Risiko GERD Penyakit Gen Z Saat Buka Puasa Bersama, Ini Cara Mencegahnya

Mar 10, 2026 - 07:01
 0  5
Risiko GERD Penyakit Gen Z Saat Buka Puasa Bersama, Ini Cara Mencegahnya

Buka puasa bersama (bukber) menjadi tradisi Ramadan yang selalu dinanti-nanti karena selain menikmati aneka makanan lezat, juga mempererat hubungan sosial dengan keluarga dan teman. Namun, kebiasaan makan berlebihan saat bukber ternyata berpotensi memicu masalah kesehatan serius, terutama penyakit yang kini dikenal sebagai penyakit Gen Z, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Ad
Ad

Bahaya Makan Berlebihan Saat Buka Puasa Bersama

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan momen buka puasa sebagai ajang "balas dendam" dengan makan secara berlebihan sekaligus saat azan Magrib berkumandang. Kebiasaan ini justru membebani lambung yang selama berpuasa kosong dan memicu naiknya asam lambung serta gangguan pencernaan.

"Bukber bagus, sih, buat silaturahmi. Tapi bisa jadi tidak sehat, loh, kalau kita bukber begitu bedug berbunyi langsung makan ini semua sekaligus dalam waktu yang sangat singkat," ujar Menkes Budi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @bgsadikin.

Kebiasaan makan cepat dan berlebihan ini menyebabkan lambung dipaksa bekerja keras secara mendadak untuk mencerna makanan dalam jumlah besar, yang berisiko memicu GERD. Penyakit ini kini makin banyak dialami anak muda, sehingga dikenal sebagai penyakit Gen Z.

Selain pola makan yang tidak teratur, menu buka puasa bersama yang sering disajikan biasanya tinggi gula dan karbohidrat, seperti minuman manis, gorengan, hingga makanan berat berlemak. Kombinasi ini dapat menyebabkan:

  • Perut terasa penuh dan begah
  • Rasa tidak nyaman akibat naiknya asam lambung
  • Badang mudah lelah dan mengantuk
  • Gangguan pencernaan yang memperburuk kualitas ibadah

Menkes Budi menambahkan, kondisi ini bisa mengurangi kekhusyukan saat menjalankan ibadah Tarawih karena tubuh menjadi lemas dan tidak fokus.

Tips Menjaga Pola Makan Sehat Saat Bukber

Untuk menghindari risiko kesehatan tersebut, Menkes Budi mengimbau agar masyarakat kembali meluruskan niat berpuasa, yakni menahan hawa nafsu termasuk dalam hal makan saat berbuka. Ia menyarankan pola makan bertahap saat berbuka puasa sebagai berikut:

  1. Mulailah berbuka dengan air putih atau makanan ringan yang mudah dicerna
  2. Setelah shalat Magrib, lanjutkan dengan makan makanan utama dalam porsi wajar
  3. Hindari makan dalam porsi besar sekaligus dalam waktu singkat
  4. Pilih menu buka puasa yang seimbang, rendah gula dan lemak berlebihan

"Sayangi lambung kalian. Kalau kita makannya benar dan teratur, InsyaAllah ibadah kita juga lancar dan badan tetap sehat sampai hari raya nanti," tuturnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan Menkes Budi sangat penting untuk disimak di tengah maraknya tradisi buka puasa bersama yang sering kali berujung pada konsumsi makanan berlebihan. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga dapat mengurangi kualitas ibadah selama Ramadan. GERD sebagai penyakit Gen Z yang semakin mengkhawatirkan harus menjadi perhatian serius, terutama bagi generasi muda yang sering abai pada pola makan sehat.

Lebih jauh, fenomena ini mencerminkan kurangnya edukasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi sosial dan kesehatan. Pemerintah dan pelaku usaha kuliner bisa berkolaborasi menyediakan pilihan menu buka puasa yang lebih sehat dan edukatif sehingga masyarakat dapat merayakan Ramadan dengan tetap menjaga kondisi tubuh.

Kedepannya, pembiasaan pola makan bertahap dan porsi wajar saat berbuka harus terus digalakkan agar Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual, tapi juga menjaga kesehatan jangka panjang. Perubahan kecil dalam kebiasaan buka puasa bersama dapat menjadi langkah besar untuk mencegah penyakit pencernaan yang kini kian mengintai generasi muda.

Kesimpulan

Buka puasa bersama memang momen yang menyenangkan dan sarat makna sosial, namun jangan sampai kebiasaan makan berlebihan berujung pada gangguan kesehatan seperti GERD. Menkes Budi mengingatkan pentingnya mengatur pola makan saat berbuka dengan bertahap dan memilih menu yang sehat agar tubuh tetap bugar dan ibadah Ramadan dapat dijalankan optimal sampai Hari Raya.

Dengan kesadaran yang lebih baik dan pola makan yang teratur, masyarakat bisa menikmati buka puasa bersama tanpa harus mengorbankan kesehatan. Mari jadikan Ramadan 2026 sebagai momentum memperbaiki pola hidup agar tetap sehat dan semangat menjalankan ibadah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad