Banjir Luapan Citarum dan Longsor Serentak Terjang Kabupaten Bandung

Apr 8, 2026 - 15:20
 0  10
Banjir Luapan Citarum dan Longsor Serentak Terjang Kabupaten Bandung

Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung pada Selasa (7/4/2026) malam, menyebabkan banjir dan longsor yang memengaruhi ratusan kepala keluarga dan mengganggu akses transportasi.

Ad
Ad

Banjir Luapan Sungai Citarum Terjang Majalaya dan Ibun

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, menegaskan bahwa banjir yang terjadi di Kecamatan Majalaya bukan merupakan banjir bandang, melainkan banjir luapan dari Sungai Citarum yang berdampak khususnya pada Desa Majakerta dan Desa Majalaya.

“Bukan banjir bandang, itu sebenarnya banjir luapan dari Sungai Citarum, yang berdampak terhadap dua desa di Kecamatan Majalaya, Desa Majakerta dan Desa Majalaya,” ujar Asep, Rabu (8/4/2026).

Selain Majalaya, Kecamatan Ibun juga terdampak banjir. Menurut laporan BPBD, banjir di Desa Majakerta menggenangi ratusan rumah tangga, dengan rincian di RW 01 Kampung Rancabali sebanyak 281 KK atau 891 jiwa terdampak, dan di RW 02 ada 125 KK atau 522 jiwa. Di Desa Tanggulun, Kecamatan Ibun, dampak banjir juga meluas hingga 600 KK di beberapa RW.

  • RW 04: 250 KK terdampak
  • RW 05: 200 KK terdampak
  • RW 07: 150 KK terdampak

Banjir ini juga sempat menutup akses jalan di kedua wilayah tersebut. Namun, pada Rabu dini hari pukul 01.25 WIB, banjir mulai surut dan arus kendaraan kembali normal meski masih terdapat sisa lumpur yang tengah dibersihkan oleh petugas.

“Anggota juga sekarang lagi pembersihan lumpur di sana,” tambah Asep.

Longsor Memutus Akses Jalan di Beberapa Titik, Terparah di Kertasari

Bencana longsor juga terjadi di beberapa titik Kabupaten Bandung. Salah satu lokasi terdampak parah adalah Jalan Raya Pacet–Cibereum, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, yang menyebabkan putusnya akses jalan provinsi antara Ciparay dan Kertasari.

Asep menjelaskan bahwa longsoran memiliki ukuran sekitar 25 meter panjang, 5 meter tinggi, dan 5 meter lebar, sehingga menutupi sebagian badan jalan. Meski demikian, proses evakuasi material longsoran sudah dilakukan dengan melibatkan alat manual dan alat berat, serta dukungan penyemprotan air dari Dinas Pemadam Kebakaran.

“Saya sendiri sedang menangani longsor yang memutus jalur antara Ciparay dan Kertasari. Ini saya lagi di jalur longsor Kertasari,” ungkap Asep.

Pembersihan material longsoran dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, dengan petugas menggunakan alat seadanya sebelum alat berat diterjunkan. Berkat upaya tersebut, akses jalan mulai kembali terbuka dan bisa dilalui kendaraan.

“Alhamdulillah ini sekarang sudah beres untuk evakuasi material longsoran oleh PUPR,” kata Asep.

Dampak dan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bandung

Banjir luapan serta longsor yang terjadi pada Selasa malam ini menunjukkan rentannya infrastruktur dan tata kelola wilayah terhadap bencana hidrometeorologi di kawasan Bandung. Banjir dan longsor tidak hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga mengancam keselamatan warga dan aktivitas ekonomi lokal.

BPBD Kabupaten Bandung bersama instansi terkait segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, seperti pembersihan lumpur, evakuasi material longsor, dan membuka kembali akses jalan yang terputus. Kerja sama dengan masyarakat setempat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bandung kali ini memperingatkan pentingnya pengelolaan lingkungan dan mitigasi risiko bencana yang berkelanjutan. Luapan Sungai Citarum yang menimbulkan banjir di Majalaya dan Ibun merupakan indikator bahwa pengendalian sungai serta resapan air perlu diperkuat agar kejadian serupa dapat diminimalisir.

Selain itu, rentetan longsor yang memutus akses jalan di beberapa titik menyoroti kerentanan infrastruktur di daerah rawan bencana. Pemerintah daerah harus meningkatkan pengawasan kondisi lereng serta melakukan perbaikan drainase untuk menghindari kejadian yang lebih parah, terutama saat musim hujan deras.

Ke depan, perlu juga peningkatan sosialisasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat dan penguatan sistem peringatan dini agar dampak bencana bisa ditekan seminimal mungkin. Pemantauan intensif dan koordinasi antar lembaga akan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kian meningkat akibat perubahan iklim.

Untuk informasi terkini dan langkah penanganan lebih lanjut, masyarakat disarankan mengikuti update resmi dari Jabar Ekspres dan BPBD Kabupaten Bandung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad