Sinergi Desa dan Provinsi Kunci Sukses Pengendalian Penyakit di Gorontalo
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan koordinasi dan validasi data bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas kabupaten/kota dan memastikan akurasi data terkait situasi penyakit di wilayah Gorontalo.
Fokus Program Strategis Nasional di Gorontalo
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menegaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah pemantauan program strategis nasional, seperti penanganan Tuberkulosis (TBC), Penyakit Tidak Menular (PTM), HIV/AIDS, dan cakupan imunisasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) P2P Kementerian Kesehatan RI periode 2025–2029.
Anang menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026, sejumlah indikator kesehatan menunjukkan tren positif. Namun, ia memberikan perhatian khusus pada sektor imunisasi yang masih memiliki capaian rendah.
"Kita fokus pada program strategis nasional. Untuk TBC, HIV/AIDS, dan PTM, capaian kita masih on the track sampai dengan triwulan satu ini. Namun, yang harus kita tingkatkan adalah imunisasi karena IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) kita masih rendah. Ini yang akan kita pacu ke depan," ujar Anang di sela-sela kegiatan.
Koordinasi Berjenjang Jadi Kunci Keberhasilan
Anang menekankan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit sangat bergantung pada koordinasi berjenjang mulai dari provinsi, kabupaten/kota, puskesmas, hingga tingkat desa. Menurutnya, inovasi dari tingkat akar rumput menjadi faktor krusial untuk mencapai target nasional pengendalian penyakit.
Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap peran pemerintah desa, pertemuan tersebut menghadirkan Kepala Desa Malambe, Ahmad Bauwo dari Kabupaten Gorontalo Utara. Ia memaparkan praktik baik (best practice) pelaksanaan "Desa Siaga Tuberkulosis" yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Provinsi Gorontalo.
"Kalau desa semua bagus, Insya Allah kecamatan bagus, kabupaten bagus, dan seterusnya sampai dengan nasional. Hari ini kita mengundang kepala desa untuk paparan inovasi sebagai bagian dari apresiasi kami," ujar Anang.
Partisipasi Aktif dan Validasi Data
Kegiatan ini diikuti oleh 82 peserta yang terdiri dari kepala bidang P2P serta tim kerja dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk membangun kolaborasi efektif antar tingkat pemerintahan dan meningkatkan kualitas data kesehatan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, sinergi antar tingkatan pemerintahan yang diusung oleh Dinkes P2KB Gorontalo merupakan model yang patut ditiru oleh daerah lain dalam pengendalian penyakit. Keterlibatan langsung kepala desa sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan menunjukkan bahwa pendekatan dari bawah ke atas bukan hanya efektif tapi juga memberikan dampak berkelanjutan.
Namun, tantangan utama masih terletak pada peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap yang masih rendah. Upaya optimalisasi imunisasi bukan hanya soal penyediaan vaksin, tapi juga edukasi masyarakat dan penguatan sistem pencatatan serta pelaporan. Hal ini penting agar target nasional dalam pengendalian penyakit menular dapat tercapai secara maksimal.
Ke depan, pembaruan dan validasi data secara berkala harus menjadi prioritas untuk menjaga akurasi dan respons cepat terhadap dinamika penyakit. Kami menyarankan pemerintah daerah dan pusat untuk terus membangun jaringan komunikasi yang kuat dan inovasi pelayanan di desa agar pengendalian penyakit dapat berjalan efektif dan berkesinambungan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi sumber resmi InfoPublik Gorontalo dan simak update terbaru dari Kementerian Kesehatan RI.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0