TNI Pastikan Peserta Latsarmil dengan Riwayat Penyakit Tidak Ikut Latihan Fisik

Jun 25, 2026 - 17:01
 0  3
TNI Pastikan Peserta Latsarmil dengan Riwayat Penyakit Tidak Ikut Latihan Fisik

Korps Marinir TNI AL memastikan bahwa peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) dari Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang memiliki riwayat penyakit tidak diikutsertakan dalam latihan fisik. Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan peserta dan memastikan mereka tetap dapat mengikuti seluruh materi pendidikan dengan optimal.

Ad
Ad

Penanganan Khusus untuk Peserta dengan Riwayat Penyakit

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol (Mar) Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa peserta dengan riwayat penyakit kronis atau sakit berat dipisahkan hingga tingkat peleton dan kompi. "Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus saat ditemui di markas Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis.

Data riwayat kondisi fisik para peserta didapatkan dari hasil pemeriksaan kesehatan sebelum latihan dimulai. Setelah dilakukan evaluasi, peserta dengan kondisi kesehatan tertentu diarahkan untuk mengikuti materi teori di dalam kelas.

Ragam Kegiatan Latsarmil dan Pembagian Tugas

Selain materi kelas, peserta latsarmil menjalankan berbagai kegiatan fisik di luar kelas seperti apel pagi dan latihan peraturan baris berbaris (PBB). Pada minggu ketiga pelatihan, mereka juga akan mengikuti latihan menembak perorangan menggunakan senjata yang disiapkan oleh personel Marinir.

Agus menegaskan bahwa latihan menembak ini dirancang sebagai bekal dasar militer untuk penugasan selanjutnya. Kegiatan ini bertujuan memberikan fondasi kemampuan militer sekaligus meningkatkan jiwa nasionalisme dan disiplin kerja bagi para calon pengelola Koperasi Merah Putih.

Pelaksanaan dan Harapan dalam Pendidikan Latsarmil

Hingga saat ini, proses pendidikan latsarmil berjalan dengan aman dan kondusif. Agus berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat diselesaikan dengan lancar dan peserta memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Pendidikan ini diikuti oleh 674 peserta dari SPPI yang menjalani pelatihan selama satu setengah bulan di markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Mereka terbagi menjadi empat kompi dengan masing-masing kompi terdiri dari enam peleton.

Peserta mendapatkan latihan dasar militer yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan sikap disiplin dan nasionalisme yang tinggi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kebijakan Korps Marinir TNI AL untuk memisahkan peserta latsarmil yang memiliki riwayat penyakit dari latihan fisik merupakan langkah strategis dan humanis. Hal ini tidak hanya menjaga keselamatan individu peserta, tetapi juga memastikan kelancaran proses pelatihan secara keseluruhan tanpa mengorbankan kesehatan.

Langkah ini penting mengingat latsarmil adalah program intensif yang menuntut kondisi fisik prima. Dengan adanya pembagian tugas antara kegiatan fisik dan materi teori, peserta dengan keterbatasan fisik tetap mendapatkan kesempatan belajar secara maksimal tanpa risiko membahayakan kesehatan mereka.

Ke depan, hal yang perlu diperhatikan adalah pengembangan metode pelatihan yang inklusif dan adaptif agar peserta dengan beragam kondisi kesehatan dapat berkontribusi secara optimal dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih. Selain itu, pemantauan kesehatan selama dan setelah pelatihan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca langsung sumber aslinya di ANTARA News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad