Banjir 2 Meter Rendam Rumah di Bogor, 1.377 Warga Terdampak Parungpanjang

Apr 5, 2026 - 11:17
 0  8
Banjir 2 Meter Rendam Rumah di Bogor, 1.377 Warga Terdampak Parungpanjang

Banjir setinggi 2 meter sempat merendam pemukiman di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (4/4/2026) sore, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. Akibat kejadian ini, sebanyak 406 rumah terendam dan 1.377 warga terdampak, demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Minggu (5/4/2026).

Ad
Ad

Menurut Adam Hamdani, banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan meluapnya aliran Kali Cimanceri. Hal ini kemudian berdampak langsung ke pemukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai tersebut.

Banjir dengan Ketinggian 50-200 Cm dan Proses Evakuasi

Banjir yang terjadi mencapai ketinggian antara 50 hingga 200 cm. Pada puncak kejadian, sekitar 60 keluarga di salah satu perumahan terpaksa diungsikan sementara ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan ke Mesjid Jami Al-Ikhlas dan beberapa titik pengungsian lainnya.

"Korban jiwa maupun luka nihil. Korban mengungsi di Puri Harmoni 8 RT 02.03 RW 10. Sekitar 60 KK mengungsi ke Mesjid Jami Al-Ikhlas. Total jiwa terdampak 1.377," ujar Adam.

Wilayah Terdampak dan Jumlah Rumah Terendam

Berikut rincian wilayah terdampak dan jumlah rumah yang terendam banjir:

  • Perumahan Savana RT 07/01 Desa Cibunar: 80 unit rumah (80 KK / 211 jiwa)
  • Desa Lebak RT 04/02: 53 unit rumah (53 KK / 173 jiwa)
  • Grand Indonesia RT 04/01: 123 unit rumah (126 KK / 391 jiwa)
  • Puri Harmoni 8 RT 02.03 RW 10: 200 unit rumah (200 KK / 622 jiwa)

Banjir yang melanda ini sudah mulai berangsur surut, dan sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, BPBD Kabupaten Bogor masih mengingatkan perlunya penanganan lebih lanjut terkait kondisi Kali Cimanceri yang mendangkal dan potensi banjir di masa mendatang.

Faktor Penyebab dan Penanganan Banjir

Adam menjelaskan, penyebab utama banjir ini adalah hujan deras yang berlangsung lama serta kondisi Kali Cimanceri yang mendangkal sehingga air meluap ke permukiman.

Penanganan jangka panjang diperlukan untuk mencegah banjir serupa di masa depan, termasuk pengerukan sungai dan perbaikan sistem drainase sekitar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di Parungpanjang Bogor ini menyoroti masalah klasik tata kelola lingkungan dan tata ruang yang masih belum optimal. Meluapnya Kali Cimanceri akibat pendangkalan sungai menjadi peringatan keras bahwa upaya konservasi dan penanganan sungai harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Selain itu, perubahan iklim yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat semakin memperbesar risiko banjir di wilayah rawan.

Pengungsian yang sempat dilakukan mengindikasikan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat juga harus terus ditingkatkan. Pemerintah perlu melakukan edukasi mitigasi bencana dan menyediakan fasilitas evakuasi yang memadai agar dampak banjir bisa diminimalisir.

Ke depan, masyarakat Bogor dan khususnya Parungpanjang harus mewaspadai musim hujan yang bisa membawa potensi banjir kembali. Penanganan sungai dan pembangunan infrastruktur yang tepat menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak berulang. Untuk informasi perkembangan lebih lanjut, masyarakat disarankan mengikuti update dari BPBD dan instansi terkait.

Simak laporan lengkap dan update terkini mengenai banjir ini di detikNews serta berita terkait di situs resmi BPBD Kabupaten Bogor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad