Saham Vingroup Menopang Pasar Properti, Namun Sektor Masih Terpecah pada 2 Juli
Saham Vingroup kembali menjadi penopang utama pasar saham sektor properti pada 2 Juli 2026, di mana saham unggulan VIC dan VHM berhasil menunjukkan kenaikan yang signifikan. Namun, meskipun saham-saham unggulan ini menarik arus kas besar, kondisi pasar properti secara keseluruhan masih terpecah dengan banyak saham lainnya yang mengalami penurunan harga, mencerminkan dinamika pasar yang beragam dan penuh tantangan.
Kinerja Sektor Properti pada 2 Juli 2026
Pada penutupan perdagangan tanggal 2 Juli, sektor properti mencatatkan hasil yang bervariasi. Dari total saham properti yang diperdagangkan, hanya satu saham yang mencapai harga tertinggi sepanjang masa, sementara 32 saham naik harga dan 36 saham mengalami penurunan. Indeks sektor properti naik menjadi 152,41 poin, meningkat sebesar 1,23 poin (+0,81%), didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar.
Arus kas di sektor ini tetap kuat, dengan nilai perdagangan mencapai sekitar 941,6 miliar VND pada kelompok saham yang naik, jauh lebih tinggi dibandingkan 701,8 miliar VND di kelompok yang menurun. Sementara itu, saham yang stagnan mencatat nilai perdagangan sekitar 159,5 miliar VND.
Saham Vingroup Jadi Andalan, Saham Lain Tertekan
Saham VIC milik Vingroup menjadi pusat perhatian sektor properti, naik 1,47% menjadi 220.300 VND per saham dan menyumbang hampir 50% dari total volume perdagangan sektor tersebut. Saham VHM (Vinhomes) juga naik 1,14% menjadi 150.400 VND per saham. Keduanya bersama-sama berkontribusi hampir 7 poin terhadap kenaikan indeks sektor pada hari itu.
Namun, saham VRE (Vincom Retail) yang juga bagian dari ekosistem Vingroup, justru turun 0,53% menjadi 28.150 VND per saham, menunjukkan ketidakselarasan kinerja di dalam kelompok yang sama.
Kinerja saham lain di sektor properti lebih cenderung negatif, dengan beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami penurunan cukup signifikan, seperti:
- DXG turun 2,76%
- KBC turun 1,51%
- NLG turun sekitar 1,5%
- TCH turun 1,37%
- CEO turun 1,34%
- KDH turun 0,92%
- DIG turun 0,8%
Sementara itu, hanya sedikit saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang menunjukkan kenaikan, termasuk AAV naik 1,43%, KSF naik 0,64%, dan KHG naik 0,2%.
Dukungan Bank Negara Vietnam dan Proyek Infrastruktur
Kenaikan saham-saham Vingroup ini terjadi bersamaan dengan pengumuman dari Bank Negara Vietnam yang memberikan pengecualian batas pertumbuhan kredit untuk pinjaman yang belum lunas dari 18 proyek infrastruktur oleh tiga perusahaan besar, yaitu Vingroup, Sun Group, dan Masterise. Langkah ini bertujuan mendukung proyek-proyek nasional penting yang memiliki dampak ekonomi luas.
Menurut Bapak Pham Chi Quang, Direktur Departemen Kebijakan Moneter Bank Negara Vietnam, "Pengecualian ini diberikan karena proyek-proyek tersebut berperan signifikan secara regional dan nasional."
Pergerakan Pasar Saham Secara Umum
Meski saham Vingroup mampu menopang sektor properti, pasar saham Vietnam secara keseluruhan mengalami volatilitas tinggi pada hari yang sama. VN-Index menutup sesi dengan penurunan tipis sebesar 0,86 poin menjadi 1.866,35 poin, sementara indeks HNX dan UPCoM juga terkoreksi.
Likuiditas pasar menurun dengan volume perdagangan saham hanya sekitar 555 juta saham senilai lebih dari 15.652 miliar VND. Tekanan jual dari sektor keuangan, energi, dan teknologi terlihat nyata, sementara sentimen investor lebih berhati-hati dan defensif.
Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar lebih dari 428 miliar VND pada hari itu, meskipun saham VIC menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan nilai sekitar 208 miliar VND. Saham lain seperti VNM dan FPT juga mendapatkan pembelian bersih, sedangkan saham perbankan seperti TCB dan HPG mengalami penjualan bersih paling besar.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peran penting saham Vingroup dalam menopang sektor properti pada tanggal 2 Juli 2026 menunjukkan betapa dominannya perusahaan besar dalam menstabilkan pasar di tengah ketidakpastian yang melanda saham-saham lain di sektor tersebut. Namun, ketidakseimbangan kinerja antara saham unggulan dan saham-saham kecil hingga menengah mengindikasikan bahwa sektor properti masih menghadapi tantangan fundamental, termasuk risiko proyek dan ketidakpastian pasar yang belum terselesaikan.
Kebijakan pengecualian batas pertumbuhan kredit oleh Bank Negara Vietnam dapat menjadi stimulus positif jangka pendek untuk proyek infrastruktur besar, namun efek jangka panjangnya terhadap likuiditas dan risiko perbankan perlu diamati dengan seksama. Investor disarankan untuk memperhatikan dinamika arus kas serta perkembangan kebijakan kredit ini sebagai indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi di sektor properti.
Ke depan, pergerakan saham Vingroup tetap menjadi barometer utama bagi pasar properti Vietnam. Namun, keberlanjutan kenaikan indeks sektor sangat bergantung pada perbaikan kinerja saham-saham lain serta kondisi makroekonomi yang lebih stabil. Para pelaku pasar juga harus waspada terhadap volatilitas yang masih tinggi dan sikap hati-hati investor yang dapat mempengaruhi momentum pasar secara keseluruhan.
Untuk mengikuti perkembangan pasar saham dan sektor properti lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi sumber berita resmi di Vietnam.vn serta laporan pasar dari media keuangan terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0