Polda Sumsel Raih Peringkat 3 Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa MUI 2026
Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam tiga besar penerima Penghargaan Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin tahun 2026 yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen tinggi institusi penegak hukum dalam memberikan akses keadilan dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat kurang mampu.
Acara Malam Apresiasi Penegak Hukum Sahabat Dhuafa dan Masyarakat Miskin berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026). Polda Sumsel diwakili oleh Direktur Reserse PPA dan PPO, Kombes Andres Purwanti, yang menerima langsung penghargaan dari MUI. Kombes Andres menyatakan, "Penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok dhuafa dan masyarakat miskin. Kami akan terus menjalankan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan sesuai arahan Kapolda Sumatera Selatan dan kebijakan Kapolri."
Komitmen Polda Sumsel dalam Pelayanan Kepolisian Inklusif
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menambahkan bahwa penghargaan tersebut mendorong seluruh personel Polda Sumsel untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial dan ekonomi.
"Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Nandang.
Penghargaan yang digagas oleh MUI ini merupakan bentuk pengakuan nasional terhadap institusi penegak hukum yang mampu memberikan pelayanan hukum inklusif dan berkeadilan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti dhuafa dan masyarakat miskin.
Acara Apresiasi dan Hadirnya Tokoh Nasional
Acara pemberian penghargaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Agama Republik Indonesia, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Inspektur Pengawasan Umum Polri, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta perwakilan dari Kejaksaan Agung dan berbagai lembaga negara lainnya. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah bobot dan kredibilitas penghargaan sebagai wujud sinergi antar lembaga dalam memperkuat keadilan sosial.
Dampak Penghargaan bagi Polda Sumsel dan Masyarakat
Keberhasilan Polda Sumsel meraih penghargaan nasional ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam hal penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis. Pendekatan ini diyakini akan memperkokoh stabilitas keamanan, meningkatkan kepastian hukum, sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
- Meningkatkan pelayanan hukum yang inklusif bagi kelompok dhuafa dan miskin.
- Mendorong profesionalisme dan transparansi dalam pelayanan kepolisian.
- Memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
- Menguatkan sinergi antar lembaga negara dan tokoh masyarakat.
Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Polda Sumsel untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pencapaian Polda Sumsel dalam penghargaan ini merupakan indikator positif bagi transformasi institusi kepolisian di Indonesia yang mulai mengadopsi pendekatan humanis dan berkeadilan dalam penegakan hukum. Hal ini sangat penting mengingat tantangan sosial ekonomi di daerah-daerah, di mana kelompok dhuafa dan masyarakat miskin sering kali menjadi pihak yang paling rentan terhadap ketidakadilan.
Selain itu, penghargaan ini mengisyaratkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada aspek penindakan, tetapi juga pada pelayanan publik yang inklusif dan menghormati hak asasi manusia. Pendekatan seperti ini berpotensi memperbaiki citra kepolisian dan meningkatkan kerjasama antara masyarakat dengan aparat keamanan, yang pada akhirnya berdampak positif pada stabilitas sosial dan ketertiban umum.
Ke depan, yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana Polda Sumsel dan institusi kepolisian lainnya mempertahankan dan mengembangkan program-program yang mengedepankan keadilan sosial ini. Publik tentu berharap penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terkini mengenai penghargaan ini, dapat dibaca melalui sumber resmi detikNews dan laporan dari Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0