Setelah 14 Tahun Terpisah, Bapak Adam Kapauruma Kembali ke Pelukan Keluarga di Fakfak

Jun 30, 2026 - 15:20
 0  1
Setelah 14 Tahun Terpisah, Bapak Adam Kapauruma Kembali ke Pelukan Keluarga di Fakfak

Setelah 14 tahun terpisah dari keluarganya, Bapak Adam Kapauruma akhirnya kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Fakfak pada Senin, 29 Juli 2026. Kepulangan yang penuh haru ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) melalui Sentra Pangrangi Takalar dan Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, yang membuktikan bahwa kolaborasi pemerintah pusat dan daerah mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan.

Ad
Ad

Proses Reunifikasi Sosial yang Terkoordinasi

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Fakfak, Sadali Lahadalia, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Ruhaya La Abukena, S.SSTP., MM, menjelaskan bahwa proses pemulangan Bapak Adam adalah hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, UPT Sentra Pangrangi Takalar, Dinas Sosial Kabupaten Takalar, dan Dinas Sosial Kabupaten Fakfak. Pekerja sosial Dinas Sosial Fakfak mengawali penelusuran identitas dan keberadaan keluarga Bapak Adam setelah menerima informasi mengenai warga Fakfak yang berada di luar daerah.

Penelusuran ini kemudian dikoordinasikan dengan Sentra Pangrangi Takalar dan Dinas Sosial Takalar hingga identitas Bapak Adam beserta keluarga dapat dipastikan sebagai dasar pelaksanaan reunifikasi sosial.

"Hari ini kami menerima penyerahan Bapak Adam Kapauruma dari Sentra Pangrangi Takalar. Selanjutnya, Dinas Sosial Kabupaten Fakfak menyerahkan kepada pihak keluarga. Alhamdulillah, setelah kurang lebih 14 tahun tanpa komunikasi dengan keluarga, akhirnya Bapak Adam dapat kembali ke kampung halaman berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak," ujar Ruhaya.

Layanan Rehabilitasi Sosial dan Pendampingan Intensif

Bapak Adam pertama kali terdata sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Desa Lamasaju, Kabupaten Takalar berdasarkan laporan pemerintah desa setempat. Bersama Dinas Sosial dan Sentra Pangrangi Takalar, Bapak Adam menjalani pendampingan selama kurang lebih satu bulan. Selama masa ini, dia memperoleh layanan rehabilitasi sosial, kebutuhan dasar terpenuhi, pendampingan sosial, serta pelayanan kesehatan secara intensif.

Tenaga medis Sentra Pangrangi Takalar menambahkan bahwa selama masa pendampingan, kondisi kesehatan Bapak Adam terus dipantau, termasuk beberapa tindakan operasi yang sudah dijalani. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan secara berkelanjutan tetap dibutuhkan setelah kepulangannya ke Fakfak.

Perhatian Publik dan Peran Media Sosial

Kisah Bapak Adam sempat viral di media sosial karena kondisinya yang menjalani perawatan di rumah sakit tanpa didampingi keluarga. Kondisi kesehatan yang memerlukan tindakan operasi ini mengundang simpati luas masyarakat sekaligus memberikan harapan agar Bapak Adam dapat segera dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Di balik viralnya kisah tersebut, pemerintah bersama pekerja sosial terus melakukan penelusuran dan koordinasi lintas daerah secara bertahap. Hasilnya, identitas Bapak Adam berhasil dipastikan dan keluarganya ditemukan sehingga proses reunifikasi sosial dapat dipersiapkan hingga tahap akhir.

Momen Haru Penyerahan dan Kembalinya ke Pelukan Keluarga

Puncak perjalanan panjang ini terjadi saat Bapak Adam tiba di Kabupaten Fakfak dan langsung dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Fakfak untuk prosesi serah terima dari Sentra Pangrangi Takalar. Setelah proses serah terima selesai, Bapak Adam diantar dan diserahkan kepada keluarganya.

Suasana haru pun pecah saat keluarga memeluk Bapak Adam untuk pertama kalinya setelah 14 tahun. Momen yang selama ini hanya tersimpan dalam doa akhirnya menjadi kenyataan, menghadirkan kebahagiaan dan kehangatan yang sulit diungkapkan.

Penghargaan dan Bukti Sinergi Pelayanan Sosial

Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Sosial memberikan penghargaan kepada Kemensos, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, UPT Sentra Pangrangi Takalar, Dinas Sosial Kabupaten Takalar, para pekerja sosial, tenaga medis, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat. Mereka telah menunjukkan kepedulian, dedikasi, dan kerja sama sejak proses penelusuran hingga reuni keluarga Bapak Adam.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan sosial yang dibangun melalui sinergi berbagai pihak mampu memberikan harapan dan solusi bagi warga yang terpisah dari keluarganya. Setelah 14 tahun, Bapak Adam kini dapat menata kembali kehidupannya bersama orang-orang yang tak pernah berhenti menantinya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan reunifikasi Bapak Adam Kapauruma tidak hanya sebagai pencapaian administratif, tetapi juga sebagai simbol pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelayanan sosial di Indonesia. Kasus ini menggarisbawahi bagaimana kolaborasi antara Kemensos, pemerintah daerah, tenaga sosial, tenaga medis, dan masyarakat dapat menjawab kebutuhan sosial yang kompleks, terutama bagi warga rentan yang terpisah dari keluarga dalam waktu lama.

Lebih dari itu, perhatian publik dan viralnya kisah Bapak Adam di media sosial memperlihatkan peran strategis komunikasi digital dalam memicu aksi sosial dan mempercepat intervensi pemerintah. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan pendampingan berkelanjutan setelah reunifikasi, terutama dalam aspek kesehatan dan reintegrasi sosial agar warga seperti Bapak Adam dapat hidup lebih sejahtera dan mandiri.

Kita perlu mengawasi dan mendukung penguatan mekanisme sinergi ini agar tidak hanya menjadi kasus satu kali, tetapi menjadi model yang dapat direplikasi secara luas di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat mengunjungi sumber resmi INFOFAKFAK.COM dan media nasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad