Israel Mulai Ulang Pola Operasi Gaza di Lebanon Selatan, Risiko Jadi 'Gaza Kedua'

Mar 25, 2026 - 15:51
 0  5
Israel Mulai Ulang Pola Operasi Gaza di Lebanon Selatan, Risiko Jadi 'Gaza Kedua'

Israel dikabarkan mulai mengulangi pola operasi militer yang sebelumnya diterapkan di Gaza, kini di wilayah Lebanon Selatan. Langkah ini memicu kekhawatiran luas bahwa kawasan tersebut dapat berubah menjadi "Gaza kedua", dengan dampak kemanusiaan yang sangat serius.

Ad
Ad

Seruan Oxfam Soal Dampak Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan

Organisasi kemanusiaan internasional Oxfam secara tegas menyatakan keprihatinan atas tindakan militer yang dilakukan Israel di Lebanon Selatan. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (24/3), Oxfam menyoroti bagaimana operasi militer tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil.

"Jelas bahwa Pasukan Israel mengulangi pola yang sama di Lebanon seperti yang sebelumnya terjadi di Gaza," ujar Bachir Ayoub, Direktur Oxfam Lebanon, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Oxfam menegaskan bahwa pasukan Israel secara sengaja merusak fasilitas air dan sanitasi, termasuk area yang baru saja diperbaiki pasca-perang sebelumnya. Hal ini memperlihatkan bagaimana penegakan imunitas yang dinikmati Israel di Gaza kini kembali diterapkan di Lebanon, dengan pelanggaran yang berpotensi besar terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Konvensi Jenewa dan Ancaman Kejahatan Perang

Pengrusakan fasilitas air dan sanitasi di Lebanon Selatan ini mendapat perhatian serius dari komunitas internasional. Oxfam menekankan bahwa menurut Konvensi Jenewa, serangan terhadap fasilitas air dan penggunaan pembatasan air sebagai metode perang adalah dilarang keras.

"Setiap upaya yang disengaja untuk menghilangkan akses air atau menghambat bantuan kemanusiaan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," tegas Oxfam.

Dalam empat hari pertama eskalasi konflik terbaru, Oxfam mencatat sedikitnya tujuh sumber air vital yang menjadi sasaran, berdampak pada hampir 7.000 warga di Bekaa, Lebanon. Kerusakan ini bukan hanya berdampak langsung, tetapi juga memiliki potensi menimbulkan krisis kemanusiaan jangka panjang lantaran warga yang terdampak akan kesulitan mengakses air bersih saat kembali ke rumah mereka.

Dampak Serangan Israel Terhadap Infrastruktur dan Peran Dunia

Selain fasilitas air, serangan Israel juga merusak jaringan listrik dan beberapa jembatan penting yang menghubungkan kota dan desa di Lebanon Selatan. Akibatnya, layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat menjadi terganggu, memperburuk kondisi hidup warga sipil yang sudah sangat rentan.

Oxfam menilai sikap dunia internasional yang cenderung membiarkan Israel bertindak tanpa konsekuensi nyata justru memperparah penderitaan warga sipil. Minimnya tindakan internasional membuat Israel seolah mendapat imunitas untuk terus melakukan pelanggaran kemanusiaan yang berdampak luas.

Korban Jiwa dan Eskalasi Konflik Regional

Menurut data resmi otoritas Lebanon, sejak 2 Maret hingga kini, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.039 orang dan melukai 2.876 lainnya. Eskalasi kekerasan ini terjadi di tengah ofensif gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu kematian lebih dari 1.340 orang sejak 28 Februari.

Balasan dari Iran berupa serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta wilayah negara tetangga seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, juga terus meningkatkan ketegangan di kawasan. Serangan-serangan ini diarahkan pada apa yang disebut sebagai "aset militer AS" di wilayah tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengulangan pola operasi militer Israel di Lebanon Selatan yang mirip dengan yang pernah terjadi di Gaza merupakan peringatan serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Risiko Lebanon Selatan menjadi "Gaza kedua" bukan hanya soal kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga potensi lonjakan krisis kemanusiaan yang sulit tertangani.

Minimnya tindakan tegas dari komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, menunjukkan adanya celah diplomasi yang dimanfaatkan untuk memperpanjang konflik. Ini berbahaya karena konflik yang berkepanjangan dapat memperluas dampak regional dan memicu gelombang pengungsian baru yang menambah beban negara-negara tetangga.

Ke depan, publik dan pengambil kebijakan harus mengawasi perkembangan ini dengan ketat, menuntut akuntabilitas atas pelanggaran hukum kemanusiaan, dan mendorong solusi diplomatik yang menghentikan siklus kekerasan. Tanpa itu, Lebanon Selatan berisiko menjadi medan konflik yang lebih parah, dengan konsekuensi kemanusiaan yang jauh lebih besar.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru soal konflik ini, simak laporan lengkapnya di CNN Indonesia dan berita internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad