Jejak Sadis Hurbianus Mirip, Anggota KKB yang Ditembak Mati di Nabire Papua
Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Damai Cartenz berhasil menembak mati Hurbianus Mirip, seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Hurbianus dikenal sebagai anak buah komandan KKB Aibon Kogoya dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025 karena keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah tersebut.
Jejak Kekerasan Hurbianus Mirip di Nabire dan Paniai
Menurut keterangan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, Hurbianus Mirip memiliki catatan panjang terkait berbagai tindakan kekerasan. Ia diduga terlibat dalam pembunuhan dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025, di mana senjata api jenis AK-101 juga dirampas dari korban.
"Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025 yang disertai perampasan dua pucuk senjata api jenis AK-101," jelas Yusuf.
Selain itu, Hurbianus dan kelompoknya juga terlibat dalam berbagai aksi lain, seperti:
- Penembakan terhadap masyarakat dan aparat di wilayah Kali Semen pada 17 Oktober 2025.
- Pembakaran pos pengamanan perusahaan tambang emas PT Kristalin Ekalestari di Nabire pada Februari 2026.
- Pemalangan ruas Jalan Trans Nabire-Paniai KM 58 pada 20 Oktober 2025.
- Kontak tembak dengan aparat keamanan di kawasan Bukit Doa pada 27 November 2025.
- Penyerangan pos pengamanan PT Kristalin pada 21 Februari 2026 yang menewaskan satu personel TNI dan satu warga sipil serta merampas tiga pucuk senjata api.
- Aksi penganiayaan terhadap anggota polisi Bripda Kanza A Mampioper di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.
Dalam insiden penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius di dada, kepala, dan telapak tangan.
Penembakan Hurbianus Mirip dan Upaya Keamanan di Papua Tengah
Hurbianus Mirip akhirnya ditembak mati oleh aparat gabungan TNI dan Polri di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Nabire, pada Senin (16/3/2026). Penindakan ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menekan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan komitmen aparat keamanan untuk menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat di Papua.
"Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif dari berbagai aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata," tegas Faizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di Provinsi Papua Tengah khususnya di Kabupaten Nabire serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan," ujar Adarma.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penembakan Hurbianus Mirip menandai keberhasilan aparat keamanan dalam menindak kelompok kriminal bersenjata yang selama ini menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat di Papua Tengah. Namun, tindakan tegas tersebut juga mengingatkan bahwa akar permasalahan konflik di wilayah ini belum sepenuhnya teratasi.
Kelompok KKB yang dipimpin tokoh-tokoh seperti Aibon Kogoya masih mampu melakukan berbagai aksi kekerasan yang berdampak pada korban jiwa dan kerusakan fasilitas publik. Oleh karena itu, aparat keamanan perlu terus mengedepankan pendekatan terpadu, termasuk dialog dan pembangunan ekonomi, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kelompok bersenjata.
Kedepannya, masyarakat dan pemerintah daerah harus bersinergi menjaga situasi keamanan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan. Sementara itu, peran Satgas Operasi Damai Cartenz dan Rajawali Mambri menjadi sangat krusial dalam menjaga Papua Tengah tetap kondusif dan aman untuk semua pihak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0