IDAI Tegaskan Gumoh pada Bayi Normal dan Bukan Tanda Penyakit Berbahaya

Jun 25, 2026 - 16:20
 0  3
IDAI Tegaskan Gumoh pada Bayi Normal dan Bukan Tanda Penyakit Berbahaya

Gumoh pada bayi sering kali membuat orang tua khawatir, namun menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi ini adalah hal yang normal dan bukan merupakan tanda adanya penyakit serius. Ketua Umum IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), menjelaskan bahwa gumoh terjadi karena sistem saluran pencernaan bayi yang masih berkembang dan belum sempurna.

Ad
Ad

Apa Itu Gumoh dan Mengapa Terjadi pada Bayi?

Gumoh adalah kondisi di mana isi lambung bayi naik kembali ke mulut dan kemudian dikeluarkan. Menurut Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. G.H (K), anggota Unit Kerja Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI, gumoh sangat umum terjadi pada bayi karena beberapa faktor:

  • Fungsi saluran cerna bayi yang belum sempurna, terutama pada pintu kerongkongan bawah yang menghubungkan lambung dan kerongkongan.
  • Asupan bayi yang masih sebagian besar berupa cairan seperti susu.
  • Kapasitas lambung yang kecil.
  • Bayi lebih sering dalam posisi tidur.
  • Kapasitas kerongkongan yang terbatas.

Gumoh biasanya mencapai puncaknya pada usia bayi antara 2 hingga 5 bulan dan secara bertahap akan berkurang seiring bertambahnya usia bayi.

Perbedaan Gumoh dengan GERD pada Bayi

Meski sering dianggap sama, gumoh dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah dua kondisi berbeda. Dr. Piprim menekankan pentingnya membedakan keduanya agar orang tua tidak langsung panik atau salah memberikan pengobatan.

"Orang tua diminta untuk dapat memahami perbedaan antara GERD, gumoh, dan refluks pada bayi. Terutama pada refluks yang dapat menimbulkan keluhan hingga berujung pada gangguan tumbuh kembang atau terjadinya komplikasi," ujar Piprim dalam diskusi daring di Jakarta.

GERD terjadi ketika asam lambung dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan secara berlebihan sehingga menimbulkan gejala yang mengganggu dan bisa menyebabkan komplikasi serius. Tidak semua bayi yang gumoh perlu obat, dan tidak semua obat perlu diberikan karena otomatis bayi tersebut memiliki GERD.

Pentingnya Edukasi dan Penanganan Sesuai Gejala

Dr. Piprim mengingatkan agar orang tua tidak melakukan over diagnosis atau memberikan obat tanpa rekomendasi dokter. Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan gejala dan usia bayi.

"Tidak semua bayi gumoh butuh obat ya, tidak semua obat itu kronik karena otomatis GERD. Jadi ini pentingnya edukasi dari tenaga ahli, konsultan gastroenterologi anak ke masyarakat, terutama pada orang tua supaya tidak menggampangkan tapi juga tidak over diagnosis," katanya.

Dengan pemahaman ini, orang tua dapat lebih tenang menghadapi kondisi gumoh dan lebih waspada terhadap gejala yang benar-benar membutuhkan penanganan medis.

Tips Menghadapi Gumoh pada Bayi

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi frekuensi gumoh pada bayi:

  1. Memberi makan dalam porsi kecil tapi sering.
  2. Posisikan bayi agar kepala lebih tinggi saat menyusui dan setelah makan.
  3. Pastikan bayi dalam posisi yang nyaman dan hindari langsung berbaring setelah makan.
  4. Perhatikan tanda-tanda gangguan yang lebih serius seperti muntah berlebihan, berat badan tidak naik, atau rewel terus menerus.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penegasan IDAI bahwa gumoh adalah kondisi normal sangat penting untuk mengurangi kekhawatiran berlebihan pada orang tua baru. Overdiagnosis dan pemberian obat yang tidak tepat tidak hanya membebani keluarga secara finansial, tetapi juga bisa berdampak negatif bagi kesehatan bayi. Edukasi yang tepat dari tenaga medis harus terus ditingkatkan agar masyarakat dapat membedakan antara kondisi fisiologis dan patologis pada bayi.

Selain itu, pemahaman ini juga mengingatkan pentingnya pengawasan secara berkala terhadap tumbuh kembang bayi. Jika gumoh disertai dengan gejala lain yang mengganggu, segera konsultasikan ke dokter anak atau spesialis gastroenterologi anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Ke depan, diharapkan adanya kampanye edukasi kesehatan yang lebih masif terkait masalah pencernaan pada bayi agar orang tua lebih siap dan tidak mudah terjebak dalam misinformasi yang beredar luas saat ini.

Untuk informasi lebih lengkap dan update seputar kesehatan bayi, kunjungi sumber asli ANTARA News dan laman resmi IDAI.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad