaru yang dapat memengaruhi volatilitas rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak mengganggu momentum pemulihan ekonomi nasional.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca dalam laporan lengkap di CNN Indonesia dan analisa ekonomi terkini dari Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad