Target Kolesterol Pasien Diabetes Risiko Tinggi Hanya 4,9%, Ancaman Penyakit Jantung Meningkat

Jun 28, 2026 - 01:00
 0  1
Target Kolesterol Pasien Diabetes Risiko Tinggi Hanya 4,9%, Ancaman Penyakit Jantung Meningkat

Pencapaian target kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-C) pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan risiko tinggi di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya sebesar 4,9%. Data ini diungkapkan dalam studi registri multisenter yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Cardiology 2025. Hasil tersebut menjadi sorotan utama dalam simposium ilmiah Comprehensive Lipid Management in Patients with Type 2 Diabetes yang digelar oleh Daewoong Pharmaceutical Indonesia di Bandung pada 27 Juni 2026, bertepatan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PIT PERKENI) 2026.

Ad
Ad

Rendahnya Pencapaian Target LDL-C dan Implikasinya

Dalam simposium yang dihadiri sekitar 500 tenaga medis, mulai dari dokter subspesialis endokrinologi, spesialis penyakit dalam, hingga peneliti, para pembicara menekankan bahwa rendahnya pencapaian target LDL-C di bawah 55 mg/dL pada pasien berisiko tinggi menjadi tantangan serius dalam pengendalian risiko penyakit kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2.

"Pengendalian diabetes tidak cukup hanya dengan mengontrol kadar gula darah, tetapi juga harus disertai pengelolaan kadar lipid secara optimal," ujar para ahli dalam diskusi tersebut.

Berdasarkan data World Heart Federation, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian utama di Indonesia dengan angka mencapai 765.660 kematian sepanjang 2021. Studi registri nasional juga menunjukkan bahwa hanya 21,2% pasien diabetes mampu mencapai target LDL-C di bawah 70 mg/dL, memperlihatkan bahwa pengendalian kolesterol masih jauh dari ideal.

Faktor Risiko dan Pentingnya Penurunan LDL-C

Penelitian yang dipublikasikan dalam Current Internal Medicine Research and Practice Surabaya Journal tahun 2025 menemukan bahwa 74% pasien diabetes tipe 2 mengalami dislipidemia, dan angka ini meningkat menjadi 85% pada mereka yang juga memiliki penyakit jantung koroner.

Dr. Sidartawan Soegondo dari Eka Hospital BSD dan SS Diabetic Care menyatakan,

"Pasien diabetes tipe 2 di Indonesia umumnya memiliki lebih dari satu faktor risiko penyakit kardiovaskular sehingga penurunan kadar LDL-C menjadi bagian penting dalam terapi. Strategi terapi perlu disesuaikan dan dioptimalkan berdasarkan profil risiko masing-masing pasien."

Menurut panduan internasional terbaru seperti ESC/EAS 2025 Focused Update dan ACC/AHA Guideline 2026, penurunan LDL-C secara intensif sejak dini sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko kardiovaskular jangka panjang.

Terapi Kombinasi untuk Mencapai Target LDL-C

Daewoong Pharmaceutical memperkenalkan terapi kombinasi ezetimibe dan rosuvastatin sebagai solusi bagi pasien yang belum mencapai target LDL-C dengan terapi tunggal. Terapi ini bekerja dengan dua mekanisme utama:

  • Menekan produksi kolesterol di hati (rosuvastatin)
  • Menghambat penyerapan kolesterol di usus (ezetimibe)

Dr. Da Hea Seo dari Division of Endocrinology, Inha University Hospital, Korea Selatan, menegaskan,

"Pengelolaan dislipidemia pada pasien diabetes tipe 2 membutuhkan pendekatan komprehensif. Terapi kombinasi yang menargetkan sintesis dan absorpsi kolesterol secara bersamaan dapat menjadi pilihan efektif untuk pasien yang sulit mencapai target LDL-C dengan monoterapi."

Selain terapi, panduan ACC/AHA 2026 juga merekomendasikan pemeriksaan kolesterol non-HDL dan apolipoprotein B (ApoB) sebagai indikator tambahan untuk menilai risiko kardiovaskular residual pada pasien diabetes tipe 2 maupun sindrom kardiometabolik-ginjal.

Komitmen Daewoong dalam Pengembangan Terapi Penyakit Kronis di Indonesia

CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan terapi penyakit kronis melalui kolaborasi dengan komunitas medis Indonesia.

"Selama 20 tahun terakhir, kami telah membangun kepercayaan kuat sebagai mitra komunitas medis Indonesia. Kami tidak hanya menyediakan obat, tetapi juga berkontribusi menghadirkan solusi terapi yang dibutuhkan pasien dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan,"
ujar Seong-soo Park.

Daewoong juga berencana mendorong penelitian berbasis data klinis pasien Indonesia untuk memperkuat bukti ilmiah yang relevan dengan populasi Asia dan meningkatkan kolaborasi antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, rendahnya pencapaian target LDL-C pada pasien diabetes tipe 2 berisiko tinggi ini menggambarkan celah besar dalam pengelolaan penyakit kronis di Indonesia. Masih banyak pasien yang berpotensi mengalami komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner akibat pengendalian kolesterol yang kurang optimal.

Hal ini menuntut peningkatan awareness dan edukasi bagi tenaga medis serta pasien agar pengelolaan kolesterol menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengobatan diabetes. Pendekatan terapi kombinasi yang diperkenalkan menjadi langkah positif, tapi implementasi di lapangan harus didukung oleh sistem kesehatan yang menerapkan guideline terbaru secara konsisten.

Ke depan, penting untuk memperluas penelitian lokal yang bisa memberikan data lebih akurat tentang karakteristik pasien Indonesia, sehingga terapi dapat dioptimalkan. Selain itu, kolaborasi lintas negara seperti yang dilakukan Daewoong dapat menjadi model bagi pengembangan terapi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan regional.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, pembaca dapat merujuk pada artikel asli di Media Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad