Asing Serok Saham Tambang Saat IHSG Anjlok ke Level Terendah 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam dengan penurunan sebesar 3,46% ke level 6.370,68 pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Penurunan ini menandai koreksi keenam kali berturut-turut dan sekaligus menyentuh titik terendah sepanjang tahun ini.
Pergerakan IHSG yang melemah ini terjadi di tengah nilai transaksi yang masih cukup besar, mencapai Rp25,80 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 46,07 miliar saham dalam sekitar 2,80 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, tercatat 612 saham turun, 112 saham naik, dan 94 saham stagnan.
Investor Asing Justru Borong Saham Tambang
Meskipun IHSG anjlok signifikan, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp260,12 miliar secara keseluruhan di seluruh pasar. Jika dilihat di pasar reguler, pembelian bersih asing bahkan lebih besar, mencapai Rp306,34 miliar. Sementara itu, penjualan asing tercatat sebesar Rp46,23 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meski pasar saham sedang melemah, investor asing justru memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi saham tertentu, terutama saham di sektor tambang. Berdasarkan data dari Stockbit, berikut adalah 10 saham yang paling banyak dibeli asing pada perdagangan Selasa kemarin:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp340,77 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp207,45 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) – Rp99,94 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) – Rp85,22 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp66,61 miliar
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp60,43 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) – Rp55,65 miliar
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) – Rp51,02 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp42,35 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) – Rp40,33 miliar
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, aksi beli asing pada saham-saham tambang saat IHSG melemah tajam ini menandakan adanya kepercayaan investor luar negeri terhadap prospek jangka menengah sampai panjang sektor tambang di Indonesia. Meskipun sentimen pasar sedang negatif dan IHSG turun ke level terendah tahun ini, asing justru memanfaatkan koreksi harga untuk menambah posisi di saham-saham dengan fundamental kuat dan potensi kenaikan harga di masa depan.
Sektor tambang memang menjadi salah satu sektor yang potensial karena Indonesia kaya sumber daya alam dan permintaan komoditas global yang cenderung meningkat. Perhatian investor asing pada saham seperti MDKA, ADRO, dan INCO mencerminkan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan dan kinerja perusahaan tambang besar di dalam negeri.
Namun, penurunan IHSG secara keseluruhan juga mengingatkan investor akan risiko volatilitas pasar yang masih tinggi, terutama akibat faktor eksternal seperti gejolak ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Oleh karena itu, para investor perlu tetap waspada namun juga melihat peluang akumulasi saham berkualitas saat harga sedang tertekan.
Untuk perkembangan terbaru dan analisis mendalam soal pasar saham Indonesia, Anda dapat mengunjungi artikel lengkapnya di CNBC Indonesia serta berita terkini di CNN Indonesia Ekonomi.
Dalam beberapa hari ke depan, penting untuk terus memantau dinamika IHSG dan pergerakan saham-saham tambang, karena momentum ini bisa menjadi titik balik atau indikasi tren lanjutan di pasar modal Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0