Glaukoma pada Lansia: Penyakit Mata Diam-diam yang Sebabkan Kebutaan Permanen

Jul 18, 2026 - 18:56
 0  3
Glaukoma pada Lansia: Penyakit Mata Diam-diam yang Sebabkan Kebutaan Permanen

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang sangat perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia). Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia karena sifatnya yang berkembang secara diam-diam tanpa gejala jelas pada tahap awal.

Ad
Ad

Banyak penderita glaukoma baru menyadari kondisinya ketika kerusakan saraf optik sudah terjadi dan penglihatan tidak bisa lagi dipulihkan. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin menjadi kunci utama dalam mencegah kehilangan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki.

Glaukoma dan Dampaknya pada Lansia

Glaukoma tergolong sebagai penyakit mata paling serius dalam bidang oftalmologi. Di negara-negara seperti Singapura, sekitar 40 persen kasus kebutaan disebabkan oleh glaukoma. Dengan semakin bertambahnya populasi lansia, jumlah penderita glaukoma diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan.

Menurut data, risiko terkena glaukoma meningkat seiring pertambahan usia. Di Singapura, sekitar 5 persen penduduk berusia di atas 60 tahun hidup dengan glaukoma, dan jumlah ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 85.000 kasus pada tahun 2040.

Faktor Risiko Glaukoma yang Perlu Diketahui

Meskipun usia menjadi faktor risiko utama, glaukoma tidak hanya menyerang lansia. Ada beberapa kondisi lain yang juga meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma, antara lain:

  • Riwayat keluarga: Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan glaukoma meningkatkan risiko hingga empat kali lipat, menurut Head & Senior Consultant Singapore National Eye Centre (SNEC), Assoc Prof Shamira Perera.
  • Rabun jauh berat (miopia tinggi): Terutama bagi yang memiliki minus lebih dari enam, bentuk bola mata yang lebih memanjang membuat saraf optik lebih rentan terhadap kerusakan akibat tekanan dalam mata.
  • Penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang: Baik melalui obat minum, krim, obat tetes mata, maupun semprotan hidung, penggunaan obat ini dapat meningkatkan risiko glaukoma.

Deteksi Dini dan Pencegahan Glaukoma

Karena gejala glaukoma pada tahap awal sering tidak terlihat, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko. Pemeriksaan ini dapat meliputi pengukuran tekanan intraokular, pemeriksaan saraf optik, serta tes lapang pandang.

Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian glaukoma meliputi:

  1. Melakukan pemeriksaan mata secara berkala, setidaknya setahun sekali untuk lansia.
  2. Mengelola faktor risiko seperti mengontrol penggunaan obat kortikosteroid dan menjaga kesehatan mata secara umum.
  3. Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika ada keluhan penglihatan atau riwayat keluarga glaukoma.

Dengan kesadaran yang meningkat dan tindakan deteksi dini, diharapkan angka kebutaan akibat glaukoma dapat ditekan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, glaukoma merupakan ancaman kesehatan mata yang sering kali diabaikan karena sifatnya yang "diam-diam". Banyak lansia yang hanya mengetahui penyakit ini ketika kerusakan saraf sudah parah dan penglihatan sulit dipulihkan. Hal ini menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi lebih intensif mengenai glaukoma, terutama bagi kelompok lansia dan keluarga mereka.

Selain itu, risiko genetik dan penggunaan obat-obatan tertentu yang umum di masyarakat menunjukkan bahwa pencegahan glaukoma harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan pemeriksaan mata, tetapi juga dengan perhatian terhadap gaya hidup dan obat yang digunakan. Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kesehatan mata adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai sedini mungkin.

Kedepannya, pemerintah dan lembaga kesehatan perlu meningkatkan program skrining dan edukasi mengenai glaukoma agar angka kebutaan yang disebabkan oleh penyakit ini dapat ditekan. Menjaga kesehatan mata lansia adalah bagian dari menjaga kualitas hidup dan produktivitas mereka dalam masyarakat.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai glaukoma dan penyakit mata lainnya yang berbahaya, Anda dapat mengunjungi sumber asli berita ini di VIVA.co.id serta situs resmi kesehatan mata terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad