Inggris Larang Partai Politik Terima Donasi Kripto, Ini Alasannya

Mar 26, 2026 - 18:30
 0  6
Inggris Larang Partai Politik Terima Donasi Kripto, Ini Alasannya

Inggris resmi melarang partai politik menerima donasi kripto sebagai bagian dari upaya menjaga integritas sistem demokrasi dan mencegah campur tangan asing melalui jalur keuangan yang sulit dilacak. Larangan ini juga meliputi pembatasan donasi dari warga negara Inggris yang tinggal di luar negeri dengan nilai maksimal 100.000 poundsterling per tahun atau sekitar Rp 2,25 miliar.

Ad
Ad

Latar Belakang Larangan Donasi Kripto di Inggris

Keputusan ini muncul setelah tinjauan independen yang dilakukan oleh mantan pejabat tinggi pemerintah, Philip Rycroft, yang mengkaji risiko campur tangan asing pada politik Inggris. Tinjauan tersebut dipicu oleh beberapa kasus campur tangan asing yang mencuat, termasuk hukuman terhadap mantan anggota parlemen Reform UK, Nathan Gill, yang terbukti menerima suap untuk mendukung narasi pro-Rusia.

Dalam tinjauannya, Rycroft mengidentifikasi bahwa transaksi kripto yang memiliki tingkat anonimitas tinggi berpotensi digunakan untuk menyembunyikan asal muasal dana, sehingga sulit diawasi dan berisiko mengalirkan uang ilegal ke dalam proses politik Inggris.

“Jalur yang jelas yang diciptakan oleh hal ini untuk penyaluran uang secara ilegal ke dalam politik kita tidak dapat diterima dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemilihan kita,” ujar Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed.

Partai Reform UK dan Donasi Kripto

Rekomendasi larangan ini sangat relevan dengan Reform UK, satu-satunya partai di Westminster yang diketahui telah menerima donasi dalam bentuk mata uang digital. Pada Mei tahun lalu, pemimpin Reform UK, Nigel Farage, mengumumkan partainya mulai menerima donasi bitcoin. Farage mengungkapkan bahwa partainya sudah menerima beberapa donasi kripto, yang kemudian dikonversi menjadi uang tunai oleh pihak ketiga yang teregulasi.

Meski begitu, situs resmi Reform UK menegaskan bahwa mereka tidak menerima donasi anonim dan setiap donasi di atas 500 poundsterling akan diperiksa secara ketat sesuai aturan Komisi Pemilihan Umum (Electoral Commission).

Namun, juru bicara Komisi Pemilihan Umum menegaskan, hingga kini tidak ada partai politik yang melaporkan donasi kripto secara resmi kepada mereka.

Aturan Baru dan Dampaknya bagi Partai Politik

Setelah perubahan undang-undang disahkan, larangan donasi kripto berlaku efektif secara retrospektif untuk semua donasi kripto yang diterima partai politik mulai hari tersebut. Partai-partai diberi waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi yang diterima selama periode pelarangan, dan kegagalan melakukannya akan berujung pada sanksi pidana.

Larangan ini juga berlaku untuk semua pemilihan di Inggris, termasuk pemilihan lokal, Parlemen Skotlandia, dan Senedd (Parlemen Wales).

Selain itu, pembatasan donasi dari warga negara Inggris yang tinggal di luar negeri sebesar £100.000 per tahun juga segera diterapkan, membatasi potensi dana asing yang mengalir ke partai politik melalui jalur tersebut.

Rekomendasi Lain dari Tinjauan Rycroft

Pemerintah Inggris masih mempertimbangkan rekomendasi lain dari tinjauan Rycroft, seperti pelarangan iklan politik daring yang didanai oleh pihak asing. Hal ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk melindungi demokrasi Inggris dari pengaruh asing yang tidak transparan.

Angka Donasi Kripto yang Mencengangkan

Komisi Pemilihan Umum mencatat bahwa Reform UK menerima donasi rekor sebesar £9 juta (sekitar Rp 203,13 miliar) dari investor kripto dan pengusaha Christopher Harborne. Ini menjadi donasi tunggal terbesar yang pernah diterima partai politik Inggris dari satu individu yang masih hidup.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Inggris melarang donasi kripto kepada partai politik merupakan langkah yang sangat strategis dan tepat waktu dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Transaksi kripto yang anonim dan sulit dilacak memang membuka celah yang berbahaya untuk praktik korupsi dan pengaruh politik yang tidak transparan.

Selain menjaga transparansi keuangan politik, kebijakan ini juga bisa menjadi preseden penting bagi negara lain yang mulai menyikapi kripto sebagai potensi risiko bagi proses demokrasi. Namun, tantangan terbesar berikutnya adalah bagaimana mengatur dan mengawasi donasi kripto secara efektif ketika teknologi blockchain terus berkembang dan mekanisme penyamaran menjadi lebih canggih.

Ke depan, publik dan pengamat politik perlu mengawasi bagaimana implementasi aturan ini berjalan, serta bagaimana pemerintah Inggris mengembangkan regulasi komprehensif yang juga mencakup iklan politik digital berbayar dan bentuk-bentuk campur tangan politik asing lainnya. Sumber asli menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya besar untuk menutup celah-celah campur tangan yang selama ini sulit dideteksi.

Dengan regulasi yang semakin ketat, partai politik di Inggris harus beradaptasi dan memastikan seluruh sumber dana mereka bersih dan transparan, demi menjaga kepercayaan publik dan kualitas demokrasi yang sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad