Semakin Banyak Desa di Indramayu Kebanjiran, Pemkab Siapkan Kolam Retensi

Apr 3, 2026 - 19:10
 0  4
Semakin Banyak Desa di Indramayu Kebanjiran, Pemkab Siapkan Kolam Retensi

Kabupaten Indramayu menghadapi peningkatan signifikan jumlah desa yang terdampak banjir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 dan 2025, jumlah desa terdampak naik dari 17 desa di 2024 menjadi 23 desa pada 2025. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus sorotan terhadap efektivitas penanganan banjir di daerah tersebut.

Ad
Ad

Data dan Kondisi Banjir di Indramayu

Banjir yang melanda Indramayu tidak hanya terjadi akibat curah hujan tinggi, tetapi juga diperparah oleh banjir rob yang kerap menyerang wilayah pesisir. Salah satu contoh nyata adalah Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, yang mengalami banjir rob parah saat fenomena supermoon pada Desember 2025.

Data BPS juga mengungkapkan bahwa banjir tidak hanya merambah desa-desa di wilayah pedesaan, namun juga menyebar ke kawasan perkotaan. Misalnya, di Kecamatan Indramayu, desa terdampak banjir bertambah dari 4 desa menjadi 6 desa dalam satu tahun terakhir.

Respons dan Kritik DPRD terhadap Penanganan Pemkab

Edi Fauzi, Ketua Fraksi PDIP DPRD Indramayu, menilai ada ketidaksesuaian antara klaim pemerintah daerah dan fakta di lapangan. Dalam nota penjelasan LKPJ 2025, Pemkab Indramayu mengklaim capaian pencegahan dan penanggulangan banjir mencapai 108,21 persen. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan peningkatan jumlah desa terdampak.

"Capaian penanggulangan banjir yang diklaim Pemkab tidak sinkron dengan fakta meningkatnya desa terdampak banjir. Ini menunjukkan kegagalan mitigasi bencana,"

— Edi Fauzi, Ketua Fraksi PDIP DPRD Indramayu

Menurut Edi, peningkatan jumlah desa terdampak banjir menunjukkan bahwa strategi yang selama ini diterapkan belum efektif dan perlu evaluasi menyeluruh.

Langkah Pemkab Mengatasi Banjir: Kolam Retensi

Menanggapi fenomena banjir yang semakin meluas, Pemkab Indramayu berencana membangun penampungan kolam retensi sebagai salah satu solusi utama penanggulangan banjir. Kolam retensi berfungsi menampung dan mengendalikan debit air hujan berlebih agar tidak langsung mengalir ke permukiman dan lahan pertanian.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir terutama di desa-desa yang selama ini rutin mengalami genangan air. Pemkab juga tengah mendorong koordinasi lintas sektor untuk memperkuat upaya mitigasi dan meningkatkan sistem drainase di daerah rawan banjir.

Faktor Penyebab dan Dampak Banjir di Indramayu

  • Banjir rob akibat pasang laut tinggi yang diperparah fenomena alam seperti supermoon.
  • Peningkatan curah hujan dan perubahan iklim yang membuat pola hujan menjadi tidak menentu dan ekstrem.
  • Kondisi drainase yang kurang optimal dan tidak terawat di beberapa wilayah.
  • Perubahan tata guna lahan yang mengurangi daya serap air di daerah sekitar.

Akibat banjir ini, tidak hanya merugikan sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan menghambat aktivitas ekonomi lokal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peningkatan desa terdampak banjir di Indramayu menandakan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam mitigasi bencana. Kolam retensi memang solusi yang tepat, namun tanpa perbaikan sistem drainase dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dampak banjir akan terus berulang.

Selain itu, pemerintah daerah harus transparan dan realistis dalam menyampaikan laporan capaian penanganan banjir agar publik tidak kehilangan kepercayaan. Terobosan teknologi seperti sistem peringatan dini dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan juga menjadi kunci keberhasilan.

Ke depan, penting bagi Pemkab Indramayu untuk mengintegrasikan berbagai program penanggulangan banjir dengan rencana pembangunan wilayah yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Masyarakat pun perlu mendapat edukasi dan peran aktif agar mitigasi bencana bisa berjalan efektif.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini terkait penanganan banjir di Indramayu, pembaca dapat mengunjungi sumber asli berita di Republika Rejabar dan situs resmi pemerintah daerah setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad