IHSG Pekan Depan Diprediksi Masih Koreksi ke Area 6.991-7.140
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan, tepatnya di rentang 6.991 hingga 7.140. Hal ini menyusul penutupan IHSG pada akhir pekan lalu yang melemah tajam sebesar 3,05 persen ke level 7.137, dengan dominasi tekanan jual yang masih kuat.
Proyeksi Koreksi IHSG Pekan Depan
Berdasarkan analisis teknikal dari Riset MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau juga bisa dikatakan sebagai wave (2) pada label merah. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa potensi koreksi indeks masih terbuka lebar, dengan rentang target koreksi antara 6.991 hingga 7.140.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, terdapat kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan koreksinya ke rentang 6.991-7.140," tulis Riset MNC Sekuritas.
Di sisi lain, area penguatan terdekat yang dapat dicermati berada pada level resistance antara 7.241 hingga 7.308. Namun, sentimen negatif yang masih kuat berpotensi membatasi laju penguatan tersebut.
Level Support dan Resistance IHSG
Untuk memberikan gambaran teknikal yang lebih jelas, IHSG diperkirakan akan menemukan support pada level-level berikut:
- 7.071
- 6.971
Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan adalah:
- 7.527
- 7.678
Level support ini penting untuk diperhatikan investor karena jika IHSG mampu bertahan di atas support tersebut, potensi rebound masih memungkinkan. Namun, jika support ditembus, koreksi lebih dalam bisa terjadi.
Saham-saham Menarik untuk Dicermati Pekan Depan
Di tengah koreksi IHSG, terdapat beberapa saham yang menarik perhatian analis untuk menjadi pilihan investasi, terutama dengan strategi buy on weakness atau pembelian pada harga melemah. Berikut beberapa saham yang dianalisis:
- PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
ADMR mencatatkan penguatan sebesar 3,19 persen ke harga Rp1.940, dengan volume pembelian yang masih dominan. Posisi teknikal ADMR saat ini berada pada bagian wave [ii] dari wave C pada label hitam atau awal wave iii dari wave (v) pada label merah. Strategi buy on weakness disarankan pada rentang Rp1.910 hingga Rp1.935, dengan target harga Rp2.030 hingga Rp2.120 dan stoploss di bawah Rp1.860. - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
Saham DSNG terkoreksi sebesar 3,24 persen ke harga Rp1.345, menyertai tekanan jual dan menembus moving average 20 hari (MA20). Namun, selama DSNG bertahan di atas level stoploss Rp1.285, posisi teknikalnya masih dianggap sebagai awal wave A dari wave (B). Strategi spec buy dapat dilakukan pada rentang harga Rp1.305 hingga Rp1.335, dengan target harga Rp1.465 dan Rp1.575.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Koreksi IHSG yang terjadi tidak lepas dari berbagai sentimen negatif yang mempengaruhi pasar saham domestik, antara lain:
- Tekanan jual yang masih kuat dari investor yang melakukan profit taking setelah kenaikan sebelumnya.
- Sentimen global yang kurang mendukung, seperti meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.
- Kenaikan harga komoditas yang tidak sejalan dengan ekspektasi pasar.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, koreksi IHSG yang diperkirakan berlanjut minggu depan sebenarnya mencerminkan market correction yang sehat di tengah volatilitas pasar global yang tinggi. Tekanan jual yang kuat memang memberikan tantangan bagi investor terutama yang bersifat jangka pendek. Namun, bagi investor jangka panjang, fase koreksi ini bisa menjadi momentum untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas dengan valuasi lebih menarik.
Selain itu, pergerakan IHSG juga sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang saat ini tengah bergejolak, sehingga investor perlu lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih saham. Memantau level support dan resistance yang telah disebutkan menjadi kunci untuk mengantisipasi pergerakan pasar ke depan.
Ke depannya, perkembangan sentimen global dan laporan kinerja emiten kuartal I 2026 akan menjadi faktor penting yang berpotensi mengubah arah pergerakan IHSG. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk terus memperbarui informasi dan melakukan evaluasi portofolio secara berkala.
Dengan demikian, IHSG pekan depan masih berpotensi untuk koreksi lebih dalam, namun peluang penguatan juga tetap ada jika sentimen membaik dan level teknikal support mampu bertahan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0