Apakah Penyakit GERD Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Lengkap Guru Besar FKUI

Mar 9, 2026 - 07:20
 0  10
Apakah Penyakit GERD Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasan Lengkap Guru Besar FKUI

Apakah penyakit GERD bisa sembuh total? Pertanyaan ini kerap muncul dari banyak penderita yang ingin mengetahui harapan kesembuhan dari gastroesophageal reflux disease (GERD). Kabar baiknya, penyakit ini dapat dikendalikan dan bahkan sembuh total jika pasien menjalani pengobatan tepat serta melakukan perubahan gaya hidup yang disarankan.

Ad
Ad

Penjelasan Guru Besar FKUI tentang GERD dan Kesembuhannya

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, menyatakan bahwa GERD bisa sembuh apabila faktor risiko penyebabnya dikurangi dan terapi dijalankan hingga tuntas.

"Obatinya tadi menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup, kalau dia merokok stop merokok, kalau dia minum alkohol juga stop, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak," ujar Prof. Ari saat acara Primaya Hospital Media Gathering & Iftar 2026, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Prof. Ari yang juga berpraktek di Poli Penyakit Dalam Primaya Hospital Kelapa Gading, perubahan gaya hidup adalah kunci utama dalam mengurangi keparahan GERD. Berikut beberapa langkah penting yang disarankan:

  • Memperbaiki pola makan dengan menghindari makanan berlemak tinggi dan pemicu asam lambung.
  • Rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran dan berat badan ideal.
  • Menjaga berat badan agar tidak obesitas, karena obesitas memperburuk refluks asam lambung.
  • Memastikan tidur cukup dan menjaga posisi tidur agar tidak memicu naiknya asam lambung.
  • Kelola stres dengan bijak, karena stres dapat memperparah gejala GERD.

Faktor Risiko dan Kelompok Penderita GERD

Berdasarkan penelitian Prof. Ari, sebagian besar penderita GERD adalah pria berusia di atas 40 tahun yang memiliki kebiasaan merokok dan mengalami obesitas. Namun, kini kasus GERD mulai ditemukan pada anak-anak yang diperkirakan terkait dengan pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif.

"Makan coklat dan keju berlebihan sejak kecil, serta kebiasaan makan lalu langsung tidur. Anak-anak juga kurang bergerak karena gadget, jadi harus sering bermain di playground," jelasnya.

Diagnosis GERD melalui Pemeriksaan Endoskopi

Untuk memastikan diagnosis GERD, dokter biasanya melakukan pemeriksaan endoskopi. Prosedur ini dilakukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan dan mendeteksi luka akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Pemeriksaan endoskopi sangat penting terutama bila pasien mengalami gejala seperti:

  • Nyeri dada
  • Nyeri ulu hati
  • Rasa terbakar di dada (heartburn)
  • Muntah berulang

Selain itu, endoskopi juga dapat mendeteksi komplikasi serius, termasuk risiko kanker akibat luka yang tidak diobati.

Pengobatan Medis dan Obat-Obatan Terkini untuk GERD

Pengobatan GERD biasanya melibatkan obat penekan asam lambung yang harus diminum secara konsisten hingga pengobatan selesai. Saat ini, sudah tersedia obat generasi baru dari golongan P-CAB seperti Vonoprazan, Tegoprazan, dan Fexuprazan yang menawarkan harapan baru bagi penderita.

"Sekarang ini sudah eranya P-CAB. Karena sekitar 20 persen pasien yang diobati dengan obat sebelumnya gagal, obat baru ini menjadi harapan bagi penderita GERD," ujar Prof. Ari.

Selain pengobatan medis, Prof. Ari juga menyarankan pola makan yang sehat, termasuk mempertimbangkan intermiten fasting serta memperhatikan asupan protein yang tepat.

Dengan kombinasi pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat, penderita GERD memiliki peluang besar untuk mengendalikan penyakitnya dan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, informasi dari Guru Besar FKUI ini memberikan harapan besar bagi penderita GERD yang selama ini mungkin merasa putus asa dengan penyakitnya. GERD bukanlah kondisi yang harus diterima begitu saja sebagai penyakit kronis tanpa harapan. Dengan pengobatan yang tepat dan disiplin menjalankan perubahan gaya hidup, bahkan penyakit ini dapat sembuh total.

Namun, masyarakat perlu lebih sadar tentang pentingnya pencegahan, terutama untuk anak-anak yang kini mulai rentan mengalami GERD akibat pola makan tidak sehat dan gaya hidup pasif. Edukasi tentang pengaturan pola makan dan aktivitas fisik harus digalakkan sejak dini agar angka kejadian GERD tidak semakin meningkat.

Ke depan, perkembangan obat generasi baru dari golongan P-CAB juga menjadi kabar baik yang harus terus dipantau. Ini bisa menjadi game-changer dalam pengobatan GERD, terutama bagi pasien yang sebelumnya gagal terapi. Pembaca disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jika mengalami gejala GERD agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kesimpulannya, GERD bukan penyakit yang tidak bisa diatasi. Dengan usaha dan dukungan medis yang tepat, kesembuhan total sangat memungkinkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad