Praktik Pilih Ketum Partai Tanpa Meritokrasi Bisa Merusak Demokrasi Indonesia

Mar 28, 2026 - 20:40
 0  5
Praktik Pilih Ketum Partai Tanpa Meritokrasi Bisa Merusak Demokrasi Indonesia

Pengamat politik Adi Prayitno mengingatkan pentingnya sistem meritokrasi dalam proses pemilihan ketua umum (ketum) di partai politik. Menurutnya, praktik merekrut ketua umum tanpa melalui proses kaderisasi dan tanpa rekam jejak yang jelas berpotensi merusak demokrasi di dalam tubuh partai.

Ad
Ad

Pernyataan tersebut disampaikan Adi dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh Pinter Hukum dengan tema "Independensi Partai Politik: Penguatan Soliditas Internal dan Mitigasi Intervensi Eksternal" di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (28/3).

Meritokrasi sebagai Pilar Kaderisasi Kepemimpinan Partai

Adi menegaskan bahwa kaderisasi kepemimpinan partai harus dibangun di atas prinsip meritokrasi, yaitu pengangkatan pemimpin berdasarkan kemampuan, prestasi, dan rekam jejak yang jelas. Ia menolak keras adanya praktik rekrutmen instan atau pemilihan ketua umum tanpa proses yang transparan dan akuntabel.

"Tidak sehat jika partai politik, dengan alasan apa pun, merekrut orang yang tidak jelas, lalu tiba-tiba menjadi ketua umum," ujar Adi dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, fenomena ini bukan hanya merugikan partai secara internal, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada sistem demokrasi di tingkat yang lebih luas.

Bahaya Intervensi dan Pengambilalihan dari Pihak Eksternal

Selain mengkritisi pemilihan ketum tanpa meritokrasi, Adi juga menyoroti indikasi pengambilalihan partai oleh pihak luar yang tidak memiliki sejarah maupun proses kaderisasi dalam partai tersebut. Praktik ini, menurutnya, sangat berbahaya karena dapat melemahkan institusi partai secara keseluruhan dan mengganggu independensi partai.

Independensi partai menjadi kunci untuk menjaga soliditas internal dan mencegah intervensi eksternal yang bisa merusak mekanisme demokrasi internal.

Implikasi Praktik Tanpa Meritokrasi untuk Demokrasi Indonesia

  • Merusak kepercayaan kader dan anggota partai terhadap proses kepemimpinan yang adil.
  • Melemahkan kredibilitas partai di mata publik dan pemilih.
  • Memicu konflik internal serta instabilitas organisasi partai.
  • Mengurangi kualitas kepemimpinan politik nasional secara keseluruhan.
  • Mendekatkan partai pada praktik oligarki atau pengaruh elite luar yang tidak transparan.

Dengan demikian, penting bagi partai politik di Indonesia untuk memperkuat sistem meritokrasi sebagai fondasi pemilihan ketua umum dan proses kaderisasi. Hal ini tidak hanya menjaga demokrasi internal partai, tetapi juga memperkuat demokrasi nasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kritik Adi Prayitno ini sangat penting sebagai pengingat bahwa demokrasi yang sehat harus dimulai dari dalam partai politik itu sendiri. Ketika partai gagal menerapkan meritokrasi dan membiarkan intervensi eksternal menguasai kepemimpinan, maka demokrasi di tingkat nasional turut terancam. Hal ini dapat berujung pada semakin kuatnya praktik politik transaksional dan oligarki yang selama ini menjadi tantangan besar bagi sistem demokrasi Indonesia.

Yang perlu diwaspadai, fenomena ini sering tidak terlihat oleh publik luas karena proses pengangkatan ketua umum yang tidak transparan dan tertutup. Ini menuntut agar pengawasan terhadap mekanisme internal partai diperketat dan transparansi menjadi standar wajib. Selain itu, masyarakat harus didorong untuk lebih kritis terhadap kualitas kepemimpinan partai politik yang mereka dukung.

Ke depan, perubahan dalam mekanisme kaderisasi partai dan penguatan independensi partai dari intervensi eksternal menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas demokrasi Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini terkait isu ini, pembaca dapat mengakses berita lengkapnya melalui jpnn.com dan media terpercaya lainnya seperti Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad