Jaga Amal Saleh dari Penyakit Hati dan Perbuatan Dosa, Ini Pesan Ustaz Reza Ferdian

Jul 18, 2026 - 16:24
 0  1
Jaga Amal Saleh dari Penyakit Hati dan Perbuatan Dosa, Ini Pesan Ustaz Reza Ferdian

Amal saleh bukan hanya soal memperbanyak ibadah, tetapi juga harus dijaga agar tidak rusak oleh penyakit hati dan perbuatan dosa yang bisa mengurangi nilai pahala. Pesan penting ini disampaikan oleh Ustaz H. Reza Ferdian, L.C., M.Pd. dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ad
Ad

Keikhlasan dan Sunnah Rasul sebagai Pondasi Amal

Ustaz Reza menegaskan bahwa memperbanyak ibadah saja tidak cukup tanpa menjaga kualitas dan keikhlasan. Ia mengutip QS Al-Kahfi ayat 110 yang menekankan pentingnya ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah dalam setiap amal.

"Jika tanpa keikhlasan dan tidak mengikuti sunnah Rasulullah, maka amal yang banyak dikerjakan belum tentu bernilai pahala di sisi Allah Swt," tegas Ustaz Reza. "Karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga niat dalam setiap ibadah."

Keikhlasan menjadi kunci agar amal diterima, sebab Allah menilai niat dan kesesuaian amal dengan tuntunan agama. Tanpa itu, amal bisa sia-sia meski jumlahnya banyak.

Penyakit Hati yang Merusak Amal: Ghibah, Riya, dan Hasad

Ustaz Reza mengingatkan beberapa perbuatan yang kerap merusak amal, antara lain:

  • Ghibah (menggunjing), yang diibaratkan seperti rayap yang menggerogoti kayu, akan menggerogoti pahala ibadah. QS Al-Hujurat ayat 12 melarang keras perbuatan ini.
  • Riya (pamer ibadah), yang disebut dalam QS Al-Ma'un ayat 4-6 serta hadis sebagai syirik kecil, merusak keikhlasan.
  • Hasad (iri dengki), yang dapat menghanguskan pahala dan membawa dampak buruk terhadap hubungan sosial.
  • Kezaliman terhadap sesama, yang menyebabkan pahala berpindah kepada orang yang dizalimi di hari kiamat.

Oleh karena itu, menjaga lidah dan hati dari perbuatan tersebut sangatlah penting agar amal tidak terhapus.

Birrul Walidain sebagai Amal Besar

Selain menjaga diri dari perbuatan dosa, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain juga termasuk amalan utama yang sangat dianjurkan. Ustaz Reza mencontohkan kisah Uwais Al-Qarni yang mendapat kemuliaan karena kesetiaannya berbakti kepada ibunya.

"Birrul walidain merupakan amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah Swt," kata Ustaz Reza menegaskan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua.

Tips Menjaga Amal agar Tetap Bernilai

Dalam penutup tausiyahnya, Ustaz Reza memberikan beberapa langkah praktis agar amal tetap diterima dan berkualitas:

  1. Memperbanyak istighfar sebagai bentuk pengakuan dan permohonan ampun atas segala kekurangan.
  2. Menjaga amal-amal rahasia agar tidak menjadi riya.
  3. Menahan lisan dari perbuatan ghibah dan perkataan yang merugikan orang lain.
  4. Memperbaiki niat sebelum, saat, dan setelah beramal agar semata-mata untuk ridha Allah.
  5. Terus berdoa supaya amal diterima dan diberkahi oleh Allah Swt.

"Jangan cuma sibuk mengumpulkan amal, menjaga amal itu juga hal yang penting," pungkas Ustaz Reza. Semoga Allah Swt menerima seluruh amal ibadah dan mengampuni segala kekurangan kita.

Pesan ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya fokus pada kuantitas amal, tetapi juga kualitas dan keikhlasan yang terjaga dari penyakit hati dan perbuatan dosa.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengingat Ustaz Reza Ferdian ini sangat relevan di tengah era di mana banyak orang berlomba-lomba memperlihatkan ibadahnya di media sosial tanpa memperhatikan keikhlasan. Riya dan ghibah semakin mudah terjadi karena kemudahan akses informasi dan komunikasi digital.

Selain itu, konsep menjaga amal agar tidak rusak oleh penyakit hati memperlihatkan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang harus dilandasi niat yang murni dan konsisten. Jika tidak dijaga, pahala bisa hilang dan amal bisa menjadi sia-sia.

Ke depan, umat Islam mesti terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya birrul walidain dan menjauhi perilaku negatif seperti hasad dan kezaliman yang dapat merusak pahala. Pesan ini juga mengingatkan para dai dan pengajar agama untuk menekankan kualitas ibadah, bukan hanya kuantitasnya.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai tausiyah ini, Anda dapat membaca langsung sumbernya di RRI.co.id dan mengikuti pembahasan keagamaan di media terpercaya seperti Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad