Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO, AS Makin Kerdil di Konflik Rusia

Jul 8, 2026 - 17:11
 0  3
Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO, AS Makin Kerdil di Konflik Rusia

NATO kini menunjukkan perubahan signifikan dalam dinamika kepemimpinan antara Amerika Serikat dan Eropa. Menurut Dmitry Trenin, Presiden Dewan Urusan Internasional Rusia (RIAC), anggota NATO Eropa telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam konfrontasi dengan Rusia, sementara peran strategis AS semakin mengecil. Hal ini mencerminkan pergeseran prioritas AS dan perubahan strategi blok tersebut di pentas geopolitik global.

Ad
Ad

Peran Eropa dalam Konflik Rusia-Ukraina

Trenin menilai bahwa para politisi Eropa melihat konflik di Ukraina sebagai kesempatan untuk menyelesaikan dendam lama dengan Rusia. Dalam pandangannya, strategi elit Eropa kini beranjak dari sekadar pencegahan layaknya era Perang Dingin menjadi sebuah upaya untuk menghancurkan Rusia sebagai kekuatan besar.

"Strategi elit Eropa terhadap Rusia bukan lagi pencegahan seperti di masa Perang Dingin. Tujuannya adalah penghancuran Rusia sebagai kekuatan besar. Inilah yang dimaksud dengan kekalahan strategis," tulis Trenin.

Lebih jauh, Eropa dianggap ingin menyingkirkan Rusia sebagai faktor serius dalam geopolitik Eurasia, yang dianggap sebagai solusi akhir dari "masalah Rusia" yang sudah lama menjadi sumber ketakutan. Pemerintah Eropa juga menggunakan narasi "musuh di gerbang" untuk menstigmatisasi oposisi sebagai "antek Kremlin" dan meningkatkan pengeluaran pertahanan dengan alasan menghadapi ancaman Rusia, yang juga diposisikan sebagai cara membangkitkan ekonomi Eropa yang tengah lesu.

Keretakan di Dalam NATO

Perpecahan internal NATO turut memperlihatkan perubahan peran AS dan Eropa. Setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, ia menuntut anggota NATO meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 5% dari PDB pada 2035, sambil mengkritik sekutu Eropa yang dianggap tidak adil dalam berbagi beban keamanan.

Keretakan semakin dalam ketika beberapa negara menolak mendukung operasi militer AS terhadap Iran. Di sisi lain, sementara Trump mencoba menjadi mediator perdamaian antara Moskow dan Kiev, negara-negara Eropa mengambil sikap lebih keras, menuntut bahwa setiap kesepakatan harus menguntungkan Ukraina.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa diplomasi telah habis, dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas memperingatkan Trump agar tidak terjebak dalam 'jebakan Rusia'.

Eropa dan Ambisi Mengalahkan Rusia

Rusia sendiri menolak tuduhan bahwa mereka berencana menyerang negara-negara NATO dan menegaskan akan merespons secara militer hanya jika diserang terlebih dahulu. Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut Eropa sebagai pihak yang bertekad untuk mengalahkan Rusia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergeseran kepemimpinan NATO dari AS ke Eropa menandai perubahan signifikan dalam geopolitik global. Amerika Serikat yang selama ini menjadi motor utama NATO kini tampak mengurangi keterlibatannya secara langsung, memberikan ruang bagi negara-negara Eropa untuk mengambil peran lebih dominan. Hal ini berpotensi memperumit dinamika internal NATO karena perbedaan pendekatan antara AS yang cenderung pragmatis dan Eropa yang lebih keras dalam menghadapi Rusia.

Selain itu, ambisi Eropa yang terlihat ingin menghancurkan Rusia sebagai kekuatan besar dapat meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas, terutama jika diplomasi semakin terpinggirkan. Keterlibatan ekonomi dan militer yang tinggi dari Eropa juga menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan dan konsistensi komitmen mereka dalam jangka panjang.

Ke depan, penting untuk terus memantau bagaimana hubungan transatlantik berkembang dan bagaimana NATO menyeimbangkan kepentingan antara AS dan Eropa demi menjaga stabilitas regional dan global. Dinamika ini juga akan memengaruhi kebijakan luar negeri negara-negara di Eurasia, termasuk Indonesia yang memiliki hubungan strategis dengan kedua belah pihak.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber asli di SINDOnews dan pelajari perkembangan terbaru di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad