OpenAI Tawarkan Kepemilikan 5% untuk Pemerintah AS Redam Tekanan di Washington

Jul 2, 2026 - 12:30
 0  2
OpenAI Tawarkan Kepemilikan 5% untuk Pemerintah AS Redam Tekanan di Washington

OpenAI mengajukan proposal untuk memberikan pemerintah Amerika Serikat kepemilikan 5% di perusahaan, menurut laporan Financial Times pada Kamis lalu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut untuk mengurangi tekanan politik yang meningkat di Washington.

Ad
Ad

Saham sebesar 5% tersebut bernilai sekitar $42,6 miliar berdasarkan valuasi OpenAI yang menembus $852 miliar setelah putaran pendanaan rekor bulan Maret. Nilai ini mencerminkan posisi OpenAI sebagai salah satu startup AI paling bernilai di dunia.

Strategi Berbagi Keuntungan AI kepada Publik

CEO OpenAI, Sam Altman, berpendapat bahwa memberikan kepemilikan saham kepada publik merupakan cara terbaik untuk berbagi manfaat ekonomi dari kemajuan AI. Menurut dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Altman sudah mengusulkan besaran 5% ini sejak awal saat berdiskusi dengan pemerintahan Trump pada awal 2025.

"Memberikan bagian kepemilikan kepada publik adalah cara yang adil untuk memastikan bahwa masyarakat juga mendapatkan manfaat dari revolusi AI," kata Altman, sebagaimana dikutip Financial Times.

Namun, hingga kini belum jelas apakah pemerintahan Trump atau pemerintahan saat ini akan menerima tawaran tersebut.

Inisiatif Saham Pemerintah di Perusahaan AI Lain

Rencana ini tidak hanya berlaku untuk OpenAI. Disebutkan bahwa model kepemilikan ini dapat diperluas ke perusahaan AI lainnya melalui kendaraan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund). Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Anthropic, Google, dan Meta disebut-sebut sebagai kandidat yang mungkin turut serta dalam program ini, meskipun belum ada konfirmasi apakah mereka akan menyetujui proposal OpenAI.

Hingga saat ini, pihak White House, OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta belum memberikan komentar resmi terkait hal ini.

Latar Belakang dan Relevansi Politik

Menurut laporan sebelumnya dari CNBC, pembicaraan mengenai kemungkinan kepemilikan saham pemerintah di OpenAI telah berlangsung lebih dari setahun. Pada April 2026, OpenAI bahkan mengusulkan pembentukan "dana kekayaan publik" yang akan memegang aset-aset dari perusahaan AI dan mendistribusikan manfaat ekonomi kepada masyarakat secara luas.

Langkah ini mengikuti jejak pemerintahan Trump yang sebelumnya pernah mengambil saham di perusahaan swasta seperti Intel dan IBM, termasuk investasi besar sebesar $8,9 miliar di Intel pada Agustus tahun lalu yang menghasilkan kepemilikan pemerintah sebesar 10%. Presiden Trump bahkan menyatakan bahwa seharusnya meminta saham yang lebih besar dari Intel.

"Mengambil kepemilikan di perusahaan-perusahaan raksasa AI adalah hal yang indah dan membuat rakyat Amerika menjadi mitra dalam revolusi ini," ujar Trump pada Juni 2026.

Potensi Dampak dan Tantangan

  • Meredam tekanan politik: Tawaran saham ini dapat membantu meredakan kekhawatiran pemerintah terkait dominasi dan risiko AI yang tidak terkendali.
  • Manfaat ekonomi untuk publik: Dengan kepemilikan saham, keuntungan ekonomi dari kemajuan AI dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
  • Pengaruh pemerintah dalam inovasi: Kepemilikan ini bisa memberikan pemerintah suara dalam pengembangan dan regulasi teknologi AI.
  • Resistensi dari perusahaan: Tidak semua perusahaan mungkin setuju menyerahkan saham kepada pemerintah, menimbulkan tantangan implementasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif OpenAI menawarkan saham 5% kepada pemerintah AS merupakan langkah strategis yang lebih dari sekadar upaya diplomasi politik. Ini mencerminkan perubahan paradigma di mana perusahaan teknologi besar mulai menyadari pentingnya keterlibatan publik dan pemerintah dalam mengelola dampak luas AI.

Namun, tawaran ini juga membuka diskusi penting tentang peran pemerintah dalam mengawasi dan mengendalikan teknologi canggih yang sangat berpengaruh terhadap ekonomi dan keamanan nasional. Jika diterapkan, model kepemilikan bersama seperti ini bisa menjadi preseden baru dalam hubungan antara sektor publik dan swasta di era teknologi tinggi.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemerintah dan perusahaan AI menyelaraskan kepentingan mereka, serta bagaimana mekanisme distribusi keuntungan kepada masyarakat akan dirancang agar efektif dan adil. Pembaca juga disarankan untuk mengikuti perkembangan selanjutnya karena keputusan ini berpotensi mengubah lanskap industri AI dan kebijakan teknologi global.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di CNBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad