Xi Jinping dan Kim Jong Un Perkuat Kerja Sama, Hubungan China-Korea Utara Makin Mesra
Presiden China Xi Jinping menyatakan kesiapan dirinya untuk bekerja sama dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam mengarahkan hubungan bilateral kedua negara menuju perkembangan yang berjangka panjang, sehat, dan stabil. Pernyataan ini dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), pada Minggu (5/7/2026) setelah kunjungan langka Xi ke Pyongyang bulan lalu.
Kunjungan Bersejarah Xi Jinping ke Korea Utara
Kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara pada Juni 2026 menjadi momen penting dalam hubungan kedua negara, yang ditandai dengan janji mempererat kerja sama di tengah situasi geopolitik yang memanas di Semenanjung Korea. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah meningkatnya ketegangan regional dan berdirinya kerja sama militer Pyongyang dengan Rusia.
Dalam pesan tertanggal 1 Juli, Xi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ucapan selamat Kim untuk memperingati hari jadi ke-105 berdirinya Partai Komunis China. Xi menilai ucapan Kim sebagai tanda perasaan yang mendalam dan hangat dari Kim Jong Un, Partai Buruh Korea, dan rakyat Korea Utara terhadap China.
Dasar Ideologis dan Sejarah Hubungan China-Korea Utara
Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan kedua negara didasari oleh kesamaan ideologi, yakni keduanya dipimpin oleh partai berlandaskan Marxisme. Ia mengatakan:
"Partai Komunis China dan Partai Buruh Korea adalah partai penguasa yang berlandaskan Marxisme."
Xi menyebut bahwa China dan Korea Utara telah berdiri bersama dalam memperjuangkan kemerdekaan nasional dan memajukan perjuangan sosialisme selama beberapa generasi. Pernyataan ini menggarisbawahi kedalaman hubungan historis yang menjadi fondasi kuat bagi kerja sama kedua negara.
Komitmen Penguatan Hubungan dan Kerja Sama Ekonomi
Lebih lanjut, Xi menyatakan kesiapannya untuk membimbing sektor dan wilayah terkait di kedua negara agar mengimplementasikan pemahaman yang telah dicapai, dengan tujuan membangun hubungan yang berjangka panjang, sehat, dan stabil. Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan bersahabat yang diterimanya selama kunjungan kenegaraan ke Pyongyang.
Meski Korea Utara sedang memperluas kerja sama keamanannya dengan Rusia, termasuk mengirim tentara dan amunisi untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina, China tetap menjadi mitra ekonomi terbesar Pyongyang. Data dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan menunjukkan hampir 98 persen perdagangan luar negeri Korea Utara pada 2024 dilakukan dengan China.
Reaksi dan Pernyataan Kim Jong Un
Pesan Xi merupakan balasan atas surat dari Kim Jong Un yang menyebut pertemuan puncak mereka sebagai momen bersejarah. Kim menegaskan bahwa memperkuat hubungan dengan Beijing merupakan sikap teguh bagi Korea Utara.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, perkuatan hubungan antara Xi Jinping dan Kim Jong Un bukan sekadar simbol diplomasi, melainkan langkah strategis yang dapat mempengaruhi dinamika geopolitik kawasan Asia Timur. Dengan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan keterlibatan Korea Utara dalam konflik Ukraina melalui hubungan militernya dengan Rusia, kedekatan dengan China menjadi sangat krusial bagi Pyongyang.
Di sisi lain, bagi China, mempererat kerja sama dengan Korea Utara adalah upaya menjaga pengaruhnya di kawasan sekaligus menghindari isolasi Korea Utara yang dapat menimbulkan ketidakstabilan di perbatasan. Kerja sama ekonomi yang sangat dominan antara kedua negara menunjukkan betapa pentingnya China sebagai tumpuan utama ekonomi Korea Utara, terutama di tengah sanksi internasional yang ketat.
Ke depan, publik dan pengamat harus mencermati bagaimana hubungan ini berkembang, terutama apakah akan ada dampak nyata pada kebijakan regional, keamanan, dan stabilitas politik di Asia Timur. Apakah kerja sama ini akan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tekanan global, atau justru memicu ketegangan baru, menjadi hal yang sangat menarik untuk diikuti.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca laporan asli di CNN Indonesia dan mengikuti perkembangan dari sumber resmi lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0