Pemeriksaan Lapak Kurban Surabaya Temukan Hewan Terindikasi Skabies
Surabaya, DKPP Kota Surabaya tengah melakukan pemeriksaan ketat terhadap lapak penjualan hewan kurban menyambut Hari Raya Iduladha 2026. Dalam proses pengawasan yang sudah berlangsung sejak 18 Mei hingga 26 Mei 2026, petugas menemukan satu ekor hewan kurban yang terindikasi mengidap penyakit skabies. Hewan tersebut segera diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit dan tidak diperjualbelikan kepada masyarakat.
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban di Surabaya
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan memastikan semua hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak untuk menekan risiko penyakit menular yang dapat membahayakan masyarakat setelah penyembelihan.
"Kami ingin masyarakat yang membeli hewan kurban tidak mengalami masalah kesehatan akibat mengonsumsi daging dari hewan yang sakit," ujar Nanik pada Sabtu (23/5/2026).
Kolaborasi Lintas Instansi dan Akademisi
Pengawasan kesehatan hewan kurban di Surabaya dilakukan secara kolaboratif. DKPP menggandeng PT Pelindo dan melibatkan sekitar 150 mahasiswa kedokteran hewan dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK), serta 20 anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Para petugas ini disebar ke 31 kecamatan di Surabaya untuk memeriksa lapak penjualan secara menyeluruh.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan verifikasi administrasi seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang harus dimiliki setiap hewan dari daerah asal. Izin penjualan dari kecamatan setempat juga menjadi syarat wajib yang diawasi dengan ketat.
Temuan Hewan Terindikasi Skabies dan Tindakan Isolasi
Dari hasil pemeriksaan sampai hari ketiga, tim menemukan satu hewan yang diduga mengidap penyakit skabies. Penyakit ini merupakan infeksi parasit kulit yang dapat menular ke hewan lain maupun manusia. Untuk mencegah risiko penularan, hewan tersebut langsung diisolasi dan tidak diperkenankan ikut dijual di lapak kurban.
Petugas juga melakukan pengecekan vaksinasi hewan sebelum memasuki wilayah Surabaya. Hewan yang diperjualbelikan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Trenggalek, Blitar, Tulungagung, bahkan ada yang dari luar Pulau Jawa. Oleh karena itu, pengawasan diperketat demi menjaga kualitas kesehatan hewan kurban yang masuk ke kota.
Standar Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik Hewan
Kriteria hewan kurban yang layak meliputi kondisi fisik yang sehat, aktif, tidak lemas, dan umur minimal satu tahun. Pemeriksaan umur dilakukan dengan pengecekan gigi untuk memastikan hewan sudah memenuhi syarat. Hal ini penting agar daging yang dikonsumsi aman dan bernutrisi.
Dalam mendukung kegiatan pengawasan, PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya memberikan perlengkapan seperti rompi, topi, dan sepatu boot resmi bagi petugas pemeriksa. Hal ini memudahkan identifikasi tim saat melakukan inspeksi di lapangan.
Pemeriksaan Pasca Penyembelihan dan Pengelolaan Limbah
Tidak hanya pemeriksaan sebelum penjualan, DKPP juga merencanakan pengawasan pasca penyembelihan atau post mortem pada Hari Raya Iduladha. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengelola limbah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) guna menjaga aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, temuan hewan terindikasi skabies di lapak kurban Surabaya menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penyakit menular seperti skabies tidak hanya mengancam hewan, tetapi juga berpotensi menular ke manusia jika tidak ditangani dengan tepat.
Langkah DKPP yang melibatkan akademisi dan organisasi profesi adalah strategi efektif yang dapat menjadi model pengawasan hewan kurban di kota-kota besar lainnya. Namun, tantangan utama adalah memastikan semua pedagang mematuhi aturan administrasi dan kesehatan, terutama mengingat hewan kurban berasal dari berbagai daerah yang berbeda.
Ke depan, masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi tentang pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan memahami risiko penyakit hewan yang bisa berdampak pada kesehatan manusia. Pemerintah juga harus mempertahankan sinergi antarinstansi untuk menjamin kelancaran pengawasan hingga pasca penyembelihan, demi menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas daging kurban yang tersedia.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini tentang pemeriksaan lapak kurban di Surabaya, Anda dapat mengunjungi sumber asli berita di IDN Times Jatim.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0