Dalih BEI Loloskan IPO RANS Meski Free Float Jadi Sorotan Publik

Jun 25, 2026 - 12:24
 0  3
Dalih BEI Loloskan IPO RANS Meski Free Float Jadi Sorotan Publik

Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi perhatian publik dan warganet karena porsi saham publik atau free float yang dinilai di bawah ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI). Porsi free float RANS tercatat sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, padahal aturan baru BEI menetapkan minimal free float sebesar 25% untuk emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun.

Ad
Ad

Free Float IPO RANS Jadi Sorotan Warganet

Sorotan terhadap free float RANS ini mencuat di media sosial, terutama setelah unggahan akun Threads @wasjiher yang viral mempertanyakan porsi saham publik tersebut. Dengan kisaran harga penawaran Rp135–Rp170 per saham, maka kapitalisasi pasar RANS diperkirakan berada di rentang Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun, sehingga wajib memenuhi free float minimal 25% menurut aturan terbaru BEI.

RANS Entertainment sendiri sebelumnya telah melakukan serangkaian aksi korporasi yang membuat porsi saham publik setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar 28,85%, namun realisasi di pasar saat IPO masih menjadi perdebatan.

Penjelasan BEI Soal Pencatatan Saham RANS

Menanggapi kontroversi tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan penjelasan bahwa permohonan pencatatan saham RANS telah diterima sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026. Oleh karena itu, evaluasi pencatatan saham RANS tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku saat dokumen permohonan masuk.

“Dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026, sehingga proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” ujar Nyoman dalam keterangannya pada Rabu (24/6/2026).

Dengan demikian, meski free float yang final saat IPO kurang dari 25%, BEI menilai proses pencatatan saham RANS sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku saat pengajuan dilakukan. Hal ini menjadi dasar BEI meloloskan IPO RANS meskipun ada sorotan dari investor dan publik.

Implikasi dan Reaksi Investor

Berikut beberapa dampak dan reaksi terkait free float RANS yang rendah:

  • Investor mempertanyakan likuiditas saham RANS di pasar karena porsi saham publik yang terbatas.
  • Potensi volatilitas harga saham lebih tinggi akibat free float yang kurang dari standar minimal terbaru.
  • Beberapa analis menilai bahwa rangkaian aksi korporasi sebelumnya yang meningkatkan porsi free float belum sepenuhnya terealisasi dalam IPO ini.
  • Kontroversi ini juga memicu diskusi seputar aturan BEI dan bagaimana regulasi baru akan berdampak pada emiten lain di masa depan.

Sejarah Regulasi Free Float BEI

Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mengatur bahwa emiten dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun wajib memiliki free float minimal 25%. Regulasi ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar saham dan memberikan akses yang lebih luas kepada investor publik.

Sebelum peraturan ini berlaku, ketentuan free float yang ditetapkan BEI lebih longgar. Oleh sebab itu, emiten yang mengajukan pencatatan saham sebelum 31 Maret 2026 masih dievaluasi berdasarkan aturan lama, seperti kasus RANS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus IPO RANS yang lolos dengan free float di bawah ambang batas terbaru ini menyoroti tantangan implementasi regulasi pasar modal yang dinamis. Langkah BEI yang memilih menggunakan aturan lama untuk proses evaluasi memang sah secara prosedur, namun berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi investor yang mengharapkan standar free float yang lebih tinggi untuk menjamin likuiditas dan transparansi.

Fenomena ini juga menggambarkan bagaimana aksi korporasi yang kompleks seperti yang dilakukan oleh RANS dapat mempengaruhi struktur kepemilikan saham dan persepsi pasar. Investor harus lebih cermat memperhatikan detail free float dan dampaknya terhadap perdagangan saham.

Ke depan, penting bagi BEI untuk memperjelas sosialisasi dan konsistensi penerapan aturan baru agar tidak menimbulkan kontroversi serupa, terutama ketika banyak emiten baru bermunculan dengan karakteristik berbeda. Investor juga harus waspada dan terus memantau pergerakan saham serta kebijakan pemerintah yang bisa mempengaruhi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.

Untuk informasi lebih lengkap terkait IPO RANS dan aturan pasar modal terkini, Anda dapat membaca sumber aslinya di Bloomberg Technoz dan mengikuti update dari BEI dan OJK.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad