Rusun Murah Berbasis TOD di Kiaracondong Bandung Siap Dibangun, Lengkap Fasilitas

Apr 7, 2026 - 12:41
 0  4
Rusun Murah Berbasis TOD di Kiaracondong Bandung Siap Dibangun, Lengkap Fasilitas

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumumkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) murah berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kiaracondong (Kircon), Kota Bandung, Jawa Barat. Proyek ini ditujukan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang strategis dan terintegrasi dengan moda transportasi publik.

Ad
Ad

Potensi dan Lokasi Strategis Rusun TOD di Kiaracondong

Menteri PKP Maruarar Sirait secara langsung meninjau lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rusun tersebut. Ia menilai lokasi seluas sekitar 6.000 meter persegi ini sangat potensial karena berada di pusat transportasi umum, sehingga memudahkan mobilitas penghuni dan warga sekitar.

"Kami melihat langsung lahannya, demand-nya, dan semua aturan yang bisa memudahkan rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Maruarar Sirait, Selasa (7/4/2026).

Rencana ini juga menjadi percontohan pertama hunian berbasis TOD di wilayah kereta api Bandung, yang belum memiliki hunian vertikal terintegrasi serupa sebelumnya. Tim gabungan dari Kementerian PKP, PT KAI, Sekda, dan Pemerintah Kota Bandung akan segera menyusun konsep pengembangan kawasan tersebut.

Fasilitas Pendukung Lengkap dalam Kawasan TOD

Tidak hanya hunian semata, pembangunan rusun ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kualitas hidup penghuni dan masyarakat sekitar, seperti:

  • Fasilitas kesehatan
  • Tempat ibadah
  • Fasilitas pendidikan
  • Ruang publik dan area komersial

Menteri PKP menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini akan menjadi kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

"Nanti ada huniannya, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk masyarakat," jelasnya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Kementerian PKP juga membuka peluang pembiayaan melalui skema beragam, termasuk pendanaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Keterlibatan PT KAI dan Integrasi Transportasi

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa kawasan Kiaracondong akan dikembangkan menjadi TOD yang mengintegrasikan moda transportasi dan aktivitas masyarakat sekitarnya. Kawasan ini akan terkoneksi dengan Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, serta ruang kreatif dan area bisnis untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.

"Konsep TOD ini kawasan terintegrasi, ada kawasan hunian, kawasan bisnis, dan fasilitas umum. Jumlah unitnya masih dihitung dan akan dioptimalkan sesuai potensi lahan," ujar Bobby.

Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian murah tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas lingkungan sekitar stasiun kereta api.

Dukungan Kebijakan dari OJK untuk Percepatan Akses Rumah Subsidi

Salah satu kendala utama masyarakat dalam mengakses rumah subsidi adalah sistem SLIK OJK yang terkadang lambat mengupdate data status kredit. Dalam pertemuan dengan Menteri PKP, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembaruan data SLIK sehingga status kredit debitur yang telah lunas dapat ter-update dalam waktu maksimal tiga hari kerja.

"Kami akan mempersiapkan berbagai dukungan agar SLIK tidak menjadi penghambat, tetapi justru mendukung percepatan akses perumahan sesuai target Presiden," kata Friderica.

OJK juga tengah menyiapkan kebijakan lanjutan dan membentuk satuan tugas yang bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BP Tapera, untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam pengajuan KPR subsidi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, rencana pembangunan rusun murah berbasis TOD di Kiaracondong ini merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam menghadirkan hunian bagi MBR sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Bandung. Konsep ini tidak hanya menyelesaikan masalah kekurangan rumah layak huni, tetapi juga mengintegrasikan aspek mobilitas dan aktivitas ekonomi sehingga menciptakan kawasan yang hidup dan berkelanjutan.

Pengembangan kawasan TOD seperti ini bisa menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam penyediaan hunian terjangkau yang dekat dengan transportasi publik. Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kolaborasi antar pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan, terutama dalam hal pembiayaan dan penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.

Ke depan, publik perlu mengawasi progres pembangunan ini, khususnya terkait realisasi fasilitas pendukung dan kemudahan akses pembiayaan KPR subsidi yang dijanjikan. Jika dikelola dengan baik, proyek ini akan menjadi game-changer bagi perumahan vertikal MBR di Bandung dan bisa mempercepat pemerataan kualitas hunian di Indonesia.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, simak terus berita properti di detikProperti dan sumber resmi terkait pembangunan rusun berbasis TOD ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad