Korban Banjir Parigi Moutong Kembali ke Rumah Setelah Air Surut
Banjir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang terjadi pada awal April 2026 telah memaksa ratusan warga mengungsi. Namun, korban banjir yang mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing setelah air mulai surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong menyatakan bahwa banjir terjadi akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Moutong dan Taopa sejak Jumat sore, 3 April 2026, sekitar pukul 17.00 Wita. Hujan deras ini menyebabkan meluapnya sungai-sungai di dua kecamatan tersebut, sehingga merendam sejumlah desa.
Wilayah Terdampak Banjir dan Dampaknya
Menurut Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, tujuh desa terdampak banjir, yaitu:
- Gio Barat
- Moutong Utara
- Pande
- Pandelalap (semua di Kecamatan Moutong)
- Paria
- Tompo
- Sibatang (semua di Kecamatan Taopa)
Korban terdampak mencapai 234 kepala keluarga (KK), dengan rincian 227 KK di Kecamatan Moutong dan tujuh KK di Kecamatan Taopa, termasuk di antaranya 25 balita dan 15 lansia.
Dari segi infrastruktur, beberapa kerusakan dilaporkan, seperti:
- Satu rumah rusak ringan di Desa Gio Barat
- Enam titik tanggul jebol di Desa Pandelalap
- Satu jembatan rusak di Desa Pandelalap
Dampak pada sektor pertanian juga cukup besar, dengan kerusakan lahan sebagai berikut:
- Tiga hektare kebun sawit, satu hektare kebun jagung dan cabai, serta lima hektare kebun kelapa di Desa Pandelalap terdampak banjir.
- Di Desa Pande, sekitar 15 hektare kebun kakao, lima hektare kebun kelapa, dan 10 hektare kebun jagung rusak total.
Respons dan Penanganan BPBD dan Relawan
Moh Rivai menyampaikan bahwa saat ini beberapa wilayah masih mengalami genangan air dan lumpur. Untuk itu, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong bersama relawan dari Moutong dan Taopa, personel Polri, pemerintah desa, serta warga setempat, aktif melakukan pembersihan material lumpur dan membantu korban banjir.
"Warga terdampak ada yang memilih tetap di rumah ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat mereka. Dilaporkan hari kedua pascabanjir para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing," ujar Moh Rivai.
Penanganan yang cepat dan koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana ini dan memastikan warga dapat kembali ke kehidupan normal sesegera mungkin.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peristiwa banjir di Parigi Moutong ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana terutama di daerah rawan banjir seperti Kecamatan Moutong dan Taopa. Meski pengungsi telah kembali ke rumah, kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup luas dapat berimbas pada pemulihan ekonomi masyarakat setempat dalam jangka menengah hingga panjang.
Selain itu, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan perkuatan tanggul sungai, agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan. Warga juga perlu mendapatkan edukasi kesiapsiagaan menghadapi banjir agar dapat meminimalisir risiko keselamatan dan kerugian harta benda.
Ke depan, pemantauan kondisi cuaca dan sungai harus diperketat guna mengantisipasi potensi banjir susulan, terutama saat musim hujan. Kerja sama antara BPBD, pemerintah desa, dan relawan tetap harus dijaga agar penanganan bencana semakin efektif.
Untuk informasi dan perkembangan lebih lanjut mengenai penanganan banjir dan kondisi terkini di Parigi Moutong, pembaca dapat mengakses laporan resmi dari ANTARA Sulteng serta sumber berita nasional terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0