Banjir Pondok Hijau Tangsel Masih Parah, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Banjir di Pondok Hijau, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) masih berlangsung hingga Sabtu malam, 4 April 2026. Warga terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena ketinggian air yang mencapai sekitar satu meter di beberapa titik.
Berdasarkan laporan warga setempat, Dana, air mulai menggenangi kawasan Pondok Hijau sejak pukul 17.30 WIB dan terus bertahan hingga malam hari. Meskipun sudah menunjukkan penurunan, banjir masih belum surut sepenuhnya hingga pukul 23.20 WIB.
"Masih (banjir), tapi sudah mulai surut," kata Dana saat dihubungi pada malam hari.
Banjir Melanda Seluruh RW 9 Pondok Hijau
Menurut Dana, banjir tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan hampir seluruh RW 9 yang terdiri dari 10 RT terdampak. Ketinggian air bervariasi, dengan titik terparah di depan rumah Dana yang mencapai sekitar satu meter.
"Dari Magrib pas hujan deras tadi. Di RW 9, kita punya 10 RT, semua RT kena, dari laporan Pak RW," ujarnya pada pukul 20.15 WIB.
Yang membuat banjir ini berbeda dari kejadian sebelumnya adalah air yang cenderung mengambang dan tidak langsung surut seperti biasanya, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang terdampak.
Evakuasi Menggunakan Perahu Karet
Petugas BPBD turun tangan dengan menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang tak bisa keluar rumah akibat banjir. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka di daerah yang lebih aman, seperti Cinere.
- Perahu karet menjadi alat utama evakuasi warga terdampak banjir.
- Warga yang rumahnya terdampak mengungsi ke kerabat di wilayah aman.
- Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terutama anak-anak dan lansia.
Menurut Dana, warga di depan rumahnya mengungsi ke rumah saudara di Cinere untuk menghindari risiko kesehatan dan keselamatan akibat banjir.
Faktor Penyebab dan Kondisi Terkini
Banjir ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada sore hingga malam hari. Drainase yang kurang optimal dan curah hujan tinggi menjadi faktor utama memburuknya kondisi banjir di Pondok Hijau.
Kondisi drainase yang tidak mampu menampung luapan air hujan membuat banjir sulit surut dalam waktu singkat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pemantauan dan evakuasi secara berkala, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menanggulangi dampak banjir yang melanda Pondok Hijau.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir yang berkepanjangan di Pondok Hijau menunjukkan masih adanya kelemahan infrastruktur pengelolaan air dan drainase di wilayah Tangsel. Ketinggian mencapai satu meter dan evakuasi dengan perahu karet menandakan tingginya risiko terhadap keselamatan warga dan potensi kerusakan properti.
Masalah ini bukan hanya soal bencana alam sesaat, tetapi juga berkaitan dengan perencanaan kota yang harus ditingkatkan agar mampu menghadapi curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim. Pemerintah daerah perlu segera melakukan perbaikan drainase dan sistem peringatan dini banjir agar kejadian serupa tidak terulang.
Warga juga harus mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana yang memadai serta akses cepat ke fasilitas evakuasi yang aman. Ke depan, penting untuk memperhatikan integrasi antara tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan mitigasi bencana di Tangerang Selatan.
Untuk perkembangan terbaru terkait banjir di Pondok Hijau dan wilayah lain di Jabodetabek, pembaca dapat mengikuti update resmi melalui laman detikNews dan kanal informasi resmi BPBD Tangerang Selatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0