Palestina Kecam Israel Culik Relawan Termasuk 5 WNI di Global Sumud Flotilla

May 19, 2026 - 21:37
 0  4
Palestina Kecam Israel Culik Relawan Termasuk 5 WNI di Global Sumud Flotilla

Kedutaan Besar Palestina di Indonesia mengeluarkan kecaman keras atas tindakan penculikan yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap relawan, aktivis, dan jurnalis yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF). Insiden ini menimpa ratusan peserta, termasuk lima warga negara Indonesia (WNI), saat mereka mencoba menerobos blokade Israel di perairan internasional.

Ad
Ad

Kecaman Resmi Kedutaan Besar Palestina

Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan pada Selasa, 19 Mei 2026, Kedutaan Besar Palestina di Jakarta mengecam tindakan kriminal yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel tersebut. Mereka menyebut para peserta armada GSF sebagai pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional.

"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia mengecam keras tindakan kriminal Israel yang dilakukan oleh tentara pendudukan terhadap para peserta Armada Keteguhan Global (Global Sumud Flotilla/ Asfuthur Ash-Shumud), yang merupakan para pahlawan pembela hak asasi manusia, keadilan, dan hukum internasional," ujar pernyataan tersebut.

Kedubes Palestina juga menegaskan solidaritasnya terhadap seluruh peserta armada, khususnya para WNI yang turut serta. Mereka berharap agar kelima WNI yang ditangkap dapat kembali dengan selamat ke tanah air.

"Kami berdoa kepada Allah SWT agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat," tambah pernyataan Kedubes.

Siapa Saja WNI yang Ditangkap?

Kelima WNI yang menjadi korban penangkapan oleh pasukan Israel dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sebuah delegasi nasional yang tergabung dalam GSF, terdiri dari para jurnalis dan aktivis sebagai berikut:

  • Bambang Noroyono, jurnalis Republika
  • Thoudy Badai, jurnalis Republika
  • Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV
  • Rahendro Herubowo, jurnalis iNews
  • Andi Angga Prasadewa, aktivis Rumah Zakat

Kelima WNI ini berpartisipasi dalam misi kemanusiaan untuk menentang blokade yang diberlakukan Israel di Jalur Gaza.

Latar Belakang Insiden dan Kondisi di Palestina

Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada GSF di perairan internasional pada Senin pagi, sebuah tindakan yang memicu kecaman internasional. Situs resmi GSF menunjukkan bahwa beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Kedutaan Besar Palestina juga mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan, termasuk pembantaian anak-anak dan perempuan hamil, perusakan rumah, perampasan tanah, penebangan pohon, pencurian hasil panen, serta pembakaran dan penjarahan harta milik warga Palestina.

"Segala bentuk kejahatan yang dilakukan tentara Israel maupun pemukim ilegal tidak akan pernah menggoyahkan ketabahan rakyat Palestina. Sebaliknya, hal ini justru akan menambah kekuatan dan tekad kami untuk terus bertahan di tanah air kami serta melanjutkan perlawanan hingga Palestina beserta seluruh tempat suci Islam dan Kristen berhasil dibebaskan," tegas pernyataan tersebut.

Dukungan Indonesia dan Harapan Palestina

Kedubes Palestina menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, atas dukungan historis yang diberikan bagi kemerdekaan Palestina serta kecaman terhadap agresi dan pendudukan Israel.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, beserta pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia atas segala bentuk dukungan yang telah dan terus diberikan secara historis kepada rakyat kami," pungkas Kedubes Palestina.

Global Sumud Flotilla dan Tuntutan Internasional

Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif internasional yang bertujuan untuk menentang blokade Israel dan memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Setelah insiden penculikan ini, GSF mendesak masyarakat internasional dan pemerintah dunia untuk segera bertindak menghentikan praktik ilegal yang mereka sebut sebagai pembajakan dan mendukung pengepungan genosida yang dilakukan Israel di Gaza.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden penculikan relawan dan jurnalis oleh Israel ini bukan hanya sebuah pelanggaran kemanusiaan, tetapi juga memperlihatkan ketegangan yang semakin memanas di Timur Tengah dan kegagalan diplomasi internasional dalam menghadirkan solusi damai yang berkelanjutan. Tindakan Israel yang memblokade Gaza dan menghalangi bantuan kemanusiaan melalui jalur laut menunjukkan bahwa konflik ini masih jauh dari penyelesaian.

Lebih jauh, keberanian relawan dari berbagai negara termasuk Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini menjadi simbol solidaritas global yang kuat terhadap perjuangan rakyat Palestina. Namun, risiko tinggi yang mereka hadapi menggarisbawahi perlunya perlindungan internasional yang lebih tegas terhadap para aktivis dan jurnalis yang berusaha mengangkat isu kemanusiaan di zona konflik.

Ke depan, penting bagi pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk terus mengawal nasib WNI yang ditangkap serta mendorong penyelesaian politik yang adil dan menghormati hak-hak rakyat Palestina. Perkembangan situasi ini harus terus dipantau karena berpotensi memengaruhi dinamika geopolitik kawasan dan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara terkait.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini, kunjungi sumber asli berita di CNN Indonesia dan pantau berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad