Gubernur Koster Salurkan Bantuan Rp1,26 Miliar untuk Korban Banjir Bandang Buleleng

Mar 16, 2026 - 12:50
 0  4
Gubernur Koster Salurkan Bantuan Rp1,26 Miliar untuk Korban Banjir Bandang Buleleng

Gubernur Bali Wayan Koster secara langsung menyalurkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kepada korban banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, pada 6 Maret 2026. Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak sekaligus memperbaiki fasilitas vital yang rusak akibat bencana.

Ad
Ad

Nilai total bantuan mencapai Rp1.263.000.000, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Bali untuk penanganan pascabencana. Bantuan ini ditujukan untuk 50 penerima manfaat di Desa Banjar dengan fokus pada beberapa bidang penting.

Perbaikan Rumah dan Fasilitas Umum

Gubernur Koster merinci bahwa dari total dana tersebut, sekitar Rp435 juta dialokasikan untuk perbaikan 31 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir. Rinciannya terdiri dari:

  • 8 rumah rusak berat
  • 20 rumah rusak sedang
  • 3 rumah rusak ringan

Selain itu, Pemprov Bali juga memberikan bantuan perbaikan fasilitas umum dan tempat ibadah yang terdampak banjir dengan alokasi dana sebesar Rp42 juta. Perbaikan ini penting agar layanan sosial dan keagamaan masyarakat dapat berfungsi kembali.

Bantuan Penguatan Ekonomi dan Infrastruktur

Selain perbaikan fisik, Pemprov Bali juga menyalurkan bantuan untuk penguatan ekonomi warga terdampak. Bantuan senilai Rp15 juta digunakan untuk memperbaiki sarana usaha seperti kandang kambing dan kandang ayam, yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat di Kabupaten Buleleng.

Untuk memulihkan layanan dasar masyarakat, Pemprov Bali mengalokasikan dana sebesar sekitar Rp726 juta guna memperbaiki instalasi jaringan air bersih di 12 titik yang tersebar di beberapa desa. Hal ini sangat krusial mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama dalam proses pemulihan pascabencana.

Santunan Korban dan Peninjauan Dampak Langsung

Gubernur Koster juga menyerahkan santunan kepada ahli waris dari tiga korban meninggal dunia akibat banjir bandang. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan dari pemerintah.

Tidak hanya menyalurkan bantuan, Koster juga meninjau langsung lokasi terdampak di SD Negeri 5 Banjar, yang mengalami kerusakan parah. Ia menemukan bahwa ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan sekolah tersebut terendam air hingga hampir menyentuh plafon, menghambat proses belajar mengajar.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bali mendengarkan masukan dari kepala sekolah dan guru terkait langkah percepatan pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas belajar dapat segera kembali berjalan normal. Pemprov Bali berkomitmen membantu pemenuhan kebutuhan sarana belajar melalui dana gotong royong ASN Pemprov Bali yang telah tersedia.

Koster telah meminta Kepala Desa Banjar bersama pihak sekolah untuk segera mendata kebutuhan mendesak seperti papan tulis, buku pelajaran, meja, dan perlengkapan lainnya agar bantuan dapat segera disalurkan dalam beberapa hari ke depan.

Solusi Jangka Panjang dan Pencegahan Banjir

Untuk mengantisipasi risiko bencana yang berulang, Gubernur Koster mengusulkan solusi jangka panjang berupa pembongkaran dan pembangunan kembali SD Negeri 5 Banjar dengan gedung bertingkat. Langkah ini diambil mengingat lokasi sekolah yang sering terdampak banjir akibat meluapnya aliran sungai di sekitarnya.

Perencanaan teknis pembangunan gedung bertingkat akan dirancang oleh Bupati Buleleng. Jika membutuhkan dukungan, Pemprov Bali siap membantu melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) diminta untuk melakukan normalisasi sungai sebagai upaya mitigasi banjir masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penyaluran bantuan oleh Gubernur Koster ini tidak hanya sekadar tindakan responsif pascabencana, tetapi juga mengindikasikan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan bencana alam yang semakin sering terjadi di Bali. Langkah strategis seperti pembangunan gedung bertingkat dan normalisasi sungai menunjukkan kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko bencana jangka panjang.

Namun, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa bantuan dan program pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan dan mitigasi bencana.

Kita juga harus mengawasi perkembangan proses pembangunan infrastruktur baru dan normalisasi sungai, agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru di masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, Bali dapat menjadi contoh daerah yang tangguh menghadapi bencana sekaligus menjaga kelestarian alam dan kualitas hidup masyarakat.

Ke depan, pemantauan ketat terhadap dampak perubahan iklim dan upaya adaptasi menjadi sangat penting agar penanggulangan bencana di Bali semakin optimal. Kami mengimbau pembaca untuk terus mengikuti perkembangan bantuan dan program pemulihan ini demi kemajuan Bali yang lebih aman dan sejahtera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad