IHSG Turun 2,19% Jelang Long Weekend, Ini Penyebab Utamanya

Apr 2, 2026 - 20:31
 0  5
IHSG Turun 2,19% Jelang Long Weekend, Ini Penyebab Utamanya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan menjelang long weekend, dengan penurunan sebesar 2,19% atau 157,66 poin ke level 7.026,78. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan jual yang cukup dalam terutama di sektor utilitas, serta dampak dari pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai eskalasi konflik dengan Iran.

Ad
Ad

Tekanan Jual dan Performa Sektor Serta Saham

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 558 saham turun, 184 naik, dan 216 saham tidak bergerak. Nilai transaksi yang terjadi cukup besar, mencapai Rp 12,76 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 23,93 miliar saham dalam 1,77 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkoreksi menjadi Rp 12.305 triliun.

Mengutip data dari Refinitiv, sektor utilitas menjadi yang paling terpukul dengan penurunan tajam sebesar -10,53%. Sektor bahan baku dan teknologi juga mengalami penurunan masing-masing -5,68% dan -2,75%.

Saham Barito Renewables Energy (BREN) turun drastis hingga 12,73% ke level Rp4.800, memberikan kontribusi penurunan sebesar 25,83 poin terhadap IHSG hari ini. Saham emiten milik Prajogo Pangestu lainnya seperti Barito Pacific (BRPT) dan Chandra Asri Pasific (TPIA) juga ikut terdampak dengan penurunan masing-masing 10,13 poin dan 8,48 poin.

Pengaruh Pidato Donald Trump terhadap Pasar

IHSG bergerak di rentang 7.019,23 sampai 7.161,8 selama sesi perdagangan. Sejak pagi, indeks ini sudah tertekan akibat pidato Presiden AS Donald Trump yang menegaskan kelanjutan operasi militer "Epic Fury" di Iran untuk mencapai seluruh tujuan strategis, serta ancaman serangan yang akan dilancarkan dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujar Trump dalam pidato kenegaraan di Gedung Putih pada Rabu malam waktu setempat.

Trump menegaskan bahwa meskipun perubahan rezim bukan sasaran utama, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, jika tidak ada kesepakatan tercapai. Namun, fasilitas minyak Iran belum menjadi target serangan, walaupun dianggap sebagai sasaran yang paling mudah dihancurkan.

Trump juga mengklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh dan menyerukan kesiapan AS untuk terus menyerang jika Iran mencoba memulihkan program nuklirnya. Pernyataan ini mempertegas ketegangan geopolitik yang memicu sentimen negatif di pasar keuangan global.

Dampak pada Harga Minyak dan Bursa Asia

Sentimen geopolitik ini juga mendorong harga minyak dunia naik tajam, dengan harga Brent mencapai US$108,89 per barel, naik sekitar 7,65%. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak ke level US$107,86 per barel atau naik 7,71%.

Reaksi pasar saham Asia juga negatif, dengan indeks Kospi Korea turun 4,47%, Nikkei Jepang merosot 2,38%, Hang Seng Hong Kong turun 0,7%, dan ASX200 Australia melemah 1,06%. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat berdampak luas secara ekonomi dan geopolitik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan IHSG sebesar 2,19% ini bukan semata-mata akibat sentimen jangka pendek dari pidato Donald Trump, melainkan juga mencerminkan kekhawatiran mendalam investor terhadap risiko geopolitik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global dan pasar komoditas, khususnya minyak. Tekanan jual di sektor utilitas yang sangat dalam menandakan investor cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham dengan risiko tinggi dan volatilitas yang meningkat di tengah ketidakpastian konflik.

Selain itu, kenaikan harga minyak yang signifikan akan menambah tekanan inflasi dan biaya produksi perusahaan domestik, yang selanjutnya dapat menekan kinerja pasar modal Indonesia jika ketegangan berlanjut. Investor dan pelaku pasar perlu mewaspadai potensi volatilitas lanjutan terutama menjelang libur panjang, di mana likuiditas cenderung menurun dan pergerakan pasar bisa lebih tajam.

Ke depan, perkembangan diplomasi dan kebijakan AS terkait Iran menjadi faktor utama yang harus dipantau. Pergerakan IHSG juga akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan harga komoditas yang bergejolak. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca langsung di sumber resmi CNBC Indonesia dan berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad